My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 45 - Ekstrim


Keenan yang mendengar itu, tentu saja tidak terima. Tessa pergi?


Dia akan mencari gadis itu di mana pun dia berada.


"Kami sudah mengecek jadwal penerbangan pesawat atas nama Tessa tapi tidak menemukan namanya," ucap Luke yang menggunakan koneksinya.


Keenan berpikir sejenak, satu-satunya orang yang bersama Tessa terakhir kali adalah Kevin, pasti lelaki itu tahu di mana Tessa.


"Kalian harus ikut aku!" perintah Keenan yang akan memberi perhitungan pada Kevin.


"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya Sebastian cemas jika Keenan akan menggila.


Keenan tidak menjawab tapi dia pergi begitu saja yang membuat Sebastian dan Luke mengikuti lelaki itu.


"Pakai mobilku saja!" Luke melemparkan kuncinya pada Sebastian. "Kau yang menyetir, Bass!"


Tapi kunci mobil itu justru ditangkap oleh Keenan.


"Aku saja yang menyetir!" ucapnya.


"Biar aku saja kalau begitu, mobilku baru saja aku beli jadi..." Luke tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena mendapat pelototan tajam dari Keenan.


Luke menyenggol lengan Sebastian. "Bass, mobilku limited edition!"


"Lebih baik yang kau cemaskan adalah nyawamu!" balas Sebastian.


Mereka semua akhirnya masuk ke dalam mobil, Keenan yang berada di setir kemudi menatap lurus jalanan. Dia tidak mau mendengar celotehan dua temannya jadi dia menyalakan musik cukup keras.


Keenan menginjak pedal gas dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, dia membawa kedua temannya ke apartemen Kevin.


Hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam, mereka sampai di apartemen Kevin yang termasuk apartemen mewah di kota.


"Uhuk-uhuk!" Sebastian dan Luke terbatuk-batuk saat keluar dari mobil.


"Kau mau membunuh kami, ya!?" protes keduanya.


Keenan lagi-lagi tidak menanggapi baginya sekarang tidak ada yang penting lagi kecuali Tessa. Dia lebih memilih menghubungi Kevin dan meminta lelaki itu untuk ke parkiran basemen di mana dirinya berada sekarang.


"Datanglah kemari atau aku akan berbuat kekacauan dan menuduhmu menyembunyikan wanitaku!" ancam Keenan.


Sudah Kevin duga ada hubungannya dengan Tessa, cepat atau lambat dia pasti akan menghadapi Keenan tapi kali ini terlalu cepat.


Dengan cepat Kevin keluar dari unit apartemennya dan menemui Keenan di parkiran mobil.


"Kenapa di sini? Ayo masuk ke apartemenku saja!" ajak Kevin saat sampai.


Tapi justru Kevin mendapat pukulan dari Keenan di sana.


Kevin jatuh tersungkur dan Keenan langsung meraih kerah bajunya.


"Itu pukulan karena kau berani memeluk Tessa! Sekarang katakan di mana Tessa atau aku akan menghajarmu sampai mati!?" geram Keenan yang sudah dikuasai emosi.


"Tenang dulu! Kita bicarakan dengan kepala dingin, aku berani bersumpah tidak tahu ke mana Tessa sekarang. Dia tidak memberitahu tujuannya karena tahu kau akan mendatangiku seperti ini," jelas Kevin yang berusaha bersikap tenang.


Sebastian dan Luke mencoba melerai keduanya yang membuat Keenan akhirnya melepas Kevin.


"Seharusnya kau berfikir, kenapa Tessa memilih meninggalkanmu. Kalau kau masih seperti ini, aku yakin kau akan kehilangan Tessa untuk selama-lamanya," tambah Kevin.


"Yang dikatakan Kevin benar, Dude. Kau yang sekarang masih mengedepankan emosi dari pada akal sehatmu!" Luke mencoba berpikir bijaksana.


"Tessa tahu semua tentangmu pasti di matanya kau sangat buruk. Maka dari itu, kau harus mengubahnya," timpal Sebastian.


Kevin, Luke dan Sebastian berharap Keenan akan sadar apalagi melihat Keenan yang tampak memikirkan semua perkataan mereka.


Tapi rupanya Keenan sedang memikirkan ide supaya Tessa kembali padanya.


"Kita harus membuat kecelakaan besar setelah ini!" seru Keenan yang mendapatkan sebuah ide.


"Aku harus sekarat dan semua media akan memberitakan aku yang tidak mempunyai umur panjang!"


Ternyata tidak mempan, Keenan justru akan bertindak ekstrim.