
"Tung... Tung... Tung..." suara gong terdengar sebagai tanda bahwa perlombaan hari ketiga akan segera dimulai dan masing-masing orang pun kini telah menuju tempat yang telah disediakan.
Untuk perlombaan kali ini akan dilaksanakan secara bergantian antara perlombaan ahli ramuan dan juga ahli benda pusaka, yang nantinya penilaian juga akan diberikan oleh kelima guru besar dari setiap akademi yang ada di benua tengah itu.
Perlombaan pun telah dimulai, para ahli benda pusaka kini telah berada ditempat yang telah disediakan dan disana sudah ada sepuluh orang yang merupakan peserta perlombaan pada cabang ini.
Mereka semua akan diberikan bahan-bahan dengan jumlah serta kualitas yang sama antara satu sama lainnya, namun mereka dapat menggunakan aura mereka masing-masing untuk membuat sebuah benda pusaka yang memiliki kualitas yang tinggi, nantinya hanya akan dipilih satu orang saja dari mereka untuk melaju ke tahap berikutnya.
Pada perlombaan ahli benda pusaka ini, ada sebanyak enam puluh orang yang ikut serta, sehingga akan ada enam kali perlombaan yang akan dilaksanakan pada hari itu, dimana setiap perlombaan dilaksanakan selama satu jam serta penilaiannya akan langsung diadakan saat itu juga dan tentu saja orang yang akan melaju kebabak berikutnya adalah orang yang berhasil menciptakan benda pusaka dengan kualitas yang paling baik diantara yang baik.
Perlombaan pun telah dimulai, pada perlombaan kali ini pangeran kedua kekaisaran utara pun ikut serta dan sekaligus menjadi perwakilan kekaisaran utara.
***
Di tempat yang tak jauh dari tempat perlombaan yang sedang dilaksanakan, kini Maeli Su dan para bawahannya telah tiba ditempat, mereka pun dengan segera turun dari kuda dan langsung berjalan menuju ketempat dimana perlombaan sedang dilakukan.
Sepanjang perjalanan banyak mata yang memandang kearah mereka berlima selain karena mengagumi penampilan mereka yang keren, orang-orang itu pun bertanya-tanya siapakah mereka hingga datang ketempat dimana perlombaan sedang dilaksanakan.
Sesampainya ditempat perlombaan, mereka yang berlomba pun telah selesai merakit senjata yang nantinya akan diberi penilaian, semua peserta pun tak sabar menanti pengumuman pemenangnya, berbeda dengan Maeli Su dia tersenyum tipis dibalik maskernya karena dia tak menyangka jika pangeran kedua kekaisarannya memiliki keahlian dibidang benda pusaka bahkan dalam perlombaan kali ini karyanya pun menjadi yang terbaik dari yang lainnya.
Maeli Su dapat mengetahuinya dengan mudah karena Maeli Su juga seorang ahli benda pusaka bahkan dia telah mendapat lencana tertinggi namun tak ada yang mengetahui hal itu selain dia dan guru besar ahli benda pusaka, karena Maeli Su merasa belum saatnya orang-orang tau akan hal itu dan jika memungkinkan Maeli Su sangat ingin tak perlu ada yang mengetahui hal itu.
"Yang berhasil maju kebabak selanjutnya dalam perlombaan ahli benda pusaka adalah peserta dengan nomor 3" ucap kasim yang menjadi pemandu acara setelah sebelumnya dilakukan penilaian oleh kelima guru besar.
Untuk perlombaan dalam turnamen ini, mereka hanya menyebutkan nomor peserta saja tanpa memberi tahukan nama ataupun perwakilan karena itu semua nanti hanya akan disebutkan untuk mereka yang berhasil menempati posisi pertama, kedua dan juga ketiga saja.
