My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 109 - Tiga Begundal


Setelah keluar dari ruangan dokter obyn, Tessa terus saja diam. Dia masih tidak percaya jika mempunyai penyakit seperti itu.


"Apa sekarang waktunya makan es krim?" tanya Keenan untuk mengalihkan perhatian istrinya.


"Rasa vanilla," balas Tessa sambil merangkul lengan Keenan. "Aku mau double cone!"


"Baiklah, Nyonya Hoult!" Keenan membawa Tessa ke salah satu kedai es krim yang tak jauh dari rumah sakit.


Keenan mengantri dan memesan es krim untuk istri tercintanya.


"Silahkan!" seru Keenan sambil membawa nampan berisi es krim.


"Cepatlah makan supaya senyum cantik istriku mengembang lagi," sambung Keenan.


Tessa mengambil es krim miliknya dan berusaha memakannya. Tapi baru beberapa suapan, air matanya jatuh, dia sudah tidak bisa menahan lagi.


"Bayiku!" Tessa teringat kembali calon bayinya yang sudah tiada.


"Sayang?" Keenan menarik Tessa ke dalam pelukannya. "Tidak apa-apa, bukankah kata dokter hanya perlu menjalani terapi dan minum obat?"


"Kita hadapi semua bersama, okay!"


Keenan selalu memberi kejutan, Tessa pikir respon lelaki itu akan marah-marah dan menyalahkan pihak rumah sakit tapi justru Keenan bersikap bijaksana sekarang.


Ah, rasanya Keenan sudah banyak berubah tapi Tessa justru jadi perempuan cengeng.


"Okay." Tessa menghapus air matanya. Mungkin memang Tuhan belum memberi mereka kepercayaan.


"Saat kau sembuh nanti, kita akan bulan madu lagi, kali ini pasti tidak akan gagal," ucap Keenan menghibur.


"Kenapa kau selalu merencanakan yang belum pasti," gerutu Tessa.


"Aku kadang suka berkhayal ini dan itu banyak sekali," jawab Keenan apa adanya.


"Asal jangan memakai gaya kencan primitif lagi," balas Tessa yang membuat keduanya tertawa.


Dan hari demi hari berlalu begitu cepat, pesta resepsi yang direncanakan dan sempat tertunda akhirnya terlaksana juga.


Malam itu, Keenan dan Tessa menjadi raja ratu semalam. Semua tamu undangan yang kenal dengan mereka memang menduga jika keduanya mempunyai chemistry sedari dulu.


"Dude..." seru Sebastian dan Luke bersamaan saat hadir di pesta itu.


Kedua pria itu langsung memeluk Keenan, mereka ikut sedih mendengar kabar mengenai Tessa.


"Maafkan aku, aku baru pulang dari pedesaan, aku mencari cinta sejati di sana," ucap Sebastian.


"Aku juga mencari cinta sejatiku di berbagai negara tapi tidak bertemu juga," timpal Luke.


Keenan tergelak mendengarnya. "Oh God! Kalian sungguh memalukan, cinta sejati itu tidak perlu dicari nanti juga datang-datang sendiri, saat ada wanita yang mampu menggetarkan hati kalian, itulah cinta sejati!"


"Untung kalian datang, aku punya tugas untuk kalian!"


"Apa itu?" tanya Sebastian dan Luke serempak.


"Menangkap tikus perusahaan," jawab Keenan berseringai.


Keenan sudah memindai semua targetnya malam ini, bukan hanya satu tapi banyak kompromi di dalam penggelapan dana perusahaan. Dan dia juga tahu pada siapa mereka membocorkan data.


"Aku sengaja memberi mereka celah beberapa bulan ini untuk mengumpulkan bukti dan hasilnya aku tahu siapa saja yang perlu aku percayai," ucap Keenan.


"Kalau begitu, jangan beri mereka ampun, jadi apa rencananya?"


"Hanya menggunakan trik seperti yang kita lakukan saat masih sekolah,"


"Ternyata kenakalan kita ada gunanya,"


_


Tiga begundal mau ngapain, ya? 1 bab lagi proses ketik, wait ya gaes😘