
Tessa merasa dijebak oleh suaminya, seharusnya dia yang marah tapi bisa-bisanya Keenan membalik keadaan.
"Ayo cepat, aku tidak punya banyak waktu!" Keenan terus memaksa.
Tessa menggigit bibir bawahnya, dia memberanikan diri mendekati suaminya kemudian berjinjit dan mencium bibir Keenan.
"Aku merindukanmu, hanya itu," ucap Tessa.
Karena malu, Tessa ingin menjauhkan diri tapi kedua tangannya ditangkap oleh Keenan.
Mendengar ungkapan rindu dari bibir istrinya, Keenan tidak bisa menahan diri lagi. Keenan mencium bibir Tessa dan mendorong tubuh ramping itu sampai merapat di dinding lift.
Rasa rindu yang membuncah mereka luapkan dengan ciuman yang menggebu-gebu.
Tangan Keenan menyusup masuk ke punggung Tessa kemudian melepas kaitan bra istrinya.
"Kee..." Tessa menahan kepala Keenan saat akan menyesap buah dadanya. "Jangan lakukan di sini!"
"Tidak apa-apa, aku akan bermain cepat!" Keenan tidak peduli, dia sudah tidak tahan lagi.
Keenan begitu beringas menjadi bayi besar sampai tangannya kembali menyusup ke dalam rok istrinya, dia mencari kain segitiga dan menurunkannya perlahan.
"Kau sengaja menggodaku dari awal ya sayang," ucap Keenan yang hormon dopaminnya semakin memuncak. "Kau juga sudah basah!"
"Mau bagaimana lagi, aku menginginkanmu," balas Tessa.
"Kau memang istri penggoda yang nakal!" Keenan menaikkan satu kaki istrinya kemudian perlahan melakukan penyatuan dengan posisi berdiri.
Tessa memeluk leher suaminya saat Keenan mulai bergerak. Dia hanya bisa memejamkan mata menikmati sensasi bercinta dengan gaya seperti itu.
Pikirannya sudah gila dengan adrenalinnya yang terpacu karena bercinta di dalam lift. Tapi, situasi itu tidak menyurutkan Keenan untuk terus bergerak.
"Argh!" Keenan mengerang saat berhasil mengeluarkan Keesa dalam jumlah yang banyak.
"Kau sebaiknya pulang sayang karena aku tidak akan berhenti jika kau masih di sini, aku benar-benar sibuk," ucap Keenan seraya memperbaiki pakaian istrinya.
"Tapi, kau tidak akan lembur lagi, 'kan?" tanya Tessa memastikan.
"Aku akan berusaha pulang cepat!" Keenan menjawab dengan memainkan hidung Tessa menggunakan hidungnya.
"Baiklah, kita harus sering sharing setelah ini, okay." Tessa tidak mau mereka bertengkar tidak jelas lagi. "Mulai sekarang kita harus memperkecil masalah besar dan menghilangkan masalah kecil!"
Keenan mengangguk dan kembali mencium istrinya. Mereka berdua benar-benar dimabuk cinta.
TING!
Pintu lift terbuka, Keenan melepas ciuman sambil mengusap bibir Tessa menggunakan ibu jarinya.
"Aku kerja dulu sambil kembali memproduksi Keesa lagi," ucap Keenan mengerlingkan matanya sebelah.
"Dasar Boss nakal!" Tessa menepuk pundak Keenan pelan. "Aku menunggumu pulang!"
Karena waktu makan siang sudah selesai, Tessa tidak mau mengganggu Keenan lagi. Dia memencet tombol lift untuk turun ke lantai bawah.
Sebelum keluar dari lift, Tessa memperbaiki penampilannya supaya kembali rapi lagi.
"Aku harus berbelanja dulu sebelum kembali ke apartemen, mulai malam ini aku akan memasak untuk suamiku," gumam Tessa kesenangan karena akhirnya bisa melakukan tugasnya menjadi istri untuk melayani suaminya.
Tessa pergi ke swalayan dan membeli semua kebutuhan yang dia perlukan. Saat dia ingin membayar belanjaan ke kasir atensi Tessa tertuju pada stroller baby yang sedang diskon.
"Lumayan diskon 30 persen!" ucapnya. Entah kenapa Tessa jadi ingin membelinya.
Tessa jadi teringat semenjak kepulangannya dari Pulau Borgia, dia belum datang bulan.
"Oh my God! Aku harus membeli stroller baby itu!" seru Tessa.