Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Sebagai Pelajaran


"Entahlah aku juga tidak tau" ucap Maeli Su sembari bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian mengambil Momo lalu memeluknya sembari berjalan menuju jendela kamarnya yang baru saja dia buka.


Melihat sikap Maeli Su Momo pun mengerti apa yang terjadi "Kalau kau merasa bersalah atas apa yang telah kau lakukan maka jadikan itu sebagai pelajaran dan mulailah menata kembali kehidupan mu yang baru walau pun itu masih tetap bersama kaisar Hong atau pun bersama dengan orang lain" ucap Momo dengan bijak.


"Kau benar Momo, aku memang merasa bersalah kepada kaisar Hong karena telah mengira ia selingkuh namun setelah aku pikir-pikir kembali sepertinya bukan aku saja yang salah tapi dia juga, karena dia tidak memberi tahukan padaku terlebih dahulu kebenarannya" ucap Maeli Su dengan penuh keyakinan.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan Maeli Su, Momo pun menggeleng-gelengkan kepalanya "Dasar manusia, apa karena tak ingin disalahkan makanya kau mencari pembenaran diri? Selain itu apakah semua manusia bersikap seperti mu, jika ia kasihan sekali kalian" ucap Momo dengan sangat kesal dan kemudian langsung menghilang dari pelukan Maeli Su.


"Momo kenapa kau tiba-tiba menghilang padahal aku baru saja ingin menjawab pertanyaan mu itu, sebenarnya tidak semua manusia seperti itu, kebanyakan wanita yang akan bersifat seperti itu ketika menjalin sebuah hubungan namun tidak juga dalam segala hal, benarkan apa yang baru saja aku katakan Mimi, Mumu" ucap Maeli Su sembari menatap kearah Mimi dan Mumu secara bergantian.


Karena tatapan dari majikan mereka itu mereka berdua pun saling menatap satu sama lain dan setelah itu mereka berdua pun ikut menghilang mengukuti senior mereka Momo dan hal itu tentu saja membuat Maeli Su merasa sangat kesal hingga dia terus menerus mengoceh, tak lama setelah itu dia pun merasa lelah lalu memutuskan untuk tidur.


Di tempat lain di dunia dimensi milik Maeli Su, "Untung saja kita berhasil melarikan diri dari nona, jika tidak aku tidak akan tau hal apa yang akan menimpa kita tadi" ucap Mimi dengan penuh syukur.


Mumu yang mendengar hal itu pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Benar phonix apa yang baru saja kau katakan, ternyata manusia yang melakukan kontrak dengan kita sangat menyeramkan" ucap Mumu dengan tegas.


***


"Pengawal mulai hari ini buka kembali gerbang kediaman keluarga Su dan mulai hari ini juga keluarga Su akan menerima siapa pun orang yang akan datang mengunjungi kediaman ini" ucap Ray Su kepada para pengawal yang ada di kediaman utama dan mereka pun hanya menuruti apa yang diperintahkan tuan mereka walaupun jauh di lubuk hati mereka, mereka merasa sangat heran karena pagi-pagi sekali mereka semua sudah di kumpulkan lalu kemudian mendapatkan perintah untuk membuka gerbang kediaman keluarga Su setelah setahun lebih di tutup karena nona pertama keluarga Su menghilang dan yang mereka tau nona pertama keluarga Su belum ditemukan hingga saat ini.


Di bukanya gerbang kediaman keluarga Su menyebar dengan sangat cepat dan hal itu pun menjadi perbincangan banyak orang baik di dalam istana maupun di lingkungan masyarakat dan bahkan di seluruh benua tengah.


Tak berselang lama kabar tersebut pun sampai di telinga kaisar Hong, hingga membuat kaisar Hong menjadi sangat yakin jika calon permaisurinya telah berada di kediaman keluarga Su, kaisar Hong pun berencana akan menikahi Maeli Su secepatnya dan dia akan mengunjingi kediaman Su hari ini juga.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di kekaisaran timur yag merupakan tempat Maeli Su tinggal, kaisar timur pun berencana akan mengunjungi kediaman keluarga Su dengan maksud untuk memaksa keluarga Su agar segera melangsungkan pernikahan Bryn Su yang merupakan tuan muda keluarga Su dengan putrinya yaitu putri Nara, kaisar timur membuat rencana seperti itu karena dia mengira jika gerbang kediaman keluarga Su di buka untuk memberikan tanda kepadanya bahwa keluarga Su telah siap melaksanakan pernikahan dengan putrinya.


***


"Aku dengar gerbang utama telah di buka apakah karena hal itu kita semua di panggil untuk berkumpul di aula keluarga ini" ucap selir Zia Le dengan sombongnya.


"Aku juga tidak tau selir Zia, nanti juga kita akan tau alasan kenapa kita semua dikumpulkan di aula keluarga ini setelah tuan besar tiba, lebih baik kita semua menunggu tuan besar dengan tenang saja agar tak mengakibatkan hal-hal yang tidak di inginkan terjadi diantara kit" ucap La Xia yang merupakan nyonya rumah keluarga Su.


Mendengar jawaban nyonya rumah itu selir La Xia pun merasa sangat kesal namun dia tak ingin menampakkan ke kesalannya itu karena itu bisa membuat dirinya terlihat konyol di hadapan anggota keluarga lainnya.


"Tuan besar memasuki aula keluarga" ucap salah satu pengawal dari luar pintu lalu dengan segera pintu pun terbuka, munculah Ray Su yang di dampingi oleh anak laki-lakinya yaitu Bryn Su.


Melihat kedatangan Ray Su semua orang yang berada di ruangan itu pun membungkukkan kepalanya "Kami memberi hormat kepada kepala keluarga" ucap mereka secara bersamaan.


"Aku menerima salam kalian, silahkan duduk di tempat kalian masing-masing" ucap Ray Su sembari berjalan ke tempat duduk yang telah disediakan khusus untuknya yang juga di ikuti oleh anak laki-lakinya Bryn Su yang kemudian duduk di kursi yang berada di sebelah kanan ayahandanya itu sedangkan kursi yang berada di sebelah kirinya tidak di duduki oleh siapapun karena itu merupakan tempat yang disiapkan untuk Maeli Su yang merupakan nona pertama keluarga Su dan juga merupakan keturunan dari istri sah Ray Su.


"Aku memanggil kalian semua untuk berkumpul di aula keluarga ini untuk memberitahukan kepada kalian jika mulai hari ini kalian dapat melakukan aktifitas di luar kediaman seperti dulu lagi, selain itu aku juga mengingatkan kalian untuk selalu menjaga nama baik keluarga Su kita ini" uap Ray Su dengan aura yang kuat.


Mendengar hal itu semua orang yang berada di kediaman itu tersenyum tipis "Kami akan mengingat apa yang tuan besar katakan" ucap mereka semua secara bersama-sama.


"Tuan besar, bagaimana dengan kabar dari nona pertama apakah tuan besar telah mengetahui seseuatu" tanya La Xia yang merupakan nyonya rumah keluarga Su.


Mendengar pertanyaan itu Ray Su pun menatap ke arah istrinya itu dengan lembut lalu kemudia dia pun menatap ke arah yang lainnya sembari berkata "Kalian dapat kembali ke rumah masing-masing dan kau ikutlah bersama ku ke ruang kerja karena ada yang ingin aku katakan" ucap Ray Su yang kemudian langsung beranjak pergi dari aula utama yang diikuti oleh Bryn Su juga nyonya rumah keluarga Su yaitu La Xia.