
"Tujuan ku datang kemari untuk meminta putra mu Bryn Su agar segera menikahi putri ku Nara" ucap kaisar dari Kekaisaran timur.
Mendengar apa yang baru saja dikatakn kaisar dari kekaisarannya itu, Ray Su pun menjawab "Aku sama sekali tak masalah mengenai pernikahan antara anakku dan putri Nara jika ingin segera di langsungkan namun semua itu bukan aku yang memutuskannya karena aku telah memberikan hak kepada semua anak-anakku untuk menentukan pernikahan mereka sendiri".
Mendengar jawaban itu rawut wajah kaisar dari kekaisaran timur itu pun berubah masam namun dia sama sekali tak menampakkannya secara langsung sebab dia tidak bisa memancing keributan dengan keluarga Su, karena jika dia melakukan itu maka tahta miliknya lah yang akan menjadi taruhannya.
"Mohon maaf kaisar aku belum bisa mengadakan pesta pernikahan dalam waktu dekat ini dan jika kaisar sudah tak sabar lagi untuk dapat melihat putri Nara segera menikah maka nikahkan saja dia dengan orang lain" ucap Bryn Su dengan tegas.
Mendengar perkataan tersebut kaisar dari kekaisaran timur pun menjadi sangat geram "Baiklah jika begitu" ucap kaisar dari kekaisaran timur dengan wajah yang merah karena menahan amarah dan tangan yang di kepal kuat.
"Mohon kaisar memaafkan putra ku yang bodoh ini, dia tidak bermaksud demikian dia hanya ingin menemukan kakak pertamanya lebih dahulu, itulah yang membuat dia menunda pernikahannya dengan putri Nara" ucap Ray Su menjelaskan.
"Kaisar sebagai tanda keseriusan dari kami jika kami akan menikahkan anak laki-laki kami dengan putri Nara, bagaimana jika putri Nara segera tinggal dikediaman keluarga Su ini dan kami akan menyiapkan tempat tinggal untuknya, selain itu walaupun putri Nara telah tinggal di kediaman keluarga Su, hamba bersumpah putra hamba tidak akan menyentuhnya dan jika itu terjadi maka nama keluarga Su yang akan menjadi jaminannya" ucap Ray Su kembali.
Mendengar perkataan Ray Su tersebut kaisar dari kekaisaran timur itu pun dengan segera berkata "Baiklah jika begitu, aku akan mengirim putri ku bersama dengan para pengawal dan juga dayang-dayangnya dua hari lagi, aku akan memegang semua kata-kata mu itu dan orang-orang dari kekaisaran barat ini akan menjadi saksi atas apa yang telah kau katakan".
Setelah mengatakan perkataan tersebut kaisar dari kekaisaran barat itu pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Su dengan raut wajah senang karena dengan begitu dia sudah di anggap telah berhasil menjalin hubungan melalui pernikahan dengan anggota keluarga Su yang merupakan keluarga yang sangat berpengaruh di benua tengah saat ini yang mana kekuatan keluarganya beberapa kali lipat melebihi pasukan militer kekaisaran.
Sedangkan di aula utama keluarga Su, Bryn Su pun menatap ke arah ayahandanya dengan tatapan penuh tanya, melihat anak laki-lakinya menatap ke arahnya seperti itu Ray Su pun tersenyum "Jika bukan karena ayahanda mengetahui dengan sangat baik bagaimana putri Nara mana mungkin ayahanda mau melakukan hal seperti itu, selain itu ayahanda juga tau jika kau juga mencintai putri Nara sama seperti dia mencintai dirimu" ucap Ray Su dengan nada menggoda anak laki-lakinya itu.
"Ayahanda tolong hentikan" ucap Bryn Su dengan wajah yang memerah dan mereka yang berada di dalam aula utama itu pun tertawa melihat kejadian itu.
"Ayahanda maaf telah memotong pembicaraan ayahanda, dapatkah saya berbicara dengan ayahanda tanpa ada para pengawal juga para pelayan ini" ucap kaisar Hong sembari melirik ke arah para pengawal dan para pelayan yang sedari tadi berdiri di setiap sudut ruangan itu.
