
Di sebuah kamar, sepasang anak manusia tengah bercumbu dengan mesra, tangan sang pria sibuk menyusuri lekukan tubuh sang gadis sampai tangan itu mengelus punggung dan menemukan apa yang dia cari.
Keenan melepas pengait bra Tessa yang membuat gadis itu langsung tersadar.
"Kee..." Tessa ingin menjauhkan dirinya. "Ini terlalu cepat!"
Sepertinya Keenan masih belum sadar, lelaki itu justru menyusuri leher Tessa dan menghisapnya kuat di sana.
Tessa bisa merasakan gairah Keenan padanya.
"Apa benar dia akan melakukannya dengan Keenan?" Tessa perang batin pada dirinya sendiri.
Sampai dia merasakan Keenan sudah bermain dengan dadanya, tubuh Tessa bergetar karena Keenan memainkan ujung buah dadanya yang belum pernah dijamah oleh lelaki.
Sedetik kemudian terdengar suara pintu diketuk dari luar.
"Kee, stop it!" Tessa menjauhkan diri dan memperbaiki penampilannya.
Keenan mengusap wajahnya kasar, dia sekarang tahu bagaimana perasaan Axe dan Flo saat diganggu.
"Aku akan membuka pintu," ucap Tessa sambil berjalan ke arah pintu kamar Keenan.
Saat Tessa membuka pintu, dia terkejut karena ternyata Bella sudah ada di depan pintu, dia mengira yang mengetuk pintu adalah pelayan penginapan, sebelumnya Tessa memesan beberapa makanan dan minuman.
"Aku sudah menduga kau ada di sini," ketus Bella.
"Kau mencariku? bukan mencari bos Keenan?" tanya Tessa memastikan, dia menutup pintu karena takut Bella tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
"Ikut aku!" ajak Bella.
Bella mengajak Tessa ke restoran penginapan dan memesan kopi di sana.
"Sebenarnya hubungan apa yang kau jalani bersama Keenan? Kau harus profesional Tessa!?" protes Bella.
"Yang aku lihat, kau menggoda bosmu sendiri!" Bella mencibir karena melihat tanda merah di leher gadis itu.
"Ingat Tessa, saat ini berita mengenaiku dengan Keenan tersebar luas, jangan sampai ada berita lagi jika selama ini Keenan berhubungan dengan sekretarisnya sendiri," tambahnya.
Kalau sampai berita mengenai dirinya dengan Keenan bisa menurunkan nilai saham, bagaimana nasib Keenan selanjutnya?
Dan bagaimana dia bisa memandang Grey setelah ini?
Tessa tidak mau menanggung beban itu, dia harus memutuskan tindakan yang tepat.
"Aku mengerti," ucap Tessa kemudian.
Setelah itu, Tessa memutuskan untuk kembali pulang tanpa memberitahu Keenan, dia bersiap secepat mungkin.
"Tessa..." panggil Kevin yang masuk ke kamar gadis itu. "Apa benar kita akan kembali sekarang juga?"
"Iya, cepatlah bersiap. Kita akan menggunakan jalur laut karena jadwal penerbangan masih beberapa hari lagi," jelas Tessa.
Kevin mendekati Tessa karena merasa gadis itu tidak baik-baik saja.
"Aku bisa mengurus jadwal penerbangan, aku banyak koneksi dari tuan Mattew tapi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kevin.
Tessa menghentikan pekerjaannya sejenak kemudian mendudukkan diri. Dia meraup wajahnya sambil tertunduk.
"Aku menyukainya Kevin," keluh Tessa.
Kevin ikut duduk di samping Tessa dan menghela nafasnya. "Aku sudah menduganya, nasibku akan sama seperti tuan Mattew menjadi sadboy!"
"Maafkan aku," ucap Tessa sambil memeluk Kevin.
Kevin tidak tinggal diam, dia membalas pelukan Tessa, sepertinya untuk ke depannya dia akan menjauhi gadis itu.
Di balik celah pintu, Keenan mengepalkan kedua tangannya melihat Tessa dan Kevin berpelukan.
"Kee..." panggil Bella yang membuat atensi lelaki itu teralihkan.
"Mau minum bersama?"