
Maeli Su beserta para pengawalnya telah sampai di kediaman utama dengan segera Maeli Su pun masuk ke ruangan dimana ayah handanya berada.
"Ayah handa bagaimana keadaan mu hari ini, aku merindukan ayah handa hingga membuat ku datang kemari" ucap Maeli Su basabasi ketika melihat ayah handanya tengah menatap selembaran.
Ray Su yang mendengar suara anak kesayangannya itu pun dengan segera meletakkan selembaran yang berada di tangannya lalu menatap kearah putrinya sembari tersenyum.
"Keadaan ayah handa tentu baik-baik saja, ayah handa juga merindukan mu tapi ayah handa belum sempat mengunjungimu dikediaman mu, karena ayah handa sedang sibuk mengurusi hal ini" ucap Ray Su sembari menunjuk ke arah selembaran itu.
"Untung saja hari ini ayah handa punya waktu senggang sehingga ayah handa bisa berbicara banyak hal dengan mu" sambung Ray Su kembali.
Maeli Su pun tersenyum pada ayah handanya lalu dia pun segera mengambil selembaran itu dan melihatnya dengan sesama "Turnamen Benua Tengah" ucap Maeli Su sembari membaca selembaran itu.
"Iya nak kau benar, dua minggu lagi akan di adakan turnamen antar kekaisaran yang berada di benua tengah ini dan untuk kali ini turnamen itu akan di adakan di kekaisaran kita, ayah handa mendapatkan tugas dari kaisar sebagai penanggung jawab penyambutan dan hal itulah yang saat ini membuat ayah handa menjadi begitu sibuk" jelas Ray Su.
"Nak jika kau mau kau juga bisa ikut serta di dalam perlombaan itu bukankah kau ahli di bidang tari dan juga alat musik" sambung Ray Su.
Setelah membaca seluruh selembaran itu dan juga mendengar perkataan ayah handanya dia pun tersenyum "Tentu saja aku akan ikut serta namun bukan di bidang tari ataupun alat musik, aku akan ikut serta dibidang yang jauh lebih menantang" batin Maeli Su.
"Sepertinya aku akan memikirkan apa yang baru saja ayah handa katakan" ucap Maeli Su.
Cukup lama mereka berbincang-bincang hingga datanglah seorang pengawal yang memberi kabar jika tuan muda, nona ketiga dan juga nona keempat ingin bertemu dengan tuan besar.
Ray Su pun memerintahkan kepada pengawalnya itu untuk mempersilahkan anak-anaknya masuk ke ruangan dimana dia tengah duduk dan berbincang-bincang bersama dengan anak kesayangannya Maeli Su.
"Hormat kami kepada ayah handa dan juga kakak pertama" ucap mereka bertiga secara serentak.
"Ayah handa menerima hormat kalian, duduklah dan ceritakan pada ayah handa hal apa yang menyebabkan kalian datang kemari secara bersama-sama" ucap Ray Su yang merasa senang sekaligus juga aneh karena tak biasanya ketiga anaknya itu datang mengunjunginya secara bersamaan seperti saat ini.
Mereka bertiga pun segera berebutan untuk duduk dan memilih kursi yang paling dekat dengan Maeli Su, karena Bryn Su lebih cepat dari mereka berdua sehingga Bryn Su lah yang berhasil duduk disamping kakak pertamanya itu.
Ray Su sempat heran melihat anak-anaknya yang bertingkah seperti itu, sedangkan Maeli Su hanya tersenyum karena senang melihat adik-adiknya sangat menyukainya hingga berebutan untuk duduk di kursi yang berada disampingnya.
"Ayah handa sebenarnya tidak ada hal khusus yang membuat kami datang menemui ayah handa, awalnya kami bertiga datang ke kediaman kakak pertama namun ternyata kakak pertama sedang tidak berada di kediamannya, dan kami kesini karena pelayan kakak pertama mengatakan jika kakak pertama berada di kediaman ayah handa" jelas Bryn Su.
