Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Pemikiran Mereka


"Kak terima kasih banyak karena telah membawa ku keluar dari acara penyambutan yang tidak menyenangkan itu" ucap Mira Su yang kini tengah duduk manis di ruangan Eli Su.


"Tak perlu sangkan begitu kita kan keluarga, awalnya kakak berencana ikut karena kakak mengira jika kakak pertama akan ikut, eh ternyata kakak pertama malah tidak ada" ucap Eli Su sembari memakan cemilan.


"Kakak merasa tidak enak dengan kak Bryn, pasti saat ini kak Bryn marah karena kita tidak membawanya pergi" sambung Eli Su kembali.


Mira Su pun menganggukkan kepalanya "Kakak benar, ah aku jadi merasa tak enak dengan kak Bryn" ucap Mira Su.


Di kediaman utama keluarga Su, kini pangeran keempat dan Lira Su telah sampai mereka berdua pun segera duduk di tempat yang telah disediakan setelah lebih dahulu memberi hormat pada Ray Su selaku tuan besar dikediaman tersebut.


Selir Zia Le merasa sangat senang melihat anaknya mengenakan barang-barang yang sangat mewah "Memang benar-benar anak ku, ibunda sangat bangga padamu" ucap selir Zia Le di dalam hatinya.


"Ibunda aku sangat merindukanmu, aku juga membawakan banyak hadiah untuk ibunda" ucap Lira Su dengan wajah yang bahagia.


"Ibunda juga sangat merindukanmu nak, tak perlu repot-repot membawakan ibunda banyak hadiah seperti ini, melihat kau datang saja ibunda sudah sangat senang" ucap selir Zia Le yang merasa puas dengan hadiah yang dibawa putrinya itu, dia pun sudah tak sabar ingin melihat semua hadiah itu.


Sedangkan pangeran keempat sedari tadi merasa tak senang karena dia sama sekali tak melihat keberadaan Maeli Su, padahal tujuan awalnya ikut kembali ke kediaman itu adalah untuk mencuri hati Maeli Su dengan cara memberikan perhiasan yang sudah dibawanya.


"Ah benar-benar sial, padahal aku sengaja menyiapkan semua ini untuknya tapi ternyata dia malah tidak ada" Batin Pangeran keempat sembari memegang kotak yang ada di tangannya.


Pangeran keempat tak sadar jika sedari tadi Lisa Su diam-diam menatap ke arahnya "Kotak apakah itu? Oh jangan-jangan itu adalah hadiah yang telah disiapkan pangeran keempat untukku, uhhh... benar-benar manis sekali" Batin Lira Su sembari tersenyum penuh arti.


Karena merasa sangat bosan Bryn Su hanya memperhatikan mereka semua saja, dia merasa sangat jengkel karena terjebak dalam acara penyambutan yang sangat memuakkan itu bahkan berkali-kali dia pun diam-diam menarik napas dalam-dalam.


Ketika asik memperhatikan sekelilingnya tiba-tiba tatapan mata Bryn Su berhenti pada kotak yang di pegang oleh pangeran keempat "Mohon maaf pangeran keempat, jika saya boleh tau kotak apakah itu, dari tadi saya perhatikan pangeran hanya memegangnya saja" ucap Bryn Su dengan penuh penasaran.


"Ini adalah kotak hadiah yang ingin kuberikan kepada nona pertama keluarga Su namun karena dia tidak datang di acara penyambutan ini terpaksa aku harus memberikannya lain waktu" ucap pangeran keempat dengan santainya.


Semua orang yang berada diruangan itu pun terkejut mendengar apa yang dikatakan pangeran keempat "Apa dia bilang hadiah untuk kakak pertama, enak saja dia ingin mendekati kakak pertama setelah lebih dahulu menikahi adikku Lira meskipun aku tak menyukai adik ku yang satu itu bukan berarti laki-laki brengsek ini bisa dengan mudah menggoda kakak pertama" batin Bryn Su yang merasa sangat kesal dengan perkataan pangeran keempat.


