
Selamat membaca
Melihat pesan yang di tinggalkan rhaiza membuat bima terdiam beberapa saat, ia merasa tidak ada jalan lain lagi selain berperang, mengingat itu kenangan masa lalu teringat kembali di kepala bima.
Flas back......
Aku baru saja keluar dari semediku dan mencoba untuk mengembara, aku memanglah ketua aliran ilmu sihir hitam, tapi gelar itu baru saja aku sandang setelah keluar dari semedi ku, kami di sebut aliran sihir hitam karena mempunyai sihir kegelapan. Sebagian memang menggunakan sihir hitam untuk membunuh, tapi itu tidak semuanya.
Di saat aku mulai mengembara, aku melihat sebuah pulau yang sangat subur, gunung-gunung yang menjulang serta Pulau-Pulau kecil yang mengelilingi pulau tersebut, pulau itu di namakan negeri kabaena.
Di saat aku menginjakan kaki ku di daratan nya, aku merasakan fulkutasi energi yang sangat besar, rakyatnya pun sangat sejahtera di pulai ini, mereka hidup dengan cara bercocok tamam dan sebagian lagi hidup dengan mengail hasil laut.
Pendarang atau pengembara yang singgah di negeri kabaena akan di sambut baik oleh semua rakyat, setelah sebulan aku tinggal di negeri ini, aku baru mengetahui jika negeri kabaena di kuasai oleh tiga bersaudara.
Mereka bertiga adalah seorang putri yang terpilih dari leluhur benda pusaka atau bisa di sebut terlahir dari tiga pusaka yang ada di negeri kabaena.
Tiga putri ini mempunyai daerah kekuasaan masing-masing, putri tertua menguasai daerah Gunung batu sangia atau yang sering di sebut sangia vita, putri kedua menguasai daerah selatan yang mendominasi daerah laut, sedangkan si bungsu menguasai daerah timur, dengan daerah kekuasaan antara lautan dan juga sebagian pegunungan.
Aku saat ini sedang ada di daerah kekuasaan si bungsu, putri tersebut juga bernama putri misra, dia putri yang sangat cantik, lembut dan juga tegas di saat menghadapi masalah.
Aku mencoba bertanya kepadanya, kenapa aliran hitam tersebut menyerang rakyat kabaena ke salah satu penyerang yang masih hidup, tiba-tiba putri langsung memenggalnya dan sambil menjawab pertanyaan ku.
" mereka menyerang rakyat ku hanya untuk kekuatan, karena energi kehidupan yang di miliki rakyat ku bisa meningkatkan kekuatan mereka, berbeda dengan rakyat yang ada di luar pulau kabaena" jawab putri misra
Apa kau pengembara baru di sini" putri misra kembali bertanya pada ku
Ia, aku baru sebulan di sini putri " jawab bima sambil memberi hormat
Semoga kau berkah di negeri kami" jawab putri misra dan berlalu pergi
........
Sepeninggalan bima, ia masih bertanya-tanya, kenapa energi mereka berbeda, apa yang negri ini miliki sehingga fulkutasi energi di sini sangat kaya.
Saat ini bima sudah sering bertarung bersama putri melawan aliran hitam, di saat itulah mereka semakin dekat dan menjalin kasih, tapi ada satu yang selalu membuat bima resah, putri selalu bersama dengan seorang lelaki yang sering dia panggil kakak, tapi dari yang aku tau, lelaki tersebut bukanlah kakaknya.