Para pelayan dan juga para pengawal itu pun dengan segera membungkukkan kepala mereka sembari meminta izin untuk pergi dari ruangan itu.
Selepas kepergian mereka, yang tersisa di aula utama itu pun hanya tuan besar keluarga Su yaitu Ray Su, nyonya rumah keluarga Su yaitu La Xia, tuan muda keluarga Su yaitu Bryn Su, kaisar dari kekaisaran barat yaitu kaisar Hong dan seoarang penjaga bayangan kaisar Hong yang selama ini mendapatkan perintah untuk mengawasi kediaman keluarga Su.
"Ayahanda, mohon maaf sebelumnya jika aku terdengar sangat lancang, tadi aku sempat bertemu dengan putri pertama ayahanda yaitu Maeli Su, aku ingin menyampaikan keinginan hati yang sempat tertunda selama setahun lebih ini kepada ayahanda, yaitu untuk menjadikan putri pertama ayahanda sebagai permaisuri ku dan juga sekaligus menjadi satu-satunya wanita yang akan berada disisiku hingga aku mati nanti" ucap kaisar Hong dengan penuh keyakinan akan setiap kata yang di ucapkannya.
Mendengar kata-kata kaisar Hong tersebut Ray Su pun tersenyum lebar begitu pula dengan La Xia serta Bryn Su "Ayahanda sangat mengetahui bagaimana besarnya kamu mencintai putri ayahanda yaitu Maeli Su karena itu ayahanda akan menerima keinginan hati mu itu, namun untuk langkah selanjutnya kamu sendiri yang harus berusaha mendapatkan persetujuan dari putri ayahanda itu, sebab seperti yang sudah kau ketahui sebelumnya jika ayahanda tidak akan ikut campur mengenai pernikahan anak-anak ayahanda namun ayahanda akan menjadi pendukung pertama mu untuk dapat bersama denganya" ucap Ray Su dengan wajah bahagia karena dia sangat yakin jika tak lama lagi putrinya akan menikah dengan orang yang sangat menyayangi dan juga mencintai putri kesayangannya itu.
"Syukurlah jika ayahanda berkata demikian, aku merasa sedikit lega" ucap kaisar Hong sembari tersenyum senang.
"Nak, jika nanti kau telah melakukan banyak usaha namun putri Ayahanda masih juga tidak membuk hatinya padamu, ayahanda tidak akan menyalahkan mu jika kau memilih untuk mundur dan mencari wanita lain sebagai pendamping hidup mu" ucap Ray Su kembali sebab dia tak mau kaisar Hong membuang-buang waktu dan usahanya untuk orang yang tidak menghargai usahanya itu meskipun itu sendiri adalah putrinya yang sangat ia sayangi.
Kaisar Hong pun tersenyum mendengar perkataan tersebut "Ayahanda aku akan terus berusaha dan melakukan berbagai cara agar putri ayahanda itu mau menerima ku, walaupun aku harus menunggu beberapa bulan atau bakan tahunan lagi" ucap kaisar Hong yang sangat kagum kepada calon mertuanya itu karena tidak membela anaknya sendiri seperti orang tua pada umumnya.
Percakapan di aula utama itu pun terus berlanjut dengan hangat layaknya sebuah keluarga yang sangat bahagia.
Di tempat lain di istana kekaisaran timur "Segera panggil putri ku Nara, katakan padanya jika ada hal penting yang harus segera ku katakan padanya" ucap kaisar dari kekaisaran timur pada salah satu dayang yang berada di ruangan itu.
Tak berselang lama putri Nara pun telah tiba "Aku memberi hormat kepada ayahanda" ucap putri Nara sembari menundukkan kepalanya dan kaisar dari kekaisaran timur itu pun segera meminta anaknya untuk mendekat ke arahnya dan memerintahkan seluruh pengawal juga para dayang untuk keluar dari ruangan itu.