
"Walaupun tak sehebat Leo aku juga telah mengalami kenaikan yang luar biasa nona, hal itu membuatku bangga pada diriku sendiri karena saat ini aku telah mencapai mytic bintang dua dan mungkin dalam pertandingan nanti aku akan segera menerobos menjadi bintang tiga seperti yang hewan dewa katakan nona, selain itu aku juga telah menjadi ahli sihir tingkat delapan nona" ucap Alan dengan penuh rasa bangga namun bukan berarti dia telah puas dengan apa yang didapatkannya saat ini.
"Sedangkan aku kini telah mencapai tingkat mytic bintang dua dan telah mencapai ahli ramuan tingkat delapan" ucap Lili dengan tatapan membara karena dia bertekad akan terus menjadi semakin kuat.
"Aku telah mencapai mytic bintang satu nona, namun hanya menunggu waktu saja aku akan segera mencapai tingkat mytic bintang dua nona selain itu aku juga kini telah menjadi ahli racun tingkat tujuh nona" ucap Nana yang tak berani menatap langsung ke arah Maeli Su karena dia merasa jika dia telah membuat nonanya kecewa.
Dari mereka berempat hanya Nana lah yang selalu lama dalam peningkatan pelatihannya baik di ilmu beladiri maupun di kemampuan racunnya sehingga membuat dia merasa hanya menjadi beban untuk nonanya dan juga teman-temannya.
Maeli Su yang melihat ke arah Nana pun dapat mengetahui apa yang kini ada difikiran Nana "Aku sangat senang mendengar hasil peningkatan kalian dalam waktu yang singkat ini, dan aku juga berharap kalian dapat lebih menghargai diri kalian sendiri jangan pernah merasa diri tak baik hanya karena perkembangan orang lebih cepat dari diri sendiri, karena kita bukanlah orang lain kita adalah diri kita sendiri dan setiap kita memiliki kemampuan masing-masing yang hanya kita miliki sendiri" ucap Maeli Su dengan penuh ketulusan karena dia tau jika jalan yang bawahannya ambil itu memiliki kesulitannya masing-masing".
Mendengar perkataan Maeli Su Nana pun menatap ke arah Maeli Su dengan penuh senyum karena dia tau apa yang baru saja dikatakan nonanya itu adalah sebuah kebenaran dan tidak seharusnya dia meragukan dirinya sendiri, bukankah dia juga memiliki nilai yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri.
"Baiklah, kalian bisa segera beristirahat sebab besok pagi-pagi sekali kita akan kembali kekaisaran dan akan langsung ikut serta dalam perlombaan" ucap Maeli Su.
"Baik nona" ucap mereka secara bersama-sama dan mereka pun segera kembali ke tempat mereka masing-masing.
Sesampainya ditempat, mereka sama sekali tak tidur tetapi mereka masih berlatih dengan sangat giat, selain itu mereka kini telah memiliki pil penutrisi tubuh yang dapat membuat tubuh selalu dalam keadaan terbaik selama dua puluh empat jam tanpa perlu makan, minum dan bahkan tidur sekalipun, bahkan tidak ada efek samping dari pil tersebut walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.
Pil penutrisi tersebut baru saja dibuat oleh Maeli Su, dia ingin membuat pil yang luar bisa itu karena dia menganggap jika makan, minum dan tidur itu hanya membuang-buang waktu saja dan juga akan sangat menghambat kecepatan pelatihannya.
Di ruangan yang lain, kini Maeli Su tengah mengeluarkan lima buah pakaian yang berbentuk jubah dengan beragam bentuk dan simbol yang berbeda disetiap jubahnya, dimana pakaian tersebut nantinya akan digunakan oleh dirinya sendiri dan juga para bawahannya.
Jubah tersebut telah lama dia buat sebelum adanya kabar mengenai turnamen benua tengah, saat itu belum ada kesempatan yang pas untuk memakainya namun berbeda dengan saat ini jubah tersebut benar-benar pakaian yang sangat cocok untuk mereka gunakan agar identitas mereka aman untuk sementara waktu setidaknya hingga pengumuman pemenang final nantinya.
