
"Kalian semua segeralah bersiap-siap besok kalian semua aku tugaskan untuk mencari keberadaan calon permaisuri ku itu, lakukan apa saja untuk menemukannya" ucap kaisar Hong dengan wajah yang dipenuhi amarah namun jauh di lubuk hatinya dia sangatlah mengkhawatirkan keadaan Maeli Su.
Mendengar perkataan dari tuan mereka itu, mereka semua pun menundukkan kepala "Baik tuan kami akan melakukan sesuai dengan apa yang tuan katakan" ucap mereka semua secara bersamaan dan kemudian mereka pun segera kembali ketempat mereka masing-masing untuk segera bersiap-siap dalam pencarian besok.
Setelah kepergian para pengawal bayangannya kaisar Hong pun mengamuk dengan sangat mengerikan hingga membuat beberapa orang yang masih berada disana menjadi sangat ketakutan karena mereka tak pernah melihat kaisar mereka dalam keadaan semengerikan itu.
"Jika sampai aku mengetahui siapa dalang di balik semua kejadian ini maka aku bersumpah akan meratakan tempat tinggalnya dan juga akan membunuh habis keluarganya" ucap kaisar Hong dengan aura yang begitu pekat.
Beberapa mentri dan juga pengawal pribadi kaisar Hong pun semakin ketakutan dengan apa yang baru saja dikatakan tuannya itu "Oh dewa bagaimana bisa kaisar menjadi semengerikan ini aku benar-benar merasa kasihan dengan orang-orang yang telah berani mengganggu calon permaisuri kekaisaran ini" batin mereka sembari menundukkan kepala karena mereka sama sekali tak berani menatap kearah kaisar mereka sama sekali.
Di tempat lain di kediaman keluarga Su, semua orang tengah berada di depan pintu kediaman untuk menanti kepulangan Maeli Su bersama keempat bawahannya yang pergi berlatih, namun hingga larut malam begini tak ada satu pun dari mereka yang kembali ke kediaman Su, itu lah yang membuat semua orang kediaman Su berkumpul di depan kediaman mereka.
"Kenapa anak pertama ku belum juga kembali, bukankah seharusnya dia telah sampai di kediaman dari tadi, entah kenapa aku sangat mencemaskan keberadaan putri ku itu, aku harap tak akan terjadi apa-apa padanya" batin Ray Su sembari menatap ke arah pintu kediamannya.
Karena malam semakin larut, Ray Su pun segera memerintahkan para bawahannya juga anak-anaknya untuk segera beristirahat dan dia pun menyuruh beberapa bawahannya untuk melakukan pencarian keesokan harinya.
***
Pagi pun telah tiba kini para pengawal bayangan milik kaisar Hong pun telah bergerak sesuai dengan apa yang diperintahkan tuan mereka itu dengan bantuan seseorang dari mereka yang ditugaskan untuk menjaga calon permaisuri kekaisaran barat yaitu Maeli Su kini mereka telah tiba ditempat dimana Maeli Su dan keempat bawahannya diserang.
"Apa kau kau yakin ini tempatnya, kenapa tak ada satu pun petunjuk yang muncul" ucap salah seorang dari pengawal bayangan kaisar Hong yang merupakan ketua mereka semua.
Orang yang ditanya pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Saya sangat yakin ketua karena saya telah meninggal tanda di batang pohon ini" ucap pengawal bayangannya tersebut sembari memegang pohon yang dia maksudkan dan menunjukkan tanda yang telah di tinggalkannya.
"Baiklah kalau begitu, kalian semua periksa tempat ini dengan sangat hati-hati dan pastikan jangan ada hal sekecil apapun terlewatkan" ucap ketua pengawal bayangan tersebut yang langsung dianggukkan oleh para bawahannya itu.
