
"Beberapa hari setelah kejadian itu tersebar berita jika Mimi telah meratakan sebuah kekaisaran di benua ti dan membuat semua orang yang berada di istana kekaisaran pun mati, menurut mu apakah Mimi akan melakukan hal seperti itu begitu saja, aku sangat yakin jika kelompok yang pernah menyergap kita dulu adalah orang-orang dari kekaisaran itu sehingga pembantaian ke kaisaran itu pun terjadi, namun aku tak tau kenapa hanya Mimi saja yang muncul tapi tidak dengan nona, jujur saja hal itu membuat ku khawatir, aku sangat takut jika nona dalam kondisi yang tidak baik-baik saja" ucap Alan sembari mengingat kembali ketika dia mendapatkan berita tersebut dari kakek tua yang kini telah menjadi gurunya.
Mendengar hal itu dengan seketika wajah Leo pun berubah menjadi suram karena dia tak pernah menyangka jika nonanya berada dalam kondisi seperti itu dan hal itu membuat dia sedih namun di sisi lain di juga merasa sedikit lega karena dengan munculnya Mimi dapat dipastikan jika nonanya tak kehilangan nyawa.
"Selain keberadaan nona, aku juga tak dapat mengetahui keberadaan kalian semua, seolah-olah kalian semua telah menghilang dari bumi ini" ucap Alan kembali.
Mendengar perkataan Alan tersebut Leo pun menatap lekat ke arahnya "Jika kau berkata seperti itu mungkin saja nona dan juga yang lainnya berada di suatu tempat yang tak dapat kita jangkau, jujur saja baik kau maupun aku sudah pasti tak akan dapat menemukan mereka yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu kedatangan mereka saja di tempat ini karena bisa saja mereka juga melewati hari-hari yang sulit seperti yang telah kita lewati selama ini, asal kau tau saja selama ini aku terjebak di dalam gua seorang dan aku baru bisa keluar dari tempat itu setelah menyelesaikan pewarisan, kau sendiri juga pasti telah melewati hal yang tak terduga kan?" tanya Leo.
"Apa yang kau katakan benar aku sendiri juga mengalami hal yang tak pernah terduga, jika kita berdua saja mengalami hal seperti itu maka sudah pasti mereka juga pasti mengalaminya namun aku yakin mereka pasti akan segera kembali ke tempat ini" jawab Alan sembari menatap ke arah Leo.
Leo pun menganggukkan kepalanya "Apa yang kau katakan benar, mereka pasti akan segera kembali ketempat ini kita hanya bisa berharap tak ada hal buruk yang menimpa meraka" ucap Leo dengan wajah sendu sembari mengingat kembali saat dimana dia dan teman-temannya harus melarikan diri sebab tak ingin membuat nona mereka kesulitan karena harus bertarung sembari melindungi mereka.
Di tempat lain di sebuah penginapan yang terletak di perbatasan antara kekaisaran utara dan ke kaisaran timur, "Akhirnya aku sampai juga di kekaisaran timur, aku sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan nona juga yang lainnya, kira-kira bagaimana ya penampilan mereka saat ini apakah masih seperti yang dulu, sejujurnya aku tak begitu peduli dengan perubahan penampilan mereka karena menurut ku yang lebih penting dari itu semua aku dapat bertemu dan bersama dengan mereka lagi" ucap Lili dengan pelan sembari membayangkan perubahan teman-temannya juga nonanya.
Sedangkan tak jauh dari tempat penginapan Lili, "Sepertinya aku harus segera melanjutkan perjalanan besok karena semua informasi yang aku butuhkan sudah aku dapatkan" ucap Nana sembari menatap ke arah luar jendela kamar yang sengaja dia buka.
Nana sengaja menunda perjalanannya ke tempat perjanjian mereka karena Nana ingin mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya baik itu tentang nonanya, teman-temannya, kediaman Su bahkan juga kekaisaran timur.
Nana melakukan hal tersebut karena dia ingin mengetahui apa saja yang telah berubah selama satu tahun kepergiannya, baik di kekaisaran timur sendiri maupun di kediaman keluarga Su, selain itu dia juga berusaha untuk mencari keberadaan nonanya juga teman-temannya namun sayang dia sama sekali tak menemukan apa-apa.
"Hei berhenti, tolong berhenti sebentar" ucap Nana dengan suara yang begitu keras hingga wanita itu pun menghentikan kudanya.
"Apakah kau Lili?" ucap Nana yang baru saja tiba di samping wanita berjubah itu.
Mendengar perkataan seperti itu, wanita itu pun dengan segera menatap ke arah Nana "Nana, apakah kau benar-benar Nana, iya benar ini aku Lili akhirnya aku dapat juga bertemu dengan mu, padahal selama ini aku selalu bersusah payah mencari keberadaan mu, nona juga teman-teman kita yang lainnya" ucap Lili dengan begitu bahagianya.
Nana yang mendengar hal itu pun dengan segera menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan sangat lebar "iya benar Lili ini aku, aku juga telah mencari mu juga yang lainnya dalam waktu yang sangat lama namun aku sama sekali tak bisa menemukan apa-apa" ucap Nana sembari mengingat kembali saat-saat dia mencari keberadaan nona juga teman-temannya.
"Namun syukurlah kita telah bertemu kembali, karena dengan bertemunya kita sudah pasti kita juga akan dapat bertemu dengan yang lainnya termasuk juga nona, ah aku benar-benar tak sabar ingin segera bertemu dengan mereka juga" ucap Lili dengan begitu gembira.
Nana pun menganggukkan kepalanya "Kau benar Lili aku yakin pasti kita akan dapat segera bertemu dengan mereka" ucap Nana dengan penuh keyakinan.
Mereka pun terus menerus membicarakan banyak hal sembari melanjutkan perjalanan mereka ke gua dimana mereka akan berkumpul dengan yang lainnya.
Sedangkan di tempat lain di kediaman keluarga Su "Ayahanda aku tak akan melakukan pernikahan ini sebelum kakak pertama ditemukan, bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan pernikahan sedangkan keadaan kakak pertama saja belum dapat di pastikan hidup atau matinya" ucap Bryn Su kepada ayahandanya dengan wajah sedih sembari memikirkan kakak pertamanya Maeli Su.
"Baiklah jika itu keputusanmu maka ayahanda akan segera mengabarkan kepada kaisar jika pernikahan antara kau dan putri akan di tunda hingga kakak pertama mu ditemukan, selain itu jika putri tak bersedia menunggu maka lebih baik pernikahan kalian dibatalkan saja" ucap Ray Su, Bryn Su yang mendengar perkataan ayahandanya itu pun menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh ayahandanya itu, setelah beberapa saat Ray Su pun meninggalkan kediaman Bryn Su dengan wajahnya yang dingin hingga membuat para pengawal tak berani menimbulkan suara sekecil apa pun bahkan mereka sama sekali tak berani menatap wajah tuan mereka itu, perubahan suasana dikediaman Su itu pun terjadi karena hilangnya Maeli Su yang merupakan nona pertama keluarga Su.