
Setelah mandi Rhaiza memakai kemeja putih polos dan celana panjang jeans berwarna biru. Tak lupa pula ia memoles makeup tipis di wajahnya. Setelah itu ia menyempatkan diri untuk melihat isi kalung dimensinya.
Di dalam kalung dimensinya masih terlihat utuh. Koin-koin emas serta batu-batu berharga seperti berlian masih tersusun rapi di peti-peti penyimpanan. Serta perhiasan juga masih utuh.
"hmmm....., syukurlah harta ku yang berharga masih utuh, aku kira harta ku akan berkurang karena melintasi waktu yang sangat jauh 1000 tahun ke masa depan." aku belum akan menggunakan mu koin emas ku, Karena orang-orang akan heran kalau tiba-tiba aku kaya dalam semalam.
Rhaiza pun keluar dari dalam kalung dimensinya, ia cuma mengambil sebotol air surgawi di dimensinya untuk memulihkan tenaganya.
Rhaiza pun mengambil tas dan buku perlengkapan kuliahnya. Sebelum keluar dari kamar ia masih menyempatkan diri untuk bercermin
Baju yg di pakai rhaiza
Rhaiza pun bergegas ke kampus karena jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Ia mengambil jurusan kedokteran. Sedangkan untuk jurusan IT ia sudah menguasai ya dari SMA. Ia terus mengembangkan sebuah program anti virus dan pertahanan. Itu semua Rhaiza lakukan karena hobi nya semata.
Skip kampus
Rhaiza memasuki kampus dengan gaya yang sangat elegan. Ia terus berjalan tampa memperdulikan mahasiswa yang sedang menatap ya.
"wow siapa tuh cewe.???
Gile cakep amat bro"
"itu mahasiswi baru yah ??? Jurusan dia apa bro ???"
Itu bukannya rhaiza yah.??? ko' dia jadi beda banget ya???
Yah begitulah kira-kira bisik-bisik para mahasiswa. Rhaiza hanya terus berjalan dengan acuh tak acuh nya. Sesampainya di kelas ia langsung duduk di bangkunya.
" ya ampun za' kamu ko cantik banget kalau dandan kaya gini" teriak Salsa sahabat Rhaiza.
"apa si sal biasa aja deh." Jawab Rhaiza sambil mendengus marah karena kaget mendengar teriakan Salsa yang cempreng.
"kamu nga seneng liat sahabat mu berubah sal ??? Kamu mau gue jelek kaya dulu.??? Tanya Rhaiza sambil berpura-pura marah.
" ya engga lah...!!!, aku malahan senang liat kamu kaya gini." jawab salsa dengan cepat.
Dosen pun masuk dan memulai pelajarannya, sekarang Rhaiza sudah memasuki semester ke 5 dan tidak lama lagi akan lulus.
Sudah jam 5 sore dan waktunya Rhaiza pulang. Rhaiza tidak pulang ke apartemen kecilnya. Tapi Rhaiza ke tempat kerja paruh waktunya. Tapi sebelum itu Rhaiza menyempatkan diri untuk makan di warung pinggir jalan karena ia sudah merasa sangat lapar.
"ini akibat aku tidak makan siang tadi, akhirnya aku kelaparan " ia memesan 1 porsi nasi goreng dan es teh,setelah pesanannya datang ia memakan makanannya dengan hikmat tampak gangguan.
Selesai makan rhaiza pun membayar dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat kerjanya. Ia menjadi karyawan di salah satu klub malam terbesar di kota itu.
Skip tempat kerja
Rhaiza menuju loker tempat mengganti pakaian nya dengan pakaian kerjanya. Sehabis itu ia mulai bekerja dengan mengantarkan minuman yang di pesan para tamu-tamu yang ada di ruangan VIP
"za'... tolong kamu antar minuman ini ke ruangan VIP no 1 yah. Aku kebelet pipis nih." pinta teman kerja Rhaiza sambil memohon.
"ok baiklah." Rhaiza pun membawa minuman pesanan itu ke ruangan VIP tersebut
Tok tok tok
Rhaiza mengetok pintu sebelum masuk. Ia meletakkan minuman di meja dan menyusunnya sambil melirik ke 2 orang yg ada di ruangan itu.
Rhaiza dengan jelas membaca pikiran salah satu pria di ruangan itu. Jangan lupa kalau putri misra punya ilmu batin yg dapat membaca isi hati dan pikiran orang hanya dengan menatap nya
"malam ini aku akan membuat mu tidur dengan vanessa. Liat saja sebentar obat ini akan membuat mu lupa diri" batin vino teman Martin yang selalu saja ingin menjatuhkan Martin
Rhaiza pun keluar dari ruangan itu. Tapi perasaannya selalu menyuruhnya untuk mengawasi ruangan tersebut
"hah....Menyebalkan kenapa aku harus selalu saja ke pikiran dengan pria tadi, Sepertinya aku harus menolongnya. Tapi aku hanya akan mengawasinya terlebih dahulu" rhaiza