"Dasar sampah si buruk rupa aku tak akan pernah membiarkan mu mendapatkan apapun dari suami ku itu dan aku juga akan menambah perhitungan diantara kita" batin Lira Su dengan penuh amarah karena suaminya malah menyiapkan hadiah untuk Maeli Su bukan untuknya.


Kini semua orang yang berada di ruangan itu pun sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing yang tentunya tidak ada satupun dari mereka yang akan membiarkan pangeran keempat bersama Maeli Su.


Di bagian terdalam hutan Maeli Su kini tengah berjalan menuju tempat dimana dia akan bertemu dengan para bawahannya.


"Aku merasa sangat senang hari ini selain mendapatkan banyak barang berharga aku juga kini telah mencapai tingkat Legend bintang tiga dan tinggal sedikit lagi aku akan berada di puncak tertinggi" batin Maeli Su sembari berjalan.


"Nona apakah terjadi sesuatu pada nona, kami semua sangat mengkhawatirkan keadaan nona karena nona telah pergi sangat lama" ucap Lili yang melihat kedatangan nonanya.


"Tenanglah Lili aku tidak apa-apa, hanya saja karena terlalu semangat berlatih aku sampai melupakan waktu hingga tak sadar hari sudah sesore ini" ucap Maeli Su dengan tenang.


"Bagaimana kemajuan kalian apakah kalian bisa mencapai tingkatan yang ku minta" sambung Maeli Su kembali.


"Nona kami semua telah berhasil mencapai tingkatan yang nona minta dan bukan hanya itu nona peningkatan kami pun melebihi apa yang nona inginkan hanya saja" ucap Lili yang tiba-tiba tak ingin melanjutkan perkataannya.


Maeli Su yang mendengar Lili tak meneruskan perkataannya pun merasa aneh "Apakah terjadi sesuatu" ucap Maeli Su.


Tiba-tiba Lili pun menundukkan kepalanya dan tanpa sadar air matanya pun menetes "Nona maafkan kami, karena sibuk dengan pelatihan masing-masing kami tak tau jika Nana telah lama tak sadarkan diri" ucap Lili dengan dipenuhi deraian air mata yang semakin membanyak.


"Bawa aku ketempat Nana berada" ucap Maeli Su.


Dengan segera Lili pun menuntun nonanya itu ke tempat dimana kuda mereka berada dan tampaklah disana Nana tengah tak sadarkan diri dimana Leo dan Alan sibuk menjaganya.


"Nona, tadi aku menemukan Nana sudah dalam keadaan tak sadarkan diri ketika aku ingin kembali ke tempat ini" ucap Alan dengan wajah penuh khawatir.


"Kami juga telah berusaha membangunkannya dengan berbagai cara namun tak ada satupun yang berhasil" sambung Leo.


Maeli Su pun dengan segera berjalan ke arah Nana dan dia pun memeriksa keadaannya, setelah beberapa saat Maeli Su pun tersenyum dan mereka bertiga yang melihat hal itu pun menjadi sangat heran.


Melihat para bawahannya heran Maeli Su pun berusaha menenangkan mereka "Kalian tenanglah tidak akan terjadi apa-apa dengannya, saat ini tubuhnya hanya sedang mengurai racun yang baru saja di makannya, karena racun yang di makannya merupakan racun yang sangat kuat dan juga langka membuat dia tak sadarkan diri dan memerlukan waktu tiga hari lagi untuk siuman" jelas Maeli Su.


Mendengar penjelasan dari nonanya itu dengan seketika mereka pun merasa sangat lega dan juga mereka merasa bangga dengan Nana karena telah berhasil menemukan racun yang sangat langka.


Maeli Su sendiri tak pernah menyangka jika Nana akan seberuntung itu, bukan hanya Nana dia pun sangat kagum kepada para bawahannya yang lain karena telah berhasil melewati batasan mereka sendiri dan tanpa sepengetahuan para bawahannya Maeli Su juga sudah mengetahui ditingkatan apa para bawahannya itu berada.