My Naughty Boss

My Naughty Boss
Bonchap 10 - Resign


Keenan memicingkan matanya, bukankah dia sudah melarang Pedro untuk jatuh cinta dulu.


"Jadi lemah dalam rindu, ya?" cibirnya.


Karena sedang kasmaran, Pedro jadi keceplosan padahal dia ingin diam-diam di belakang Keenan.


"Saya bercanda, Bos," elak Pedro.


"Oh iya, dari wajahmu sudah mengisyaratkan semuanya, bukankah aku melarangmu jatuh cinta sebelum Ethel dan Gretel lahir?" cecar Keenan seraya berdiri dari tempat duduknya.


Keenan mendekati Pedro kemudian mengulurkan satu tangannya. "Mana ponselmu?"


"Ponsel? Itu privasi, Bos!" tolak Pedro.


"Aku ingin tahu perempuan seperti apa yang membuatmu jatuh cinta!" Keenan tetap memaksa Pedro untuk memberikan ponselnya.


Pedro ingin keluar dari ruangan bosnya tapi ditahan oleh Keenan.


"Cepat berikan!" Keenan menarik Pedro sampai lelaki itu jatuh di sofa.


"Jangan, Bos!" Pedro berusaha menyembunyikan ponselnya.


Terjadi pergulatan sengit di atas sofa dan bersamaan dengan itu, Mishel mengetuk pintu ruangan Keenan untuk meminta tanda tangan.


Tapi, Mishel justru mendengar suara teriakan Pedro dari dalam sana.


Karena takut terjadi sesuatu, Mishel membuka paksa pintu dan matanya terbelalak melihat adegan di atas sofa.


"Maaf, saya akan pura-pura tidak pernah melihatnya," ucap Mishel yang ingin menutup pintu kembali.


"Tunggu!" Keenan berdiri seraya memperbaiki penampilannya. "Jangan berpikir aneh-aneh, aku itu calon daddy dua anak jadi aku laki-laki sejati!"


"I--iya, Bos. Saya tidak berfikir ke arah sana," balas Mishel.


Sementara Pedro hanya bisa menangis dalam hatinya.


"Kenapa kau selalu membuat harga pasarku turun, Bos," ucap Pedro dalam hatinya. Hancur sudah harapannya bersama Mishel.


_


"Aduh, perutku sakit!" Tessa memegang perut buncitnya karena banyak tertawa.


Keenan ikut mengusap perut istrinya. "Mommy memang jahat ya sayang, dia menertawakan daddy sepertinya mommy bahagia jika harga diri suaminya terinjak-injak!"


"Jangan bicara begitu, ceritanya memang lucu. Lagi pula jangan mencampuri urusan pribadi, Pedro," ucap Tessa.


"Aku tidak mencampuri, aku hanya ingin tahu perempuan seperti apa yang membuatnya jatuh cinta,"


"Itu sama saja,"


Pada saat itu, Keenan dan Tessa berbaring berdua untuk tidur malam.


"Pedro sudah bekerja lama pasti Ethel dan Gretel hanya untuk alasan, 'kan? Sebenarnya kau tidak mau kehilangan Pedro," ucap Tessa seraya memeluk suaminya.


"Kalimatmu itu seperti menguatkan dugaan kejadian di kantor tadi sayang," kesal Keenan tapi yang dikatakan Tessa ada benarnya juga.


"Biarkan Pedro menjalin hubungan, toh dia masih bekerja, bukan? Tidak mungkin dia akan resign demi mengejar cintanya," ucap Tessa lagi.


Belum sempat membalas perkataan istrinya, ponsel Keenan berdering karena ada panggilan dari Pedro.


"Sepertinya Ped memang berumur panjang," komentar Keenan seraya menerima panggilan itu.


Terdengar suara isak tangis Pedro di seberang telepon.


"Ikanmu mati, Ped?" tanya Keenan yang mengira jika ikan kesayangan Pedro mati.


"Ini bukan tentang ikan. Tapi Mishel memblokir nomorku dan semua ini gara-gara kau, Bos," jawab Pedro frustasi.


"Oh, jadi perempuan itu Mishel. Dia cukup manis," komentar Keenan.


Mendengar tanggapan Keenan yang tampak tidak merasa bersalah membuat Pedro emosi.


"Padahal weekend ini, kami sudah berencana menghabiskan waktu berdua tapi karena bos gila sepertimu, semua jadi berantakan," ucap Pedro dengan nada cukup keras.


"Aku ingin resign, Bos!"