
"Terima kasih tuan karena telah mengingatkan aku, sebenarnya aku sendiri pun tak pernah menyamakan para lawan-lawan ku sebab setiap orang pasti memiliki kemampuan dan cara yang berbeda-beda dalam sebuah pertarungan" ucap Maeli Su dengan tulus sebab dia sangat jarang sekali bertemu dengan orang yang kini akan menjadi lawannya.
Pertandingan pun dimulai Maeli Su masih memperhatikan langkah yang akan lawannya ambil "On keluarlah" ucap lawannya itu untuk memanggil hewan kontraknya berupa badak purba.
"Wah ternyata seorang samonir, padahal pada pertandingan sebelum-sebelumnya dia tak pernah mengeluarkan hewan kontraknya dan aku rasa masih ada lagi kejutan lain darinya benar-benar membuat ku semakin semangat saja" batin Maeli Su sembari tersenyum senang dibalik maskernya.
Disisi lain masih ditempat yang sama Momo pun kini menjadi sedikit tertarik dengan pertandingan itu setelah melihat hewan kontrak milik lawan Maeli Su yang merupakan badak bercula satu "Ah sepertinya ini akan sedikit menarik, selain itu laki-laki itu juga bukanlah orang yang sederhana karena tak akan mudah menjadikan badak bodoh itu menjadi hewan kontrak" ucap Momo dengan acuh tak acuh tanpa peduli dengan keterkejutan Mumu dan juga para bawahan Maeli Su itu.
"Senior, yang senior katakan itu benar, sepertinya salah satu dari kita juga harus menemani nona untuk ikut serta dalam pertandingan itu" ucap Mumu dengan penuh sopan pada Momo.
Momo pun masih menatap kearah dimana Maeli Su berada "Tak perlu biar anak baru itu saja yang menemaninya agar dia lebih siap dalam bertarung bukan hanya sibuk berlari-larian tak tentu arah saja" ucap Momo dengan malasnya.
"Baiklah kalau begitu senior" ucap Mumu dengan masih begitu sopan meskipun jauh didalam hatinya dia pun syok dengan apa yang dikatakan seniornya itu mengenai anak baru itu.
Sedangkan para bawahan Maeli Su yang mendengar Pembicaraan antara Momo dan Mumu pun mulai penasaran dengan anak baru yang mereka berdua maksudkan karena sudah pasti jika anak baru itu juga merupakan hewan spritual namun belum ada dari mereka berempat yang sudah melihatnya.
"Sepertinya kau bukan hanya seorang samonir ya tuan, aku jadi semakin menunggu kejutan lainnya darimu" ucap Maeli Su kepada laki-laki yang ada dihadapannya.
Mendengar suara yang di dengarnya dia pun yakin jika dibalik jubah itu merupakan seorang wanita dan hal tersebut membuat laki-laki itu pun tertawa "Sebenarnya kita sama saja nona, aku rasa kau pun juga memiliki begitu banyak kejutan, sebenarnya jika memungkinkan aku ingin bertemu denganmu dalam kondisi terbaikku, namun sayang itu tak dapat terjadi lagi tapi kita masih dapat berjumpa kembali dilain waktu" ucap laki-laki tersebut yang mulai tertarik dengan Maeli Su, selain itu sebenarnya laki-laki tersebut tengah melakukan penyamaran sebagai salah seorang peserta perlombaan utusan bangsawan.
"Kau benar aku juga berharap dapat bertemu lagi dengan mu dalam kondisi terbaik kita masing-masing" ucap Maeli Su sembari menganggukkan kepalanya.
"Mimi keluarlah" ucap Maeli Su kembali untuk memanggil hewan kontrak barunya yang merupakan seekor kuda bersayap dan juga merupakan salah satu dari empat hewan dewa.
Mendengar hal itu Momo pun tertawa "Kasian sekali kuda bodoh itu, bagaimana dia bisa senang dengan nama pemberian yang buruk seperti itu" ucap Momo.
