Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 94


Selamat membaca


Andrea yang di sekap merasa lucu dengan orang yang ada di depannya, ia merasa kasian, karena tidak lama lagi dia akan merasakan kemarahan rhaiza.


Ada apa dengan mu, apa kau sudah putus asa dan menjadi gila karena di culik " sang penculik yang kebingungan dengan sikap andrea


Andrea hanya semakin tertawa sampai-sampai air matanya keluar karena membayangkan kemurkaan rhaiza, ia yakin orang yang ada di depannya ini tidak akan berbentuk lagi. Merasa kesal karena di abaikan sang penculik memukul perut andrea hingga andrea meringis, tapi tidak menghilangkan senyum di bibir sexy nya.


Dasar sinting" sang penculik mengumpat dan berlalu pergi meninggalkan andrea di dalam ruangan pengap tersebut.


Kalian menculik orang yang salah, istri ku bukanlah orang yang sabar " gumam andrea


Tak berselang lama pintu kembali di buka, dan masuklah sosok pemuda tinggi dan tampan yang di penuhi aura yang menyesakkan, andrea yang tertunduk langsung mengangkat kepalanya menatap sosok pemuda tersebut, ia merasa sangat asing dengan wajah yang ada di depannya saat ini, andrea menggerutkan keninggnya dan bertanya.


Apa mau mu" tanya andrea to the point tampa mau tau siapa nama orang yang ada di depannya.


Hmmmm, kau lumayan tidak sabaran" jawab bima


Aku malas berbicara dengan mu" jawab andrea


Hahaha, bima terkekeh mendengar jawaban andrea


Ternyata sifat mu sama dengan wanita ku" Bima bergumam sambil terkekeh, tapi gumamannya masih di dengar oleh andrea


Tujuan ku menculik mu hanya satu, mengambil sesuatu yang seharusnya tidak kau miliki" bima mulai berbicara serius


Apa yang kumiliki adalah milikku, dan tidak ada hubungannya dengan mu" jawab andrea


Aku tidak memiliki apa yang kau tanyakan, jika pun aku memilikinya, aku tak akan memberikannya untuk mu" jawab andrea santai.


Kau tak bisa membohongi ku, dan benda itu, jika kau tak memberikannya, aku akan mengambilnya secara paksa" jawab bima sambil tersenyum mengerikan


Kenapa kau bersikukuh sekali dengan hal yang bukan milik mu" tanya andrea penasaran


Dengan adanya benda itu, berarti sudah menentukan status ku sebagai suami sang penguasa" jawab bima


Aku akan mengambil kembali apa yang pernah menjadi milik ku, termaksut hati wanita ku" Bima menambahkan kata-kata nya dengan wajah yang sangat yakin dengan rencana nya.


Ah...., kini aku tau siapa diri mu" andrea berbicara sambil menatap bima dengan jijik


Kau adalah laki-laki brengsek yang tidak tau malu, ingin mengambil sesuatu yang bukan milik mu, sungguh sangat memalukan, dah benda yang kau cari itu, tidak akan pernah mau berada di dekat mu, dasar manusia menjijikan.


Mau tidak mau, suka tidak suka, jika aku memiliki pedang matahari, dia sudah di pastikan menjadi permaisuei ku" jawab bima santai dan keluar dari ruangan tersebut


Dasar brengsek, jangan harap kau bisa memilikinya, aku tidak akan membiarkan mu mendekatinya lagi" teriak andrea dengan emosi, ia mencoba melepaskan rantai yang mengikat ya, tapi sayangnya usahanya sia-sia.


,,,,,,


Sang penculik kini masuk kedalaman ruangan tempat andrea di sekap, ia melihat andrea yang sedang meronta-ronta ingin melepaskan diri.


Kau tak usah buang tenaga" kata sang penculik