Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 99


Selamat membaca


Prov andrea.


Aku baru saja pulang dari kantor singgah di markas black moon, organisasi yang aku kelola, lebih tepatnya organisasi yang di tinggalkan orang tua ku setelah mereka meninggalkan dunia ini.


Aku awalnya orang yang sangat manja kepada kedua orang tua ku, tak pernah terbayang kan jika aku akan di tinggalkan mereka di saat umurku masih terbilang remaja, ya umurku waktu itu masih menginjak 15 tahun.


Kepergian kedua orang tua ku sungguh membuat ku sangat terpukul, aku seorang diri di dunia ini, perusahaan yang di tinggalkan orang tua ku, mau tidak mau harus aku kelola dengan baik, itu adalah hasil jeri payah mereka, tidak mungkin aku membiarkan apa yang mereka kerjakan siang dan malam akan hilang begitu saja.


Karena tuntutan pekerjaan inilah yang membuatku harus menjadi karakter yang kuat dan harus mendominasi, aku tidak ingin orang lain memandang ku sebagai anak remaja yang tidak tau apa-apa, aku ingin membuktikan kepada para pemegang saham bahwa aku bisa membawa perusahaan ini menjadi lebih besar dari sebelumnya.


Telat ku berhasil, aku menjadi pria terkaya di dunia, perusahaan ku ada di semua negara, tapi ada 1 yang masih belum kudapatkan, cinta dan kasih sayang, aku fikir aku tidak akan pernah merasakan ya lagi.


Malam itu, aku pulang agak larut malam, itu karena kesibukan ku di kantor makin banyak dan belum lagi akhir-akhir ini aku selalu saja mendapat serangan dari orang yang misterius.


Aku tinggal di griya tower, apartemen termewah dan teemegah di negara NY, aku tinggal di lantai teratas, tepatnya lantai 100, di lantai 100 hanya ada 2 apartemen, dan yang bisa membelinya pasti bukan orang sembarangan, karena harganya yang fantastic.


Aku sampai di depan pintu dan melihat ke samping apartemen ku, sepertinya ada penghuni baru di sebelah ku, aku masuk dan mulai melakukan aktivitas seperti biasa.


Karena tak bisa tidur aku memutuskan untuk duduk di balkon sambil menikmati wane dan pemandangan malam yang indah, tak terasa aku tertidur dan bagun di saat pagi hari.


Aku terbangun karena suara seorang wanita yang asyik berceloteh dengan seekor burung, aku dian dan memperhatikan tingkahnya, entah mengapa hatiku merasakan getaran yang aneh saat melihatnya.


Di berbalik hendak masuk ke dalam apartemen nya tetapi ia begitu terkejut melihat ku yang sedang melihatnya berceloteh dengan seekor burung.


Kami sempat berdebat sedikit, tapi itu membuat hati ku senang, walaupun tak aku tunjukkan, aku menghubungi anak buah ku dan menyuruh ya mencari informasi tentang nya, tapi yang mereka dapatkan hanyalah nama, asal negara dan juga pekerjaan nya, selebihnya nihil.


Aku begitu marah kepada anak buah ku, kenapa hanya sebuah data saja tidak bisa mereka dapatkan, apalagi kini di tambah dengan laporan ia sedang bersama dengan seorang pria, itu semakin membuat ku kalang kabut di buatnya.


Aku bingung dengan diri ku sendiri, kenapa aku sangat menginginkan ya, padahal aku bisa mendapatkan banyak wanita jika aku mau.