Sedangkan orang-orang yang berada disana tercengang tak percaya melihat hewan kontrak milik Maeli Su "Apakah itu benar-benar kuda terbang, bagaimana bisa orang itu mengikat kontrak dengan salah satu dari empat hewan dewa" ucap mereka dengan riuhnya.
Maeli Su pun mengelus kepala kuda terbang itu "Mari Lakukan bersama" ucap Maeli Su kepada hewan kontraknya itu.
"Wah nona aku tak menyangka jika kau berhasil melakukan kontrak dengan salah satu hewan dewa, sepertinya aku harus sedikit mengubah rencanaku karena hewan purbaku ini tidak akan mampu melawannya dengan mudah" ucap laki-laki tersebut.
Dengan segera pertempuran pun terjadi terlihat semua orang dengan begitu antusias berteriak dan juga memberikan dukungan pada masing-masing jagoan mereka dan pertandingan yang mereka saksikan itu merupakan pertandingan yang terkuat beberapa babak ini.
Melihat hewan kontraknya berada dalam situasi tersudutkan laki-laki itu pun segera membantunya dengan memberikan kekuatannya pada badak bercula satu itu
"Ternyata dia telah berada ditingkat legend bintang dua, siapa sebenarnya laki-laki ini bahkan ilmu beladirinya berada di atas kaisar Hong" batin Maeli Su semakin penasaran dengan orang yang kini tengah menjadi lawannya.
Laki-laki tersebut menyadari jika nona muda yang kini berada dihadapannya telah mengetahui tingkatan kekuatannya "Wah ternyata dia diluar ekspetasiku, aku rasa aku telah menemukan orang yang cocok untuk berada disamping ku" batin laki-laki tersebut sembari tersenyum lembut kearah Maeli Su.
"Kenapa tiba-tiba dia tersenyum padaku, eh tapi aku tak menyangka saat dia tersenyum seperti terlihat manis juga" batin Maeli Su.
Pertandingan tersebut pun berlangsung lebih lama dari pada pertandingan yang lainnya hingga kedua belah pihak pun terdesak, namun Maeli Su yang merupakan seorang ahli ramuan sangat diuntungkan sebab dia dengan cepat meminum pil pemulih energi dan juga memberikannya pada hewan kontraknya, tak berselang lama Maeli Su pun menjadi pemenang pada pertandingan itu.
Sebenarnya Maeli Su tidak perlu bersusah payah melawan laki-laki tersebut karena dari tingkat kultivasi Maeli Su berada satu bintang di atasnya namun karena Maeli Su ingin menutupi tingkat kuktivasinya hal seperti itu pun terjadi.
Sedangkan hewan kontrak milik Maeli Su yaitu Mimi belum berada dikondisi terbaiknya karena masih dalam tahap penyembuhan dari racun yang sempat diterimanya, jika saja Mimi berada dikondisi terbaiknya tentu saja badak bercula satu yang merupakan hewan purba itu bukanlah apa-apa baginya.
"Selamat atas kemenangan mu nona, aku benar-benar berharap dapa bertemu dengan mu kembali" ucap laki-laki tersebut sembari berjabat tangan dengan Maeli Su dan membarikan sebuah liontin giok yang begitu cantik, tanpa menunggu jawaban dari Maeli Su laki-laki tersebut pun segera pergi dari tempat itu.
Awalnya Maeli Su ingin mengembalikan liontin giok itu namun sebelum dia dapat melakukannya laki-laki tersebut sudah lebih dulu menghilang dari hadapannya.
Maeli Su pun kembali ketempat duduknya sembari terus menatap benda yang kini ada ditangannya, Momo yang melihat hal itu pun segera duduk di pangkuan Maeli Su dan melihat apa yang membuat nona muda yang membuat kontrak dengannya itu tertegun seperti itu.