Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 05


Setelah membereskan para preman Rhaiza mendatangi ibu yang di tolong nya, ibu itu masih tampak sangat syok, bagaimana tidak, ini baru pertama kalinya ia melihat adegan di mana seorang wanita cantik dengan mudahnya menghajar para preman yang notabennya sering melakukan kekerasan.


"apa ibu baik-baik saja??? Tanya Rhaiza ke ibu yang masih dalam posisi bingungnya.


" ah.... Aku baik-baik saja nak, seharusnya ibu yang bertanya apa kau baik-baik saja ??? Dan terimakasih sudah mau menyelamatkan ibu." kata ibu tersebut.


" he he he aku baik-baik saja bu, dan sudah seharusnya kita saling tolong menolong bu." jawab Rhaiza.


"oh ia... Perkenalkan nama ibu adalah Rosa." ibu Rosa memperkenalkan diri dengan rasa gembira, ia merasa gadis yang menolongnya adalah gadis yg sangat luar biasa.


"ah... Ia bu...!!!, Perkenalkan nama saya Rhaiza bu." balas Rhaiza sambil menyambut uluran tangan ibu Rosa.


"nama yang cantik secantik orangnya." kata ibu Rosa.


"terima kasih bu." Rhaiza tersenyum ramah.


"kamu tinggal dimana ??? Jauh dari sini ??? biar pulang bareng ibu aja sekalian.???" tanya ibu Rosa.


"rumah saya tidak terlalu jauh bu, cuma naik angkot aja sekali udah sampai." jawab Rhaiza dengan tersenyum.


"kalau begitu ayo ikut ibu aja....!!!, sekalian ibu antar." kata ibu rosa lagi.


"tidak usah bu, nanti merepotkan, lagian rumah aku dekat ko bu." tolak Rhaiza secara halus.


"ibu nga merasa direpotkan ko, ini sebagai tanda rasa terima kasih ibu ke kamu karena sudah mau menolong ibu tadi." jawab ibu rosa dengan cepat.


Karena Rhaiza terus di sesak oleh ibu Rosa agar mau di antar, akhirnya Rhaiza pun mengiakan, mereka berjalan menuju mobil yang sangat mewah.


"kamu tinggal dengan siapa di rumah ???." Tanya ibu Rosa.


" aku tinggal sendiri bu di apartemen."jawab Rhaiza.


" orang tua kamu ke mana??? “ tanya ibu Rosa lagi.


"aku yatim piatu bu." jawab Rhaiza lagi tampa rasa sedih karena sudah terbiasa hidup sendiri.


"oh.....!!!, tuhan maaf kan ibu nak, ibu nga tau soal orang tua mu nak." sesal ibu rosa perihal pertanyaannya.


"nga apa-apa bu, ibu kan nga tau." jawab Rhaiza sambil tersenyum manis ke ibu Rosa.


"kamu bisa menganggap ibu sebagai ibu mu nak, kebetulan ibu nga punya anak perempuan, Ibu cuma punya satu anak laki-laki yg super sibuk." jawab ibu Rosa.


"terima kasih bu, senang rasanya bisa punya ibu lagi." jawab Rhaiza dengan senangnya.


"mulai sekarang panggil ibu dengan sebutan mommy, mommy akan memperkenalkan mu kepada anak ibu nanti, gimana kalau malam ini ???." kata ibu Rosa penuh semangat.


" ah.. Mommy, terimakasih tapi aku tidak bisa malam ini mom karena aku harus kerja." jawab Rhaiza dengan muka sesalnya karena belum bisa berkenalan dengan abang barunya.


" nga apa-apa sayang, nanti kalau kamu ada waktu luang tinggal telepon mommy aja." jawab ibu Rosa


Tidak terasa mobil sudah sampai di depan apartemen kecil dan sederhana tempat tinggal Rhaiza, Ia pun pamit ke mommy Rosa dan tak lupa ia mencium pipi mommy barunya itu. Mommy Rosa pun berlalu pergi meninggalkan apartemen Rhaiza. Rhaiza pun memasuki apartemen nya dan menyimpan serta menyusun bahan-bahan belanja nya di kulkas. Karena melihat jam sudah menunjukan pukul 10:30, ia pun mandi dan bersiap-siap ke kampus.