My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 93 - Mengungkap Fakta


Keenan memandangi wajah Tessa yang tertidur pulas, mulai malam ini dia harus bisa menahan diri untuk sebulan ke depan.


"Kita tutup pabrik Keesa dulu," gumam Keenan.


Karena tidak bisa tidur, Keenan duduk di balkon kamarnya sambil memikirkan Sebastian dan Luke.


"Apa aku harus memberitahu mereka?"


Benar kata Tessa, untuk ke depannya pasti Keenan dan Tessa akan sering bertemu dengan kekasih Sebastian dan Luke. Hal itu pasti akan menimbulkan suasana canggung kalau tidak diselesaikan dari sekarang.


Akhirnya Keenan mencoba menghubungi Sebastian.


"Bass, kau sedang apa? Ayo kita ke apartemen Luke, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ajak Keenan.


Kebetulan Sebastian masih berada di luar karena baru mengantar kekasihnya pulang.


"Aku akan ke sana, sudah lama kita tidak menginap, Tessa tidak apa-apa, 'kan?" tanya Sebastian.


"Semuanya aman," jawab Keenan.


Setelah berbicara dengan Sebastian, Keenan mengambil kunci mobilnya dan langsung turun ke lantai bawah.


Tapi, saat akan menuju parkiran, Keenan kaget karena ada Silver yang menegurnya.


"Mau kemana kau?" tanyanya.


"Mom... " Keenan memegangi dadanya karena masih terkejut. "Aku akan menginap ke apartemen Luke!"


"Kau sudah mempunyai istri jadi jangan macam-macam, Kee," ucap Silver memberi peringatan.


"Aku justru ingin menyelesaikan masalah, lagi pula pasti mommy kan yang menyuruh Tessa menghukumku," cecar Keenan. Wajahnya terlihat masam sekali jika mengingat hukumannya.


"Sepertinya itu hukuman yang tepat makanya jangan berbuat ulah lagi supaya hukumanmu tidak bertambah!"


"Aku benar-benar tidak berbuat apapun, Mom. Alam semesta saja yang seolah mempermainkan aku!"


Tidak mau berdebat lagi dengan sang mommy, Keenan lebih memilih cepat pergi dari mansion.


_


Di sebuah apartemen, dua anak manusia berbeda jenis tengah bercumbu mesra tapi saat sang pria ingin membuka baju sang wanita menahannya.


"Kenapa?" tanya Luke pada kekasihnya.


"Oh iya?" Luke segera merubah posisi yang nyaman. Dia menarik sang kekasih ke pelukannya. "Kita bisa melakukannya lain kali!"


Sebenarnya ada yang dipikirkan wanita itu sampai membuatnya berbohong tapi dia juga enggan memberitahu Luke.


"Aku harus pulang karena ibuku datang hari ini," ucapnya kemudian. Dia berbohong lagi supaya bisa keluar dari apartemen Luke.


Pada saat keluar, dia berpapasan dengan Sebastian yang baru sampai.


"Apa Luke ada di dalam?" tanya Sebastian.


"Iya, masuklah!"


Buru-buru dia pergi yang membuat Sebastian bingung.


"Kekasihmu kenapa?" tanya Sebastian pada Luke saat dia sudah masuk ke dalam.


"Katanya dia datang bulan," jawab Luke apa adanya.


"Memang kalau wanita sedang datang bulan, susah ditebak," balas Sebastian yang melemparkan dirinya duduk di samping Luke sambil merangkul sahabatnya itu.


"Jauhkan dirimu, Bass. Aku masih normal!" Luke menggeser tubuhnya karena risih.


"Kau pikir, aku tidak normal. Aku hanya merindukanmu..."


"Cih, menjijikkan! Kita kan baru bertemu di bar tadi,"


Tak lama yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Keenan datang dengan membawa kotak pizza.


"Untung ada resto yang buka 24 jam jadi aku mampir membelinya!" seru Keenan sambil memberikan kotak pizza itu pada Sebastian dan Luke.


"Kau tidak memberi racun pada pizza ini, 'kan?" tanya Sebastian curiga.


"Makanlah dulu, Bass. Jika kau tidak mati, aku akan ikut memakannya," celetuk Luke.


Keenan berdecak karena kedua temannya selalu saja bercanda dengan kematian.


"Aku akan berbicara hal penting jadi kalian makanlah dulu. Aku takut kalian akan pingsan jika mengetahui fakta ini," ucap Keenan begitu serius.


"Setidaknya kalian pingsan dalam keadaan kenyang!"