
Di tengah-tengah perbincangan ke dua wanita berbeda usia itu tiba-tiba handphone mommy Rossa berbunyi.
"hallo boyz. Tumben kau menghubungi mommy. Apa ada sesuatu yang terjadi.??? Tanya mommy rosa.
" nga mom. Aku hanya mendapat kabar kalau mommy keluar sendirian lagi. "jawab Martin.
" mommy nga suka di keliling pengawal boyz" mommy Rosa.
"tapi kan mom itu demi kebaikan mommy" jawab Martin lagi.
"kamu nga usah berdebat dengan mommy. Sebaiknya kau menjemput mommy di sini. Nanti mommy akan mengirimkan alamatnya" mommy rosa mendengus kesal.
"baiklah aku akan menjemput mommy" jawab Martin pasrah.
Handphone mommy Rosa pun di matikan dan mereka melanjutkan makannya. Sehabis itu mereka memesan makan penutup. Mereka terus berbincang sesekali bercanda dan tertawa. Tanpa mereka sadari seseorang sudah memperhatikan mereka berdua.
"mommy berbincang dengan siapa...???,Tumben mommy mau dekat dengan orang lain dan terlihat sangat akrab" batin Martin.
Martin pun berjalan dan menghampiri mereka berdua yg tengah asyik berbincang dan tidak menyadari jika Martin sudah ada di dekat mereka.
"mommy" panggil Martin
"hai boyz..kenalkan ini Rhaiza anak angkat mommy" mommy Rosa langsung memperkenalkan mereka masing-masing.
Rhaiza pun berdiri dan mengangkat kepalanya untuk bersalaman. Tapi Rhaiza tiba-tiba diam dan melotot kaget melihat lelaki yang ada di depannya. Begitupun Martin yang sangat senang karena pencariannya selama ini tidak membuahkan hasil dan tiba-tiba Rhaiza muncul di depan nya dengan sendirinya.
"Rhaiza.....!!!" Sambil menyodorkan tangannya.
"martin......!!!" menyambut tangan Rhaiza dan tersenyum penuh arti.
"senang bertemu dengan mu" kata rhaiza dengan canggung.
" ya....., akupun senang berjumpa dengan mu.... lagi" Martin menekan kata lagi untuk mengingat kan Rhaiza.
"terima kasih karena kau mau menolong ku malam itu." Martin membuka suara.
" it's oke. Kau membutuhkan pertolongan. Sudah sepatutnya aku membantu. " jawab Rhaiza dengan santai.
" jika kau membutuhkan bantuan. Kau tidak perlu sungkan meminta ke pada ku" balas Martin lagi
"apa kau bersungguh-sungguh.???" tanya Rhaiza dengan memasang wajah penuh harap.
"ya aku bersungguh-sungguh" jawab Martin dengan tersenyum geli melihat ekspresi wajah Rhaiza.
"kau membutuhkan bantuan ku untuk apa....???" tanya Martin sedikit kepo
"Aku lagi mencari rumah yang baru untuk tempat tinggal ku" jawab Rhaiza dengan jujur.
"kau bisa ke kantor ku besok. Aku akan mengenakan mu ke agen perumahan yang ku kenal" saran martin dan berharap Rhaiza mau ke kantornya.
"ok.. Aku akan datang pas makan siang besok" jawab Rhaiza tampa berfikir lama
Rhaiza dan martin sudah sampaikan di depan apartemen kecil Rhaiza. Martin pun langsung pamit dan Rhaiza pun memasuki apartemen nya.
Melihat jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Rhaiza yang sudah mandi pun memutuskan memasuki ruang dimensinya.
"sepertinya aku akan kesusahan mengurus rumah dan keperluan ku nanti di saat aku sudah membeli hunian baru. Sebaiknya aku membuat pelayan dari tanah untuk membantu nanti" gumam Rhaiza.
Rhaiza pun memulai aksinya dengan membuat patung sebanyak 6 orang yang terdiri dari 3 wanita dan 3 pria. ia pun duduk bersila di hadapan ke 6 patung tersebut. Ia memusatkan tenaga dalamnya dan menyalurkan tenaga dalam yang di campur dengan sedikit energi kehidupannya sambil membaca mantra sihir.
Selang beberapa waktu kurang lebih menghabiskan waktu hampir 5 jam lamanya. Akhirnya patung-patung itu pun sudah berhenti bersinar dan terbentuk lah 6 manusia yang sangat rupawan.
Rhaiza pun mendekat ke 6 manusia buatan tersebut dan mentransfer kan kesadaran manusia ke pada mereka berenam agar mereka bisa lebih memahami menjadi manusia. Tapi tetap saja mereka kekurangan ekspresi di wajahnya.
"akhirnya selesai juga"