My Naughty Boss

My Naughty Boss
Bonchap 5 - Paranoid


Pedro menepuk jidatnya sendiri. "Bos, dimana-mana yang bertelur itu pasti betina!"


"Astaga! Ini karena aku terlalu senang, Ped!" tanggap Keenan.


"Sepertinya keadaanmu tidak stabil, Bos. Lebih baik saya saja yang turun, ini hanya beli salad sayur tapi berasa seperti akan perang dunia!" komentar Pedro yang tidak akan membiarkan Keenan membuat kekacauan.


"Ingat mantramu, Bos!" sambung Pedro.


Keenan memejamkan mata dan mengucapkan mantra aku keren puluhan kali. Dia mencoba menenangkan diri.


Sementara Pedro masuk ke restoran dan memesan salad sayurnya.


"Dua porsi, ya," ucap Pedro yang tahu jika Keenan membeli apapun serba dua.


Beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan Pedro sudah jadi, dia membayar kemudian bergegas kembali ke mobil.


Sepertinya Keenan mulai tenang di dalam sana, Pedro cukup mengerti kenapa Keenan seperti itu.


"Apa sebaiknya kita mengatur jadwal ke psikiater, Bos?" tanya Pedro.


Keenan menggeleng. "Tidak perlu, aku bisa mengatasinya!"


"Tapi keadaanmu semakin memburuk, Bos," sahut Pedro cemas.


Sudah dipastikan Keenan mengalami trauma atas keguguran Tessa sebelumnya, gejala itu muncul saat mendengar Tessa hamil lagi. Keenan selalu gelisah karena takut kehamilan kali ini akan sama seperti sebelumnya. Apalagi Tessa keguguran di depan matanya sendiri.


Muncul gejala paranoid yang membuat Keenan memikirkan hal yang tidak perlu seperti janin tidak berkembang atau janin kembar itu mengalami kelainan.


Itulah kenapa tindakannya sangat berlebihan jika menyangkut calon bayi-bayinya.


"Sepertinya aku harus membicarakan masalah ini pada bos nyonya," batin Pedro. Dia merasa Tessa harus tahu.


Biasanya Keenan akan meminta Pedro pulang duluan tapi kali ini Pedro yang akan mengantar bosnya dan memastikan Keenan sampai rumahnya dengan selamat.


Ketika sampai, Pedro juga memaksa untuk mengantar Keenan sampai masuk ke dalam rumah.


"Tidak bos nyonya," balas Pedro.


Keenan pada saat itu ke kamar karena ingin membersihkan diri dulu sebelum kontak fisik dengan istrinya.


"Syukurlah, aku kira suamiku akan mendatangkan koki restoran itu kemari," komentar Tessa seraya membuka salad sayur yang sudah dibeli.


"Sebenarnya, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan, Bos Nyonya," ucap Pedro yang duduk berhadapan dengan Tessa.


"Apa itu, Ped?" tanya Tessa penasaran karena jarang-jarang Pedro ingin berbicara berdua dengannya.


"Jadi begini..." Pedro menceritakan panjang lebar mengenai dugaan trauma yang dialami Keenan.


Sebenarnya Tessa juga sempat berpikir seperti itu tapi dia berusaha menepis.


"Sebaiknya bos Keenan cepat dibawa ke psikiater saja," ucap Pedro setelah selesai bercerita.


"Terima kasih atas perhatianmu, Ped! Aku akan membujuk suamiku pelan-pelan," balas Tessa seraya memegang tangan Pedro. "Aku berdoa supaya kau menemukan jodoh yang tulus menyukaimu!"


Setiap membicarakan masalah jodoh, Pedro hanya bisa menghela nafasnya. Dia belum bisa membagi waktunya dengan baik jadi Pedro justru merasa cemas jika membuat kekasihnya kecewa.


Setelah urusannya selesai, Pedro berpamitan pulang.


Dan Tessa segera menyusul suaminya di kamar mandi. Sekarang Keenan mandi lebih lama dari biasanya.


"Sayang?" panggil Keenan saat melihat istrinya ikut masuk ke kamar mandi.


"Kenapa mandinya lama sekali?" tanya Tessa.


"Aku harus memastikan kalau tubuhku bersih dari kuman-kuman yang menempel," jawab Keenan yang masih terus menggosok tubuhnya.


Tessa mendekat dan mematikan shower yang menyala. Dia melihat tubuh Keenan yang memerah pasti suaminya menggosok terlalu keras.


"Kami tidak apa-apa, aku dan calon bayi-bayi kita tidak apa-apa," ucap Tessa sambil menangis. Dia tidak menyangka efek dia keguguran akan membuat suaminya seperti itu.