Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Sangat Membantu


"Kau memang adik ku yang sangat membantu, disaat aku sedang mencari cara untuk menunjukkan wajah asli ku ini, kau malah dengan serta merta membantu ku membukakan jalannya" Batin Maeli.


Semua mata pun terkejut melihat hal yang dilakukan Lira Su karena dia telah dengan beraninya merusak penampilan seseorang dan itu merupakan sebuah kesalahan besar di dunia seni.


Dan mereka lebih dikejutkan lagi setelah melihat bagaimana cantiknya wajah di balik kain penutup wajah itu.


Sangking cantiknya semua orang terdiam bahkan tak berani mengeluarkan suara apapun karena takut tidak akan dapat memandanginya.


Sedangkan Maeli Su sendiri sama sekali tak terganggu dengan apa yang dilakukan Lira Su dia tetap menampilkan penampilannya dengan sangat baik.


Lira Su pun merasa heran kenapa tidak ada makian yang terdengar malah semua orang kini seperti terpukau, namun dia tidak mau memikirkan hal lain dia hanya menganggap mereka semua terlalu syok sehingga tak dapat mengeluarkan kata-kata.


Pertunjukan Maeli Su selesai, terdengarlah suara sorakkan yang begitu sangat keras diiringi dengan tepuk tangan yang sangat meriah menemani langkahnya kembali ketempat semula.


"Bagaimana mungkin wanita buruk rupa ini menjadi begitu cantik" batin Lira Su yang sangat syok dengan apa yang dilihatnya.


Maeli Su pun berjalan ke arahnya sembari membisikkan "Terima kasih telah membantu ku menyingkirkan dirimu sendiri, sekarang nikmatilah hukuman mu" ucap Maeli Su dengan penuh penekanan diiringi dengan senyuman jahatnya yang mematikan.


Kasim pun masih saja terpukau dengan penampilan Maeli Su, dia baru tersadar ketika kaisar memanggil namanya berulang kali.


Kasim pun meminta maaf kepada kaisar akan kecerobohannya, lalu dia pun berkata "Nona kedua keluarga Su Lira Su akan dinyatakan kalah dan dia juga akan menerima hukuman selama lima tahun tak dapat mengikuti acara kesenian apapun, karena dia telah melanggar ketentuan yang telah lama ditetapkan".


"Apa, kenapa bisa begitu aku hanya tak sengaja melakukannya tolong jangan hukum aku dengan cara seperti itu, aku tak masalah jika harus dinyatakan kalah namun aku tak bisa menerima hukuman lainnya" ucap Lira Su sembari memohon kepada kasim yang menjadi juri di dalam perlombaan itu.


"Nikmati saja hukuman mu itu, kau memang wanita ular yang telah menelan bisa mu sendiri " batin Maeli Su.


"Pengawal cepat bawa dia turun dari panggung" ucap kasim dengan suara lantang.


Para pengawal pun dengan segera membawa turun Lira Su dari panggung secara paksa, bahkan selama perjalanan terlihat Lira Su masih memohon untuk mengganti hukumannya.


"Pemenang perlombaan memainkan alat musik pada tahap kedua kelompok ke tiga dimenangkan oleh nona pertama keluarga Su Maeli Su" ucap Kasim dengan sangat lantang.


Semua orang pun bertepuk tangan atas kemenangan Maeli Su mereka sangat kagum akan penampilan Maeli Su bukan hanya pada permainan kecapinya juga pada kecantikan wajahnya.


"Aku pasti akan menjadikan mu sebagai permaisuri ku" batin ketiga pangeran di kekaisaran utara.


Semua orang semakin mengaguminya dan mengatakannya sebagai orang berbakat di kekaisaran ini, karena sangat jarang ada orang yang dapat menguasai tiga jenis alat musik sekaligus, biasanya orang hanya terfokus pada satu atau dua alat musik saja sehingga ketika dia telah dapat memahaminya dan lulus pengujian maka dia akan dinyatakan sebagai ahli dalam bidang itu.


