My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 63 - Menangis


Keenan membuka sanggul Tessa yang membuat rambut gadis itu sekarang jadi tergerai. Keenan meraihnya kemudian menciumnya.


Puas mencium aroma rambut Tessa, Keenan lalu menyingkirkan rambut itu yang memperlihatkan leher jenjang Tessa, ciuman turun ke leher gadis itu.


"Badumb... Badumb... Badumb!"


Serangan jantung Keenan tiba-tiba datang lagi, lelaki itu memegangi dadanya yang mana membuat Tessa panik.


"Ada apa, Kee?" tanya Tessa.


"Penyakitku kambuh," jawab Keenan tampak kesakitan.


"Kau punya penyakit?" tanya Tessa semakin cemas.


"Aku mempunyai penyakit ini setelah kau tinggal pergi dan hanya kau yang bisa mengobatinya,"


"Bagaimana cara mengobatinya?"


Keenan langsung meraih tangan Tessa dan menaruhnya di bagian celananya yang sesak.


"A--apa!?" Tessa merasakan pedang panjang yang mengeras di sana.


"Dia tidak mau turun lagi," keluh Keenan.


"Ta--tapi..." Tessa meragu. "Bagaimana jika tuan Grey tidak merestui kita?"


Keenan berseringai, dia sepertinya tahu caranya membujuk Tessa. "Daddy tergila-gila pada cucunya, kau tahu setelah kak Axe memberinya Raphaelo hubungan mereka membaik!"


"Jadi, kita harus membuat cucu untuk daddy. Ini demi masa depan hubungan kita Tessa!"


Tessa memicingkan matanya pada Keenan. "Kau pikir, aku akan percaya!"


"Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini!" Keenan terus membujuk dengan memegangi dadanya. "Tubuhku jadi rusak karena menyukaimu Tessa!"


"Sebelumnya aku memang pemain wanita bahkan kau tahu dengan siapa saja aku tidur. Tapi aku benar-benar ingin serius hanya padamu saja sampai aku mati!"


Tessa menghembuskan nafasnya kasar, dia membuka selimut yang dia pakai. Sepertinya Keenan benar-benar tersiksa selama ini dan Tessa punya sedikit tanggung jawab di dalamnya.


"Aku tidak berpengalaman jadi kau yang lebih tahu, apa yang harus aku lakukan," ucap Tessa kemudian.


"Kau sangat cantik Tessa, aku menginginkanmu lebih dari apapun di dunia ini," ungkap Keenan.


"Lebih baik kau diam saja, Bos. Ketika kau berbicara seperti itu aku merasa kau sedang merayu para wanita-wanitamu terdahulu," ketus Tessa.


"Kenapa kau merasa seperti itu, aku akan mengisi penuh hatiku dengan dirimu saja," protes Keenan. Pada saat itu bra Tessa sudah terbuka, ada dua benda bulat yang indah dipenglihatan Keenan sekarang.


Secara alami, Keenan menyentuh kedua benda bulat itu dan melahapnya seketika.


Indera pengecap Keenan bermain di sana yang membuat Tessa begitu gelisah apalagi tangan Keenan juga tidak bisa diam.


"Kau juga menginginkanku, 'kan?" tanya Keenan dengan deru nafas memburu.


Wajah Tessa semakin memanas, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Aku akan memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan," ucap Keenan seraya membuka kedua kaki Tessa.


Keenan menunduk dan mencicipi tubuh bagian bawah Tessa yang membuat gadis itu tanpa sadar mengerang kenikmatan.


Setelah merasa Tessa sudah siap menerima pedang panjangnya, Keenan memposisikan dirinya untuk membuka segel Tessa.


Beberapa kali dorongan segel itu tidak mau terbuka juga tapi Keenan tetap memaksa dengan terus menciumi Tessa supaya gadis itu tenang.


Saat berhasil masuk, keduanya berteriak bersama. Keenan memeluk Tessa dengan meneteskan air matanya.


"Kau menangis, Bos?" tanya Tessa menahan sakit karena pedang panjang Keenan yang berhasil masuk.


"Ini pertama kalinya bagiku memerawani seorang wanita yang aku sukai. Rasanya sangat enak," ungkap Keenan.


"Dan ini pertama kalinya aku melakukannya tidak memakai pengaman, aku senang sekali," tambahnya.


Keenan terus meneteskan air matanya karena terharu, Tessa hanya bisa mengelus punggung lelaki itu supaya tenang.


"Bukankah yang seharusnya menangis itu aku? Aku kesakitan bodoh!?" batin Tessa kesal.


"Ternyata dia masih begitu menyebalkan!?"