
Setelah Rhaiza menyelesaikan penandatanganan berkas penjualan dan pengalihan cafe, ia melanjutkan dengan berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. Rhaiza pun tak sengaja bertemu dengan wanita aneh di salah satu butik.
"butik ini ramai sekali. Sebaiknya aku coba masuk dan melihat jika ada yang cocok dengan ku" Rhaiza yang berdiri di depan butik bermerek, ia melangkahkan kakinya memasuki butik tersebut.
Di saat Rhaiza berkeliling, ia mengambil salah satu gaun yang menurutnya simpel tapi sangat anggun.
"sepertinya gaun ini cocok untuk ku" sebaiknya aku menanyakan ke pada pegawai di butik ini " gumam Rhaiza.
Rhaiza yang ingin mencari pegawai butik untuk menanyakan ruang ganti tersebut tidak jadi melangkahkan kakinya karena baju yang ingin di cobanya sudah di rampas oleh vannesa.
" hai.... Apa yang kau lakukan...??? " tanya rhaiza dengan raut wajah dinginnya.
"aku ingin gaun ini.....!!!" jawab vanessa dengan acuhnya.
"kau bisa mencari gaun yang lain. Karena gaun itu aku yang pertama mengambilnya." rhaiza yang masih berbicara datar tapi dengan suara yang sangat dingin.
"sialan wanita ini. Beraninya dia melawan ku. Dasar wanita menjijikan. Baju yg di kenakan nya juga bukan pakaian bermerek." batin vanessa.
"aku tidak mau. Karena aku menginginkan gaun yang ini. Melihat dari pakaian yang kau kenakan. Sepertinya kau tak akan mampu membayar gaun ini" vanessa mencibir Rhaiza.
Karena perdebatan yang mereka lakukan akhirnya membuat sang manajer butik datang dan bertanya.
"apa yang telah terjadi di sini.....???" tanya sang manajer.
"nona ini menginginkan gaun yang telah di pilih oleh nona yang satunya" jawab karyawan di butik itu, ia menjelaskan perihal yang sedang terjadi.
"apakah di butik ini orang yang tidak memakai pakaian bermerek tidak bisa berbelanja di sini....???" tanya Rhaiza ke manajer butik.
"tidak ada peraturan seperti itu nona. Kami senantiasa melayani pelanggan kami tampa melihat pakaian yang mereka kenakan" jawab sang manajer.
"apakah di toko ini tidak memiliki aturan jika pakaian yang sudah di pegang bisa di rampas oleh pelanggan lain ???" Tanya rhaiza lagi.
" tidak nona. Pakaian yang sudah di pegang oleh yang lain tidak bisa di rampas. Kecuali sang pelanggan tidak jadi membelinya." Manajer butik yang masih menjelaskan.
" kau dengar sendirian apa yang manajer butik ini bilang.??? " tanya Rhaiza ke vannesa.
Terdengar suara bisik-bisik yang menjelekkan sikap tidak sopan yang di miliki vannesa. Akibatnya vanessa marah dan langsung pergi meninggalkan butik tersebut.
"Apakah dia tidak di ajari sopan santun "
"dia terlalu arogan"
"dia terlalu sombong"
Kira-kira seperti itu bisik-bisik yang di dengar vanessa. Sebenarnya bukan lagi bisik-bisik karena mereka berbicara sedikit keras dan bisa di dengar oleh orang lain.
"sialan... Aku tidak pernah di permalukan seperti ini. Aku pasti akan membalas mu" suara batin vannesa. Ia memandang rhaiza dengan penuh amarah.
Rhaiza yang bisa dengan mudahnya membaca isi hati dan pikiran vannesa hanya menyeringai dan berkata dalam hati " aku akan menunggu pembalasan seperti apa yang kamu rencanakan"
Rhaiza pun mengambil gaun dan membayarnya di kasir. setelah itu ia keluar butik dan berencana untuk makan di salah satu cafe yang ada di mol tersebut. Tapi karena asik melihat-lihat ia tak sengaja menabrak seseorang.
"gubrak......."
Suara barang Belanjaan yang jatuh akibat tabrakan. Rhaiza pun meminta maaf sambil mengambil barang Belanjaan yang jatuh.
"maaf saya tidak sengaja saya terlalu asyik melihat ke tempat lain dan tidak memperhatikan jalan" Rhaiza meminta maaf sambil menyerahkan barang Belanjaan dari orang yang di tabrak nya.
"mommy Rossa.....!!!" Rhaiza yang kaget melihat mommy Rosa yang tersenyum senang melihatnya sibuk memungut Belanjaan yang terjatuh.
"kenapa kamu tidak melihat jalan dengan benar sayang....???" tanya mommy Rosa
"aku lagi nyari cafe mom. Mommy berbelanja sendirian saja.??? Tanya rhaiza.
" mommy memang cuma bisa belanja sendirian. Anak mommy sibuk dan kamu nga pernah hubungi mommy " mommy rosa memasang muka pasrahnya.
" maafkan Rhaiza mom. Rhaiza akhir-akhir ini sibuk" jawab Rhaiza yang mengerti kesedihan mommy Rosa.
"ya udah kita makan aja dulu" ajak mommy rosa..
Merekapun menuju ke cafe dan memesan makanannya.