Maeli Su pun memulai pertunjukannya kali ini dia menampilkan musik phonix abadi yang merupakan satu-satunya musik tingkat tinggi yang belum pernah ditampilkan kembali setelah seratus tahun lamanya.


Semua orang pun terhipnotis dengan penampilan Maeli Su, hingga tanpa sadar mereka pun ikut menangis ketika mendengar suara musik yang terdengar sangat memilukan, bahkan mereka pun menjadi begitu bahagia ketika musik tersebut terdengar menceritakan tentang kebahagiaan, penampilan pun telah selesai.


Semua orang pun sangat menyukai penampilan dari Maeli Su sehingga tanpa segan mereka meneriaki nama Maeli Su dan sebagian lagi memanggilnya dengan sebutan dewi mawar karena mereka melihat simbol mawar di baju yang dikenakannya bahkan orang yang berada di posisi lebih dekat dengan panggung dapat melihat ukiran mawar yang berada dikeningnya.


Penampilan seluruh peserta lomba pun telah selesai dan kini saatnya kasim mengumumkan hasil perlombaan memainkan alat musik "Perlombaan memainkan alat musik dimenangkan oleh nona pertama keluarga Su Maeli Su" ucap kasim dengan suara yang lantang namun terlihat sangat puas akan pertunjukan yang baru saja dilihatnya.


Maeli Su pun maju ketempat yang telah di tetapkan untuk mengambil hadiahnya berupa uang tunai sebanyak 1000 keping emas dan juga dua ramuan tingkat B.


Acara perlombaan telah selesai kaisar pun menutup perayaan ini dengan wajah yang sangat gembira dan semua orang pun membubarkan diri untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Karena perlombaan tadi banyak orang yang telah merubah pandangan mereka mengenai Maeli Su bahkan mereka telah menjadikannya sebagai idola.


Di kediaman kaisar, kini pangeran kedua sengaja langsung datang untuk menemui ayah handanya setelah mendapatkan kabar jika ayah handanya telah sampai di kediaman selepas pulang dari tempat perayaan.


"Salam hormat ayah handa" ucap pangeran kedua sembari menundukkan kepalanya.


Kaisar pun segera meminta putranya itu untuk duduk dan menyampaikan keperluannya hingga rela datang semalam ini.


"Ayah handa maksud kedatangan saya kesini adalah untuk meminta kepada ayah handa mengeluarkan dekrit pernikahan untukku dengan nona pertama keluarga Su" ucap pangeran kedua dengan penuh percaya diri.


Kaisar yang mendengar hal itu pun tersenyum menatap ke arah anak laki-lakinya iu, karena dia merasa senang sebab anak keduanya ini sama sekali belum pernah meminta untuk dikeluarkan dekrit pernikahan sama sekali.


"Nak maafkan ayah handa, ayah handa tidak bisa mengabulkan keinginan mu untuk yang satu ini" ucap kaisar yang menatap lembut ke arah anaknya diiringi dengan rasa bersalah karena tak dapat mewujudkan keinginan anaknya itu.


"Ayah handa apakah sudah ada orang yang lebih dahulu menemui ayah handa untuk meminta dekrit pernikahan dengan nona pertama keluarga Su" tanya pangeran kedua dengan penuh rasa ingin tau.


Kaisar pun menggelengkan kepalanya "Tidak nak untuk saat ini belum ada yang meminta dekrit pernikahan kepada ayah, hanya saja ayah telah berjanji kepada nona pertama keluarga Su untuk tidak mencampuri masalah pernikahannya, dia juga dibebaskan untuk memilih suaminya sendiri dan ayah juga telah menurunkan dekrit resmi atas hal itu" jelas kaisar kepada putranya.


Kaisar pun kembali berkata "itu semua ayah lakukan sebagai bentuk permintaan maaf kepadanya karena anggota keluarga kita telah membatalkan dua kali pernikahan dengannya dan ayah sangat merasa bersalah akan hal itu apalagi hal tersebut sempat merusak reputasinya".