Mereka berlima bukanlah perwakilan dari kekaisaran utara, Maeli Su sendiri berlomba dengan membawa namanya sendiri sedangkan para bawahannya berlomba dengan membawa nama nona mereka yaitu Maeli Su.
***
"Kalian semua pakailah jubah ini karena untuk sementara kita akan menutupi identitas kita hingga pengumuman pemenang nantinya, setelah itu kalian bisa memilih masih akan memakai jubah ini atau tidak" ucap Maeli Su sembari memberikan mereka jubah satu persatu.
Maeli Su sengaja berkata demikian karena tidak semua orang akan nyaman menggunakan pakaian yang berbentuk jubah selain itu mereka juga akan menggunakan masker yang menutupi mulut mereka.
Setelah selesai berganti pakaian mereka pun berkumpul kembali, mereka sangat senang memakai jubah yang baru saja diberikan oleh nona mereka itu, selain nyaman dipakai jubah itu juga sangat keren di tambah lagi dengan masker yang mereka gunakan benar-benar terlihat sangat luar biasa.
"Tak, tak, tak" suara langkah kaki yang anggun terdengar melangkah kearah mereka, mendengar langkah kaki tersebut mereka pun melihat kearah dimana langkah kaki itu berhenti.
"Nona sangat luar biasa" ucap mereka semua di dalam hatinya ketika melihat Maeli Su menggunakan jubah yang sama dengan mereka namun dengan motif yang berbeda dimana pada belakang jubah Maeli Su terdapat ukiran mawar dengan warna berlian yang memukau begitu pula di masker yang digunakannya terdapat ukiran mawar dengan warna yang sama namun dengan ukuran yang lebih kecil lagi.
"Nona apakah ada makna khusus dari ukiran yang berada di belakang jubah kita dan juga pada masker yang sedang kami pakai ini?" tanya Lili dengan penuh penasaran.
Maeli Su pun tersenyum hangat "Tidak ada makna tertentu itu hanya simbol di antara kita saja, Aku bersimbolkan mawar karane aku bertatokan mawar dan juga menyukai mawar, sedangkan Lili bersimbolkan setetes air karena dia merupakan ahli ramuan dan air adalah unsur utama yang sangat penting bagi seorang pembuat ramuan" ucap Maeli Su.
"Nana memiliki simbol tanaman oleander karena tanaman itu merupakan tanaman yang memiliki racun paling mematikan dan sesuai untuk dirinya yang merupakan seorang ahli racun" ucap Maeli Su sembari menatap kearah Nana.
Maeli Su pun berpindah menatap ke arah Alan sembari berkata "Simbol awan sangat cocok untuk Alan sebab awan dapat menghasilkan hujan maupun petir begitu pula dengan Alan yang awalnya hanya memiliki dua elemen air dan petir".
"Simbol singa kecil yang berada dijubah Leo juga mengartikan jika Leo merupakan seorang samonir dan memiliki kontrak dengan seekor singa, alasan kenapa simbol itu digambarkan dengan singa kecil yaitu karena singa kecil akan terus bertumbuh dan akan semakin kuat dari waktu ke waktu begitu pula dengan Leo" ucap Maeli Su kembali.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan Maeli Su mereka pun merasa sangat senang karena ternyata nonanya tidaklah sembarangan dalam memberikan simbol kepada mereka bahkan simbol yang dibuat nona mereka itu memiliki arti yang sangat dalam bagi diri mereka sendiri.
Setelah itu Maeli Su mengajak mereka semua untuk segera menuju ketempat dimana mereka menyimpan kuda-kuda yang mereka bawa sebelumnya, setelah itu mereka pun dengan segera melaju ke tempat dimana turnamen benua tengah telah dilaksanakan selama dua hari terakhir ini.