Cukup lama mereka mencari petunjuk namun tak ada satu pun yang bisa mereka temukan hingga tiba-tiba saja ketua dari pengawal bayangan itu tak sengaja menginjakan kakinya di atas permukaan tanah yang begitu aneh.
"Ini benar-benar sangat mengerikan, pantas saja dari tadi kami tak menemukan apa pun di tempat ini karena orang-orang yang kalah telah mati dan hanya menyisakan darah dan daging saja, bahkan tulang-tulang mereka pun telah remuk semua, semoga saja nona pertama keluarga Su juga para bawahannya baik-baik saja" batin pengawal bayangan tersebut lalu dengan segera dia pun mengumpulkan semua bawahannya.
Semua pengawal bayangan pun telah berkumpul "Hentikan pencarian ditempat ini sekarang kita akan membagi kelompok dan akan melaksanakan pencarian di tempat-tempat yang berbeda, jika hari sudah mulai sore dan kalian tak menemukan apapun segeralah kembali keistana namun jika kalian menemukan sesuatu segera hubungi aku dengan sihir komunikasi" ucap ketua pengawal bayangan itu yang langsung membagi para bawahannya menjadi enam regu dan mereka pun dengan segera melaksanakan tegas mereka.
Beberapa menit dari kepergian para pengawal bayangan kaisar Hong, kini para pasukan militer pribadi milik keluarga Su pun tiba di tempat dimana penyerangan nona pertama mereka berlangsung.
Setelah mencari dengan sesama mereka sama sekali tak menemukan apa-apa sehingga mereka pun memutuskan untuk melanjutkan pencarian ke bagian terdalam hutan.
***
"Aku akan memberikan hukuman padamu karena telah berani mengganggu orang yang telah mengikat kontrak dengan ku" ucap Mimi yang baru saja tiba di kekaisaran an yang merupakan bagian dari benua ti yaitu tempat dimana laki-laki yang pernah memberikan liontin giok pada Maeli Su berasal.
Laki-laki tersebut pun mengernyitkan alisnya beberapa saat namun tiba-tiba dia pun teringat akan perempuan yang ingin dimilikinya "Bukankah kau hewan kontrak dari wanita pujaan ku itu" tanya Dulo yang merupakan kaisar di kekaisaran an itu.
"Ternyata kau masih mengingat ku dengan sangat baik, tapi sayang hal itu tak akan berguna sama sekali" jawab Mimi dengan sangat arogan.
Mendengar perkataan Mimi, kaisar Dulo pun tertawa "Hahahaha, sepertinya kalian telah menyadari jika liontin yang kuberikan itu bukanlah liontin biasa, itu adalah kabar yang sangat bagus lalu dimana nona mu itu bukankah kau datang kemari karena nona mu itu sudah sangat merindukan aku" ucap kaisar Dulo tersebut dengan wajah senangnya karena dia mengira jika Maeli Su telah terkena sihir pencuci otak yang sengaja dia masukkan dalam liontin giok yang diberikannya itu.
"Apakah kau pikir dirimu itu pantas bersama dengan nona ku selain itu tertawalah sesuka hatimu karena sebentar lagi kau sudah tidak dapat melakukannya" ucap Mimi sembari menatap lewat kearah kaisar Hou.
Kaisar Dulo pun heran dengan apa yang baru saja dikatakan Mimi "Apa maksud dari perkataan mu itu, apakah kau lupa jika kau itu hanyalah hewan kontrak saja, saat wanitaku itu telah tiba ke kaisaran ku ini maka aku akan menyuruhnya untuk memberikan hukuman pada hewan kontrak yang lancang seperti mu" ucap kaisar Dulo yang mulai marah.
Mendengar perkataan kaisar Dulo Mimi pun tertawa begitu kuat "Hahahaha, kau benar-benar lucu apakah kau berpikir jika liontin giok yang telah kau isi dengan sihir pencuci otak itu telah berfungsi pada nona ku?" ucap Mimi sembari menatap remeh ke arah kaisar Dulo.