Perlombaan selanjutnya pun telah dimulai yaitu perlombaan untuk para ahli ramuan karena tak banyak orang yang menguasai bidang ini, yang ikut serta dalam cabang perlombaan ahli ramuan ini hanyalah tiga puluh orang saja, sehingga mereka pun dibagi menjadi enam kelompok dan masing-masingnya berjumlah lima orang.
Dari kelima orang tersebut nantinya akan dipilih satu orang yang berhasil meracik pil dengan kualitas terbaik dari yang lainnya untuk maju kebabak selanjutnya.
Kelima peserta lomba pun telah berada ditempat mereka masing-masing dimana telah disediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pil dan bahan yang mereka gunakan semuanya memiliki kualitas dan juga jumlah yang sama, sehingga kemampuan dan tehnik pembuatan pil dari masing-masing merekalah nantinya yang akan menentukan kualitas pil itu sendiri.
Beberapa perlombaan pun kini telah selesai dilaksanakan hingga tibalah kini giliran Lili untuk ikut serta dalam perlombaan, Lili pun berjalan maju dan menuju ketempat yang telah disiapkan untuknya.
"Hai, apakah kau buruk rupa ataukah kau memiliki penyakit kulit hingga mengharuskan kau mengunakan jubah seperti itu" ucap salah satu peserta lomba yang mewakili kekaisaran selatan dengan tatapan merendahkan.
Mendengar perkataan orang tersebut Lili sama sekali tak memperdulikannya bahkan Lili pun tak ingin menanggapi perkataannya itu karena menurut Lili hanya buang-buang tenaga saja.
"Ternyata selain memiliki wajah yang buruk rupa kau juga seorang yang tuli ya, makanya kau tak merespon apa-apa setelah aku mempermalukan mu tadi" ucap orang yang mewakili kekaisaran selatan tersebut dengan nada yang semakin mencemooh.
Lili pun menarik napasnya pelan "Aku tidak tuli, aku juga tidak buruk rupa apalagi sampai terkena penyakit kulit, aku diam karena aku sama sekali tak merasa seperti apa yang telah kau katakan, selain itu kau juga bukanlah orang penting bagiku hingga harus membuat ku berbicara panjang lebar hanya untuk menanggapi perkataan yang tidak berguna itu, jika aku melakukannya itu hanya akan membuang-buang waktu ku yang berharga saja" ucap Lili dengan acuh tak acuh.
Mendengar ucapan Lili tersebut orang itu pun semakin bertambah kesal karena dia tak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu ditambah lagi dia juga orang yang terkenal jenius karena telah menjadi ahli ramuan tingkat tiga di usianya yang sekarang ini selain itu dia juga akan segera masuk ke akademi bulan tanpa perlu mengikuti tes jika dia berhasil masuk kedalam enam besar peserta lomba kali ini.
Namun sungguh sangat disayangkan saat ini dia bertemu dengan Lili yang sudah menjadi ahli ramuan tingkat delapan meskipun mereka berdua saat ini berada diusia yang hanya berbeda satu tahun saja, dimana Lili satu tahun lebih muda darinya.
"Sepertinya kau tak mengetahui siapa aku pantas saja kau begitu percaya diri, kalau begitu persiapkanlah mental mu untuk menerima kekalahan mu nanti, aku pastikan kau tidak akan berani lagi memakai jubah jelek itu selama-lamanya sebab orang-orang akan mengenal kau sebagai sampah yang dikalahkan oleh ku" ucap perwakilan dari kekaisaran selatan tersebut dengan angkuhnya.
Pada awalnya Lili sama sekali tidak ingin ambil pusing dengan apa yang dikatakan orang tersebut, namun mendengar orang tersebut membawa-bawa jubah yang diberikan oleh nonanya dia pun merasa sedikit kesal dan akan berencana membalas semua perkataan busuk orang tersebut dengan cara yang sangat anggun yaitu dengan cara memenangkan perlombaan ahli ramuan pada babak ini, dengan begitu orang tersebut akan menelan kembali ludah yang telah dibuang ketanah sebelumnya.