Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 11


Rhaiza sudah memasuki kampus. Rhaiza langsung duduk dan membuka laptopnya untuk membuat tugas-tugas kuliahnya. Salsa datang dan mengajak Rhaiza untuk jalan-jalan sepulang kuliah.


"hai za.. Lo lagi ngapain.??? Tanya salsa sambil jalan menuju bangku tempat duduk di sebelah rhaiza.


" cuma nyelesain tugas kuliah doang ko'."jawab Rhaiza tampa melepaskan pandangannya dari laptopnya.


" ntar pulang kuliah kita hang out Yuk??? Ajak Salsa.


"ya..... sorry banget sa. Hari ini aku nga bisa." jawab sesal Rhaiza.


"kamu sibuk apa si za ??? Kita kan udah lama nga jalan bareng" bujuk Salsa sambil memanyunkan bibirnya.


"ada deh....lo kepo amat sih" jawab Rhaiza sambil menarik mulut salsa.


"apaan si za.??? Kan bibir seksi gue jadi manyun deh." jawab kesel Salsa.


Sedangkan di tempat duduk tidak di seberang mereka Nadia masih terus memperhatikan Rhaiza. Nadia bingung kenapa Rhaiza bisa jauh berbeda dengan Rhaiza yang di kenalnya sewaktu menjadi sahabat dulu.


" kenapa si ****** itu bisa berubah jadi semodis ini sih.??? Geram nadia sambil menatap Rhaiza penuh kebencian.


"Roy nga boleh balik lagi ke Rhaiza...!!!" dalam hati Nadia.


Roy belum bisa bertemu Rhaiza karena sekarang Roy berada di luar kota selama 2 bulan untuk perjalanan bisnisnya. Roy hanya selalu menelepon tapi tak pernah di gubris oleh Rhaiza.


Dosen masuk dan memberikan materinya. Setelah kuliah berjalan lancar dan sudah waktunya pulang. Jam menunjukan pukul 1 siang. Rhaiza tidak langsung pulang tetapi Rhaiza menuju salah satu bank terbesar di kota A.


"selamat siang... Ada yang bisa kami bantu.??? Tanya salah satu karyawan di bank tersebut.


" selamat siang juga. Bisa aku bertemu dengan manajer bank ini??? Aku ingin Menukar emas ku "jawab Rhaiza sambil tersenyum.


" baik lah... Mari saya antar ke ruangan manajer kami "karyawan menjawab sambil menuntun arah.


Tok tok tok


" permisi pak. Ada salah satu nasabah ingin bertemu bapak" karyawan.


"persilahkan masuk" manajer.


"selamat siang pak" sapa Rhaiza dengan senyuman.


"selamat siang juga. Apakah ada yg bisa saya bantu nona.???


" apakah ini emas asli?? Tanya manajer dengan mata terbuka lebar karena kagetnya.


"ya.. Ini emas asli. Bapak bisa memeriksanya. Dan beratnya masing-masing 1 kilo" jawab Rhaiza dengan pasti.


"ok... Kami periksa dulu sebagaimana prosedur di bank kami" jawab manajer sambil memegang 1 batangan emas dengan hati-hati.


Salah satu karyawan datang dan menyajikan minuman dan cemilan untuk Rhaiza selama proses pemeriksaan. Rhaiza dengan santainya meminum dan memakan cemilannya.


Krekkkk


Suara pintu terbuka yang di sebabkan oleh sang manajer. Sang manajer langsung duduk di kursinya dan meminta data-data akun bank Rhaiza.


"kami sudah memeriksanya dan itu asli. Apakah nona Rhaiza mempunyai akun bank kami.??? Tanya manajer.


" aku belum punya akun bank kalian. "jawab rhaiza.


" apa nona membawa data diri nona (KTP) tanya manajer.


"aku membawanya" jawab Rhaiza sambil mengeluarkan kartu identitas nya dan menyerahkan ke manajer bank tersebut


"kami akan membuatkan akun untuk nona dan mentransferkan hasil dari penukaran emas nona." jawab manajer sambil mengambil kartu identitas rhaiza dan berlalu pergi mengurus akun baru untuk rhaiza.


Hanya membutuhkan waktu 30 menit semua prosedur sudah selesai dan rhaiza sudah mendapatkan kartu black cart di tangannya. Rhaiza membuka buku aku nya dan melihat nominal tertera 6 milyar.


"rupanya manajer ini bisa di percaya" rhaiza berbicara dalam hati.


"karena semua sudah selesai aku permisi pak manajer. Terima kasih banyak untuk pelayanan nya." Rhaiza


"sama-sama nona. Jika nona ingin Menukar lagi. Kami dengan senang hati menyambut dan melayani nona dengan baik." manajer


Rhaiza berjalan dan meninggalkan bank tersebut. Rhaiza merasa lapar karena sudah hampir lewat jam makan siang. Akhirnya ia memutuskan untuk makan di restoran dulu sebelum pulang ke rumah.


...



...


Rhaiza saat makan di restoran