Mendengar hal itu seketika Ray Su pun membatin "Ah, aku sempat mengira jika kedatangan mereka kemari karena merindukan aku tapi ternyata karena anak pertama ku, kenapa aku menjadi berharap begini, seharusnya aku senang jika anak-anak ku menjadi sangat akrab seperti saat ini".
Mendengar pertanyaan adiknya itu Maeli Su pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Kakak baru saja mendengarnya dari ayah handa, apakah kalian bertiga akan berencana ikut serta" tanya Maeli Su dengan penuh penasaran.
"Tentu saja kami akan ikut kak, tujuan kami ingin bertemu dengan kakak pertama adalah untuk membahas hal itu" jawab Mira Su.
"Kak menurut kakak apakah para pengawal dan pelayan kakak juga akan ikut serta" tanya Bryn Su yang ingin memastikan.
Mendengar pertanyaan itu Maeli Su pun mengerutkan keningnya "Kenapa kau bertanya tentang hal itu, apakah ada sesuatu" tanya Maeli Su kembali.
Bryn Su pun merasa kikuk dengan pertanyaan kakak pertamanya itu hingga membuat dia tertawa cengengesan sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Melihat Bryn Su bertingkah seperti itu membuat Mira Su berkata "Kak Bryn bertanya seperti itu karena dia tidak mau nantinya akan mengambil lomba yang sama dengan mereka karena jika itu terjadi dapat dipastikan kak Bryn akan kalah".
Mendengar perkataan Mira Su dengan segera Bryn Su menyangkalnya "Kenapa kau berkata seperti itu bukankah tadi kau yang menyuruh ku bertanya tentang hal itu kepada kakak pertama, jujur saja kalau kau juga takutkan jika berada di perlombaan yang sama dengan para pelayan kakak pertama" ucap Bryn Su yang tak ingin mengalah dengan adik bungsunya itu.
"Hahahaha, kalian berdua ini lucu sekali kenapa kalian takut jika nantinya harus berlomba dengan para pengawal atau pun pelayan kakak kalian ini" ucap Ray Su yang sedari tadi mendengarkan perkataan anak-anaknya itu dan dia merasa jika anak-anaknya terlalu bersikap berlebihan.
Mendengar ayah handanya berkata begitu membuat Bryn Su juga Mira Su menjadi cemberut dan hal itu berhasil membuat Ray Su merasa bersalah.
"Sepertinya mereka akan ikut serta tapi kakak tidak dapat memastikan mereka akan mengikuti lomba apa, karena semua keputusan berada di tangan mereka sendiri" ucap Maeli Su yang melihat ayah handanya tengah di landa rasa bersalah.
"Kakak pertama, apakah kakak pertama tidak bisa menanyakan kepada mereka lomba apa yang akan mereka ikuti" tanya Eli Su dengan ekspresi memohon.
Melihat ekspresi adiknya itu seketika Maeli Su pun berkata di dalam hatinya "Ah, menggemaskan sekali membuat mood ku semakin membaik saja".
"Ayolah kakak pertama tolong tanyakan pada mereka ya, karena kami tak yakin bisa bersaing dengan mereka, bukankah ayah handa dan juga kakak pertama tau bagaimana hebatnya mereka ketika di perlombaan perayaan ulang tahun kaisar lalu" sambung Mira Su.
Mendengar perkataan itu seketika Ray Su pun menjadi mengerti kenapa anak-anaknya itu bersikap seperti itu dan dia pun akhirnya tak ingin jika anak-anaknya itu bertemu dengan para bawahan anak pertamanya di perlombaan nanti.
"Baiklah nanti kakak akan coba tanyakan kepada mereka tapi kakak tidak akan menjanjikan apa pun" ucap Maeli Su.
Mereka semua pun tersenyum senang karena kakak pertama mereka telah mau menuruti keinginan mereka "Terima kasih banyak kakak pertama" ucap mereka serentak.