My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 83 - Kembali Normal


Sesampai di kamar, Tessa buru-buru masuk ke kamar mandi. Dia mengisi bath up karena Tessa berencana ingin berendam bersama suaminya.


"Semoga metode ini mengurangi reaksi tubuhnya itu," ucap Tessa bersemangat.


Sambil menunggu bath up terisi, Tessa membuka bajunya kemudian memakai bathrobe saja. Dia menepis rasa malunya, apapun akan Tessa lakukan untuk bisa membuat suaminya sembuh.


"Sepertinya aku harus memakai sabun busa," gumam Tessa seraya memasukkan sabun berbentuk bulat ke dalam bath up. Sabun-sabun itu nantinya akan mengeluarkan banyak busa saat terkena air.


Sementara Keenan yang menunggu di luar terus mengatur nafasnya, dia rasanya ingin memukuli Pedro untuk jadi pelampiasan seperti biasa.


"Aku akan menebus semua dosaku, Tuhan. Jadi, tolong cabut penyakit ini, aku merasa terhina sekali," batin Keenan. Dia sangat menyesal pernah menjadi penjahat kelamin.


Tak lama Tessa keluar dari kamar mandi, gadis itu berdiri di ambang pintu sambil memutar-mutar tali bathrobe yang dia pakai.


"Apa kau siap, Bos?" tanyanya.


Keenan menelan ludahnya, dia memikirkan jawaban yang tepat tapi belum sempat dia membuka mulut, Tessa sudah mendekat padanya.


Tangan sang istri kembali meraba dada suaminya kemudian mengusap terus ke bawah, Tessa menghentikan tangannya di ujung kaos yang Keenan pakai.


"Bukalah bajumu!" titah Tessa yang menaikkan kaos itu.


Seperti kerbau dicucuk, Keenan langsung menurut dan membuka bajunya dengan cepat.


"Setelah itu celananya," tambah Tessa.


Keenan jadi meragu dan Tessa yang ingin cepat selesai berusaha membantu suaminya itu. Sampai Keenan hanya memakai celana boxer saja.


"Ayo!" Tessa kemudian menarik tangan suaminya untuk masuk ke kamar mandi.


Busa di dalam bath up sudah jadi, Tessa memandangi suaminya dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Keenan.


"Kita mandi bersama, ya." Tessa membujuk Keenan supaya membalas tatapannya karena sekarang lelaki itu memejamkan matanya. "Bukalah matamu!"


Tessa mengulum senyumnya. "Tidak apa-apa, percayalah padaku!"


Perlahan tapi pasti, Keenan mulai membuka matanya, hal pertama yang dia lihat tentu saja istri tercintanya. Seperti sebelumnya, jantung Keenan akan berdegup kencang sekali memenuhi rongga-rongga dadanya.


Sebelum tubuh itu mengkhianati pemiliknya lagi, Tessa buru-buru menenangkan Keenan dengan berjinjit dan mengecup bibir suaminya.


"Tenangkan pikiranmu, buang pikiran negatif yang mengganggu, berpikirlah hanya kita saja," bisik Tessa.


Merasa reaksi tubuh Keenan membaik, Tessa membimbing suaminya untuk masuk ke dalam bath up.


Mereka duduk saling berhadapan, tubuh telanjang mereka tertutupi oleh busa-busa tebal di sana.


"Sepertinya jauh lebih baik, 'kan?" komentar Tessa karena sejauh ini Keenan tidak mimisan atau pingsan.


"Aku pikir juga begitu, aku mulai tenang," balas Keenan dengan senyuman penuh arti.


Keenan merasa tubuhnya perlahan mulai kembali seperti dulu.


"Baguslah!" Tessa menaikkan satu kakinya dan mengelus dada Keenan tapi dia tersentak karena kakinya ditangkap oleh lelaki itu.


"Saat tubuhku sudah kembali, aku tidak akan memberimu ampun," ungkap Keenan seraya melepas kaki istrinya.


"Oh iya?" Tessa sedikit menantang, dia kembali menggerakkan kakinya itu sampai turun ke bawah dan mencari sesuatu. Saat menemukan apa yang dicarinya benda itu sudah menantang. "Lumayan, sejauh ini! Aku kira kau akan kejang-kejang yang akan membuatku repot!"


Keenan yang terus digoda seperti itu berinisiatif untuk mendekat pada istrinya. Dia bergerak dan merangkak di atas tubuh Tessa. Kedua anak manusia itu saling bertatapan.


"Deg... Deg... Deg..."


Debaran jantung Keenan sepertinya kembali normal.