Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Adik Ipar


"Lebih baik aku kembali ke kamar saja, siapa tau dengan melihat-lihat berbagai macam barang-barang berharga mood ku bisa segera membaik, dari pada disini bersama dengan mu semakin membuat mood ku bertambah hancur saja" ucap Maeli Su yang segera pergi meninggalkan Momo dan Mumu di ruangan itu.


"Ck ck ck, sepertinya dia tengah kedatangan tamu bulanan sehingga menjadi sesensitif seperti itu" ucap Momo yang mengetahui banyak hal tentang manusia dari tuan sebelumnya yang merupakan ibunda dari Maeli Su.


***


"Ibunda apakah benar apa yang dikatakan sampah itu jika dia tengah diperebutkan untuk menjadi permaisuri" tanya Lira Su dengan penuh penasaran dan juga perasaan waswas ketika mereka telah tiba dikediaman ibundanya selir Zia Le.


"Ibunda tidak tau nak karena belum ada satu pun dekrit pernikahan dari kaisar yang datang untuknya" ucap selir Zia Le dengan pasti.


Mendengar perkataan ibundanya itu Lira Su pun sedikit merasa lega karena dia menganggap apa yang dikatakan Maeli Su hanyalah omong kosong semata, jika saja semua yang dikatakan Maeli Su benar maka Lira Su akan merasa sangat iri lantaran apa yang dikatakan Maeli Su akan menjadi kenyataan jika mereka berdua memiliki tempat yang berbeda.


Namun di lubuk hati terdalam Lira Su juga sedikit khawatir dengan sikap suaminya yang telah menyiapkan hadiah untuk Maeli Su dia pun merasa terancam apalagi selama seminggu mereka menikah pangeran keempat memang selalu bersikap baik padanya namun belum sekali pun pangeran keempat menyentuhnya.


Satu jam dua jam hingga tiga jam pun berlalu bukannya malah merasa baikkan Maeli Su malah merasa semakin kesal "Ck, kata orang melihat barang-barang berharga dapat mengembalikan mood yang hilang tapi kenapa hal itu tidak berlaku pada ku ya, ngomong-ngomong dikehidupan sebelumnya apa yang aku lakukan saat sedang tidak mood begini" batin Maeli Su sembari mengingat-ingat kehidupan sebelumnya.


"Dikehidupan sebelumnya aku merasa sangat senang ketika berhasil menyingkirkan para musuh ku bahkan dengan melakukan hal itu seburuk apa pun mood ku pasti akan membaik" batin Maeli Su sembari mengingat hal yang selalu dapat membuat mood nya kembali di kehidupan sebelumnya ketika dia menjadi seorang mafia.


"Ah, tapi mana mungkin aku melakukannya di kehidupan kali ini, bisa-bisa aku yang dihukum mati ya meskipun aku tidak takut sih tapi bagaimana dengan orang-orang yang berada dikediaman ini mereka pasti akan ikut terseret juga" sambung Maeli Su kembali.


Setelah lama berfikir dia pun akhirnya menemukan solusi untuk mengatasi mood nya yang buruk itu "Bagaimana jika aku menemui ayah handa saja, ya siapa tau akan ada hal yang akan menyenangkan" ucap Maeli Su dengan segera dia pun bersiap-siap.


Sebelum pergi Maeli Su menyempatkan diri untuk melihat keadaan Nana terlebih dahulu setelah memastikan kondisinya yang semakin membaik Maeli Su pun segera pergi ke kediaman utama tempat dimana ayah handanya berada, Maeli Su segera pergi bersama dengan Alan dan Leo sedangkan Lili dia tugaskan untuk menjaga Nana.


Ketika di pertengahan jalan langkah Maeli Su beserta dua pengawalnya pun terhenti karena ulah dari pangeran keempat, awalnya Maeli Su berencana mengabaikan keberadaannya namun sialnya pangeran keempat malah memanggil namanya.


