My Naughty Boss

My Naughty Boss
Bonchap 1 - Calon Daddy


Gaes, ada beberapa bonchap dibaca ya🤭


_


Keenan tersenyum melihat foto USG calon bayi kembarnya. Kemudian dia memasukkan dalam bingkai foto dan memajangnya di meja kerjanya.


"Daddy cari uang dulu!" batin Keenan yang sekarang menatap tumpukan berkas untuk diperiksa.


Tak lama pintu ruangannya diketuk dan Pedro masuk dengan membawa beberapa berkas lagi.


"Ini berkas dari Pulau Borgia, Bos," ucap Pedro seraya memberikan berkas itu di tumpukan paling atas.


Keenan menghela nafasnya karena sudah dipastikan dia akan lembur lagi malam ini.


"Kau sudah mencari sekretaris baru, 'kan?" tanyanya.


"Iya Bos, hari senin para pelamar akan melakukan interview," jawab Pedro.


Setelah menjawab pertanyaan itu, Pedro ragu-ragu ingin mengatakan hal pribadinya.


"Bos..." panggilnya. "Saya ingin menagih janji!"


Keenan menatap Pedro seraya mengerutkan keningnya. "Janji apa?"


"Itu... masalah kencan. Saya ingin melakukan kencan buta," jawab Pedro malu-malu.


"Ah, masalah itu, sepertinya kau harus menundanya Ped," sahut Keenan.


"Kenapa lagi, Bos?" Pedro mulai protes.


"Tessa sedang hamil, biasanya perempuan hamil banyak maunya dan pasti aneh-aneh permintaannya jadi aku membutuhkanmu tetap siaga. Tunda jatuh cintanya, ini perintah mutlak!" tegas Keenan.


Pedro hanya bisa menggerutu sebal karena dia tidak merasa ikut membuat anak tapi justru mendapat getahnya.


"Aku ingin menghubungi Tessa dulu," ucap Keenan seraya mendial nomor Tessa di ponselnya.


"Sayang? kau sedang apa?"


"Aku sedang mengawasi para pekerja yang menyusun perabotan,"


"Jangan capek-capek, kasihan Keesa yang sedang berkembang,"


"Aku hanya duduk diam dan menunjuk-nunjuk seperti bos, Kee. Aku malah bosan!"


"Jangan bosan, ya. Terus saja begitu, kau mau dibawakan apa sayang?"


"Hm, apa ya? Aku tidak ingin apa-apa!"


Keenan mengerutkan keningnya, setiap dia bertanya pada Tessa apa yang istrinya mau, pasti Tessa menjawab tidak ingin apa-apa. Bahkan Tessa juga tidak pernah mengalami morning sickness yang bisa membuatnya khawatir.


"Nah kan, wanita hamil pasti aneh, seharusnya Tessa meminta sesuatu yang sulit untuk aku dapatkan setelah aku berhasil mendapatkan permintaannya, dia pasti akan menganggapku pahlawan," ucap Keenan setelah menutup panggilan.


"Kenapa harus begitu, Bos? Bukannya seharusnya kau bersyukur karena bos nyonya tidak membuat repot," sahut Pedro jadi bingung sendiri.


"Itu hukum alam wanita hamil, aku sudah survey, rata-rata ya begitu tapi Keesaku sungguh aneh, apa mereka tidak tahu kalau daddy-nya kaya," keluh Keenan.


Sekarang Pedro sadar kalau memang harus menunda jatuh cintanya karena sebenarnya yang butuh perhatian bukan Tessa melainkan Keenan sendiri.


"Lebih baik kau alihkan pikiran itu dengan pekerjaan, Bos," ucap Pedro kemudian.


"Ya, kau benar. Aku harus tetap keren dan santai menghadapi istriku yang hamil," sahut Keenan yang kembali fokus pada pekerjaannya.


Dan ketika malam tiba, Tessa yang berada di rumah barunya bersama Keenan, menyiapkan makan malam. Tessa sekarang terbiasa menikmati makanan rumahan yang sehat dari pada beli fast food atau junk food di luar sana.


"Sayang..." panggil Keenan. Lelaki itu baru sampai rumahnya dengan membawa beberapa cokelat dan es krim.


"Banyak sekali," komentar Tessa yang melihat bawaan suaminya.


"Keesa kan membelah jadi dua sayang jadi aku membiasakan diri untuk membeli apapun itu serba dua biar tidak kaget kalau mereka sudah lahir nanti," ucap Keenan.