Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 87


Selamat membaca


Mendengar rhaiza akan kembali ke negara KO membuat andrea kalangkabut dan berfikir jika ia akan di tinggalkan.


Sayang, apa kau akan meninggalkan ku" tanya andrea yg sudah berwajah ketakutan


Apa yang kau pikirkan, aku hanya mengantarkan ibu dan balik lagi ke sini" jawab rhaiza


Huh.......


Aku pikir kau akan meninggalkan ku" jawab andrea legah.


Aku masih ada hal penting di sini yg belum selesai, setelah itu baru aku akan pulang dan tinggal bersama ibu" rhaiza


Aku akan mengikuti mu dan tinggal bersama dengan mu" andrea


Bagaimana dengan perusahaan mu" tanya rhaiza


Aku punya banyak anak buah, lagian aku juga punya cabang perusahaan di negara KO " jawab andrea, rhaiza hanya mangut-mangut saja mendengar andrea.


Sayang, menikahlah dengan ku" andrea


Aku masih belum bisa, aku..... " kata-kata rhaiza terpotong karena andrea sudah mencium bibir nya.


Aku tau, aku hanya merasa gelisah akhir-akhir ini" andrea yg sudah melepas ciuman nya.


Apa yg membuat mu gelisah" tanya rhaiza


Entah lah, aku juga tidak tau " jawab andrea


Baiklah, kita akan mengambil akte nikah besok bersama ibu" jawab rhaiza


Benarkah, apa kau sungguh-sungguh sayang" tanya andrea tak percaya


Kau sudah memiliki hati ku, aku milik mu sekarang " rhaiza menatap mata andrea seakan meyakinkan andrea jika ia sungguh-sungguh dengan kata-kata nya.


Andrea yg mendengar kata-kata rhaiza tidak dapat menahan diri lagi, ia langsung mencium dan ******* bibir rhaiza, pergulatan yg panjang terjadi di kamar mereka, yg terdengar hanya suara erangan kenikmatan yg sudah lama mereka tahan, untung saja kamar itu di desain dengan kedap suara. ( yah ngerti sendirilah apa yg terjadi gaiyz)


Sinar mentari seakan malu-malu menampakkan sinarnya, angin sepoi-sepoi bertiup dan menggoyangkan tirai jendela putih di kamar, dua insan yg masih setia dalam mimpinya kini terbangun akibat cahaya yg menerobos masuk lewat jendela. Di lihatnya sang kekasih yg masih setia memejamkan mata dalam pelukannya, terlihat damai dan tenang, di kecupnya bibir mungil dan manis itu.


Terima kasih telah memberikan yg berharga dalam hidup mu, aku akan selalu mencintaimu" andrea


Andrea bangun dan membersihkan diri, setelah itu ia turun ke dapur dan ternyata sudah ada ibu meyli yg sedang menyiapkan sarapan.


Pagi bu" sapa andrea


Pagi nak, rhaiza belum bagun" tanya ibu meyli


Belum bu, biar aku membantu mu bu" andrea


Nga usah, kamu duduk aja, buat ibu buatan sarapan buat kalian" jawab ibu meyli


Bu, kami akan mengambil surat akte nikah hari ini bu, untuk resepsi ya tunggu urusan rhaiza selesai dulu katanya " andrea


Itu bagus, ibu sudah ingin mengendong cucu" jawab ibu meyli antusias


Setelah semuanya selesai, kita semua akan tinggal di bersama di negara KO bu, ibu yg sabar tunggu kami di sana yah" andrea


Ibu tau" jawab ibu meyli


Bu, aku akan membawa kan sarapan rhaiza ke kamar, semalam dia mungkin kecapean bekerja" andrea


Baiklah, biar ibu siapkan dulu" jawab ibu meyli,


Setelah di siapkan andrea membawa sarapan rhaiza ke kamar, membuka pintu dan mendapati rhaiza yg baru bangun dan mencoba ke kamar mandi dengan jalan yg aga susah ( ya paham lah), andrea langsung menyimpan sarapan ke atas meja dan mengangkat tubuh rhaiza dan membawanya ke kamar mandi.