Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 103


Selamat membaca


Kini di tangan rhaiza sudah ada beberapa tumpukan buku yang cocok untuk andrea pelajari, mulai dari yang dasar sampai ilmu sihir pertahanan dan menyerang,Ada juga jurus pedang dan berbagai ilmu bela diri yang di berikan oleh rhaiza.


Rhaiza menempatkan buku-buku itu di atas meja dan menyuruh andrea membacanya, setelah memahaminya andrea harus mempraktekkanya.


Sayang, apa kau yakin menyiruhku membaca semua ini" tanya andrea


Tentu, itu masih sebagiannya saja" jawab rhaiza


Apa maksud mu sebagian saja sayang, jangan bilang masih ada yang lainnya lagi" tanya andrea dengan raut wajah yang menyedihkan


Berhenti memasang raut wajah jelek mu seperti Itu, aku akan keluar dan akan kembali melihat kemajuan mu dalam beberapa hari lagi" rhaiza mengecup bibir andrea dan berniat kembali, tapi andrea tidak membiarkannya pergi begitu saja, ia menahan belakang kepala rhaiza dan memperdalam ciuman ya.


Sayang, kau akan muncul beberapa hari lagi, kau harus memberikan aku sedikit suntikan vitamin untuk suami mu ini" goda andrea


Kau hanya alasan saja" balas rhaiza dan berdiri meninggalkan andrea.


Kau tidak akan mendapatkan vitamin itu dalam jangka waktu yang lama, aku akan menyenangkan mu jika kau sudah bisa menguasai semua yang ada di buku itu, apa kau mengerti suami ku" rhaiza berjalan keluar dengan sedikit tersenyum


Andrea hanya memasang raut wajah bego ya dan sedikit pasrah,


Aku harus puasa lagi deh " gerutu andrea


Kini andrea sudah membuka buku satu persatu dan membacanya, raut wajahnya sangat serius membaca setiap jurus-jurus itu, ia sesekali keluar ruangan untuk mempraktekkanya, setelah dia rasa bisa menguasainya ia akan pindah ke buku yang lainnya, ia juga mencoba mempraktekkanya ilmu bela diri dan jurus pedang, itu ia lakukan terus menerus.


.....


Tuan..... " sang asisten mencoba membuka suara


Ada apa" jawab bima


Apa tuan tidak ingin menjelaskan kepada nona rhaiza" tanya sang asisten


Itu tidak perlu, aku juga bersalah pada nya" jawab bima


Tapi itu tidak sepenuhnya kesalahan tuan" jawab sang asisten


Ini bukan menyangkut salah atau tidaknya, tapi ada tujuan yang lebih penting dari itu" bima mencoba menjelaskan


Apakah tuan akan merelakan hidup tuan sendiri" tanya sang asisten dengan raut wajah khawatir


Tidak ada jalan lain, itu semua hanya bisa terjadi jika nyawa ku yang menjadi pertukaran nya" jawab bima


Kita harus merebut pedang matahari tuan, dengan begitu nyawa tuan bisa terselamatkan dan tuan bisa lepas dari makhluk itu" sang asisten mencoba mencari solusi yang lain


Itu sudah tidak perlu lagi, kini semuanya sudah terlambat, hanya dengan kekuatan mereka yang bisa menyegel makhluk itu" jawab bima


Sudahlah, kau tidak usah khawatir, aku sudah hidup cukup lama, aku juga sangat ikhlas jika aku mati demi menyegel makhluk itu. Semuanya bisa di segel dengan menggunakan kekuatan mereka, walaupun nyawa ku akan menghilang, itu tetap sepadan" bima menghela napas, ia berdiri dan berjalan ke mobil, kini mereka akan kembali ke kediamannya


Sungguh tuan ku orang yang sangat baik, andai saja kesalahan itu tak pernah terjadi, mereka pasti akan bahagia " batin sang asisten