Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 2


Perlahan tapi pasti mata putri Misra mulai tertutup tapi sebelum kesadarannya benar-benar menghilang. Putri Misra bisa merasakan kehangatan yang keluar dari liontin milik nya yang tiada lain adalah benda pusaka miliknya. Liontin itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang tetapi hanya putri Misra yang dapat melihatnya.


.....


Sedangkan di lapisan dunia lain tepatnya di dunia modern. Terlihat seorang gadis yang sangat cantik. Hidung kecil nan mancung serta bibir kecil nan manis berwarna merah alami. Tpi kecantikan itu tertutup dengan tampilan yg sangat sederhana. Dia sedang menangis di kala melihat pemandangan yg sangat menjijikan yang di lakukan kekasihnya bersama sahabatnya itu.


"apa yg kalian lakukan ???." teriak Rhaiza di sela tangisnya yang terlihat sangat syok.


Rio dan Nadira pun ter lonjak kaget dengan teriakan Rhaiza. Tetapi melihat Rhaiza yang ter duduk sambil menangis menatap mereka Rio pun berkata.


"karena kau sudah terlanjur melihat kami ya mau bagaimana lagi" jawab Rio dengan acuhnya.


Nadira yang melihat Rhaiza menangis cuma tersenyum mengejek sambil terus mencium dan ******* bibir Rio.


"kenapa kalian tega kepada ku ??? Apa salah ku pada kalian???."Tanya Rhaiza pada mereka, air matanya sudah tak dapat keluar lagi saat ini, hanya ada kebencian dan tatapan jijik yang terlihat di mata indahnya.


" kau bertanya apa salah mu??? Salah mu begitu banyak pada ku Rhaiza. Kau selalu di puja-puja karena kejeniusan mu dan aku selalu saja di banding-bandingkan kan dengan mu. Aku sangat membenci mu karena hal itu." Nadira menjawab dengan begitu menggebu-gebu


"hanya karena itu kau sampai tega berkhianat pada ku ??? Dan kau Rio, aku sangat mencintai mu, tolong berikan aku penjelasan kenapa kau berkhianat kepada ku ???."Tanya Rhaiza lagi.


" kau bilang mencintai ku tapi kau tak pernah mau tidur dengan ku." jawab Rio masih dengan gaya santainya.


Rhaiza pun berbalik dan berjalan keluar, tapi sebelum ia membuka pintu Nadira sudah lebih dulu memukul kepala Rhaiza dengan vas bunga yang ada di meja, Rhaiza seketika terjatuh dan kepalanya mengenai ujung meja kaca yang ada di ruangan itu, Rio ter lonjak kaget dan berteriak.


"apa yg kau lakukan.??? Apa kau ingin membunuhnya ???." Rio terlihat sangat panik saat ini.


" kenapa kau masih peduli padanya ??? Apa kau masih mencintainya.??? Tanya Nadira dengan penuh emosi.


"ya...., aku masih sangat mencintainya aku tidur bersama mu hanya karena Rhaiza tak mau tidur dengan ku." jawab Rio


"dasar kau brengsek....!!!." Nadira berkata dengan marah.


Rio memeluk Rhaiza dengan derai air mata dan berkata.


"sayang aku mohon bagun lah, dan maaf kan aku,bertahanlah aku akan membawa mu ke rumah sakit." ucap Rio dan mengangkat Rhaiza untuk di bawa ke rumah sakit.


Skip rumah sakit


Terlihat gadis cantik yang mulai membuka matanya, sambil menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Dengan perlahan mata itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Terasa asing bagi gadis itu, tiba-tiba kening gadis itu mengkerut, Sekelebat ingatan terputar dalam memori gadis itu. Ya dia adalah putri misra yg berada di dalam tubuh Rhaiza.


"ternyata seperti itu" putri Misra.