"Mohon maaf karena telah mengganggu perjalanan nona Maeli Su, saya hanya ingin menyerahkan kotak yang berisi perhiasan ini kepada nona sebagai hadiah pertemuan dari saya" ucap pangeran keempat dengan senyum termanisnya.


Maeli Su pun memicingkan matanya karena tak seharusnya seorang adik ipar memberikan hadiah seperti itu kepada iparnya sendiri ditambah lagi Maeli Su sudah mengatakan di awal jika pangeran keempat itu adalah adik iparnya.


"Mohon maaf adik ipar aku tidak bisa menerima hadiah itu, karena jika aku menerimanya itu hanya akan menimbulkan masalah untukmu dan juga untukku kedepannya" ucap Maeli Su yang telah paham jika pangeran keempat kemungkinan besar juga menyukai dirinya dan hal yang paling tidak bisa diterima Maeli Su adalah setelah pangeran keempat menikahi Lira Su yang merupakan adiknya kini dia malah berani mendekati dirinya.


Mendengar perkataan Maeli Su pangeran keempat pun menjadi bingung kenapa bisa memberikan hadiah malah akan menimbulkan masalah.


Maeli Su yang mengetahui jika pangeran keempat pun bingung dengan segera berkata "Akan menjadi masalah untukku karena kau merupakan adik iparku dan hal itu juga akan tidak baik untuk hubunganku dengan adikku sendiri, sedangkan untuk mu kau bisa di benci oleh adikku yang merupakan istri mu bukan hanya itu kau juga dapat memancing perkelahian dengan calon suamiku".


"Apa? Calon suami, sejak kapan dia memiliki calon suami bahkan belum ada satu dekrit pernikahan pun yang keluar dari ayah handa untuknya" batin pangeran keempat yang terkejut dengan apa yang di dengarnya barusan dia telah lupa jika Maeli Su sudah tidak terikat lagi dengan dekrit pernikahan dari kaisar dan Maeli Su boleh memilih suaminya sendiri.


"Kau juga tak perlu membuang-buang perhiasan itu untuk kau berikan padaku karena calon suami ku telah memberikan perhiasan yang sangat indah dan juga langka untuk ku" ucap Maeli Su kembali karena melihat pangeran keempat hanya berdiam diri, dia pun sengaja menunjukkan gelang yang berada di tangannya "Lihatlah ini dan juga ini" ucap Maeli Su sembari memegang anting-anting yang dipakainya.


Pangeran keempat yang melihat perhiasan itu seketika menciut karena dia tau jika hadiah perhiasan yang telah dia siapkan untuk nona pertama keluarga Su itu tidak akan sebanding sama sekali dengan perhiasan yang saat ini di pakai Maeli Su.


Sebagai salah satu anggota kerajaan dia sangat paham sekali mengenai nilai suatu barang sehingga hanya dengan melihat sekilas dia dapat mengetahui seberapa berharganya barang-barang yang kini sedang di kenakan Maeli Su.


"Siapakah orang yang telah menjadi tunangannya hingga dapat memberikan barang-barang seberharga itu, ah mendengarnya saja sudah berhasil membuat ku menjadi kesal apalagi jika harus memikirkannya bisa-bisa aku kehilangan kontrol, lebih baik aku pergi saja lalu segera menenangkan diri ku dulu dan nanti aku akan berusaha kembali untuk mengambil hatinya karena sebelum pernikahan mereka berlangsung aku masih memiliki kesempatan" batin pangeran keempat dengan penuh percaya diri.


Karena melihat pangeran keempat hanya terdiam saja seketika membuat Maeli Su tertawa senang di dalam hatinya lalu dia pun dengan segera melanjutkan perjalanannya setelah mengucapkan kata-kata perpisahan.


"Belum sampai di kediaman utama saja mood ku sudah mulai membaik apalagi jika sudah sampai dan bertemu dengan ayah handa aku bisa memastikan mood ku akan menjadi sangat baik" ucap Maeli Su di dalam hatinya sembari melanjutkan langkahnya.