
Tessa menepuk jidatnya sendiri, dia kira Keenan akan bersikap berlebihan hanya pada dirinya ternyata dengan Pedro juga begitu.
"Yang ada Mishel akan illfeel, Kee!" gerutunya.
Sementara Pedro sendiri terus berenang sampai dia melihat Keenan dari balik aquarium kaca.
"Kau sangat manly, Ped!" seru Keenan.
Pedro tidak dapat mendengar perkataan Keenan tapi dia melihat bosnya yang mengacungkan jari jempolnya.
"Kenapa bos Keenan ada di sini?" batin Pedro.
Sampai Pedro akhirnya melihat Mishel yang berdiri tak jauh dari Keenan dan Tessa. Seketika Pedro langsung naik ke permukaan karena tidak menyangka jika Mishel ada di sana.
"Ada apa?" tegur Luke karena Pedro yang terlihat tergesa-gesa melepas kostum duyungnya.
Pedro memicingkan matanya pada Luke setelah selesai melepas kostumnya. "Tuan pasti bersekongkol dengan bos Keenan, 'kan?"
"Bersekongkol apa?" tanya Luke tidak mengerti.
"Mempermalukan aku, aku sekarang tidak punya muka lagi di depan Mishel. Kalian sukses menghancurkan masa depanku," jawab Pedro yang sakit hati karena seolah Keenan dan Luke sengaja mempermalukan dirinya.
"Kau salah paham, Ped. Keenan hanya bilang kau suka ikan," ucap Luke membela diri.
Pedro memejamkan matanya. "Kalimat anda itu menjelaskan semuanya, Tuan menawari saya pekerjaan ini karena suruhan bos Keenan!"
Merasa kecewa, Pedro bergegas memakai bajunya dan pergi tapi rupanya Keenan mendengar semuanya karena dia segera menyusul Pedro setelah melihat asistennya naik ke permukaan.
"Jadi begitu pikiranmu tentang aku?" tanya Keenan.
Bukannya menjawab, Pedro berlalu pergi melewati Keenan tapi tangannya dengan cepat dicekal oleh Keenan persis seperti adegan serial drama.
"Jangan begini, Ped!"
"Lepaskan aku, Bos,"
"Kalau kau marah, kita bicarakan baik-baik,"
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi,"
Luke yang melihat adegan itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Dia merekam dengan menahan tawanya kemudian mengirimkannya pada Sebastian.
Sementara Pedro berusaha menghempaskan tangan Keenan.
"Biarkan aku pergi!" ucapnya berlalu pergi.
Saat Pedro keluar dari pintu ruangan operasional, dia berpapasan dengan Mishel. Seketika Pedro kalang kabut, dia berlari karena malu.
"Ped..." panggil Mishel. Tapi, Pedro tidak juga berhenti.
Tessa yang melihat itu, segera mengambil tindakan. Dia memegang perutnya dan berakting mengaduh kesakitan.
"Aaaa... perutku!" Tessa mengeraskan suaranya.
Karena khawatir, Pedro berlari ke arah Tessa. Dia jadi panik melihat Tessa yang seperti itu.
"Bos nyonya, ayo pergi ke rumah sakit!" Pedro berusaha membantu Tessa berjalan.
"Panggil suamiku dan Mishel juga," pinta Tessa.
Tanpa perlu dipanggil, mereka ikut menyusul Tessa dan Pedro. Mereka semua keluar dari sea world dengan Tessa yang terus merintih.
Tapi, saat sudah sampai di luar, Tessa terlihat bugar lagi dan menunjuk tempat makan yang berada di sana.
"Aku mau makan di sana!" seru Tessa.
"Bos nyonya tidak sakit lagi?" tanya Pedro bingung.
"Tiba-tiba sakitnya hilang," jawab Tessa dengan santainya.
Saat sampai di tempat makan itu, Keenan berperan seperti yang pernah Pedro lakukan dulu saat mengatur kencannya.
"Sekarang pasangan kencan dipersilahkan makan!" ucap Keenan ketika makanan datang di meja Pedro dan Mishel.
Tessa yang duduk di meja lain tergelak melihat itu, dia jadi teringat masa lalu.
"Ternyata dulu aku begitu ya, kelihatan bodoh sekali, kenapa seperti protokol upacara," ucap Tessa semakin merasa lucu.
_
Lu baru nyadar ya, Tes😅 Othor aja pas inget itu juga ngakak🤣