My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 62 - Gaya Kencan Primitif


"Akhirnya penyakit bos Keenan tidak kambuh," komentar Pedro yang melihat acara dansa berjalan sangat lancar.


"Sekarang acara utama!"


Pedro memerintahkan pada crew kapal untuk menurunkan kapal sekoci. Kemudian dia segera memberi kode pada Keenan untuk membawa Tessa ke kapal sekoci tersebut.


"Kenapa kita naik ke kapal sekoci?" tanya Tessa bingung.


"Tentu saja memberimu hadiah kencan," jawab Keenan tanpa beban.


Tessa mengingat-ngingat hadiah kencan apa itu sampai dia mengingat hadiah kedua dari pemenang spesial.


"Maksudnya pulau terpencil? Apakah itu memang benar ada?" tanyanya.


Keenan tidak menjawab tapi dia memerintahkan Pedro segera menyalakan mesin yang ada di kapal sekoci tersebut. Kapal melaju kencang ke arah pulau kecil yang masih satu wilayah dengan pulau Borgia.


"Kembalilah dan jemput kami sesuai jadwal!" perintah Keenan.


"Baik, Bos." Pedro membungkuk hormat sambil menahan rasa bahagianya karena beberapa hari ke depan dia akan terbebas dari Keenan.


Tessa menelisik pulau terpencil itu, tidak ada apa-apa di sana, hanya hutan kecil serta ada sebuah tenda berada di pinggir pantai.


"Bisa jelaskan ini apa?" tanya Tessa penuh tuntutan.


"Ini supaya kau tidak bisa kabur lagi jadi kita akan berkencan di pulau terpencil seperti ini," jelas Keenan.


Tessa memejamkan matanya, dia baru saja bertemu dengan Keenan jadi dia tidak mau marah pada lelaki itu. Tapi bukankah ini keterlaluan?


"Kencan berdua di pulau terpencil? Sepertinya ini bukan gayamu, Bos," komentar Tessa.


"Aku ingin melakukan gaya kencan yang tidak biasa dan aku hanya akan melakukannya denganmu," jelas Keenan lagi.


Keenan meraih tangan Tessa dan membimbing gadis itu untuk memasuki tenda karena udara malam semakin dingin apalagi Tessa memakai gaun yang terbuka.


"Kita akan tidur di tenda ini? Berdua?" tanya Tessa memastikan. "Terus bagaimana dengan makanan dan pakaian ganti?"


Keenan menunjuk satu tas yang ada di tenda. "Keperluan kita ada disitu, hanya seperlunya saja!"


"Selama kau mengenalku kan aku selalu menyusahkanmu jadi selama beberapa hari kedepan biar aku yang melayanimu, aku selama ini belajar banyak Tessa," sahut Keenan percaya diri sekali.


"Aku menyebut gaya kencan kita, gaya kencan primitif, begitulah," tambahnya.


"Gaya kencan primitif? Kok aneh, ya?" Tessa merasa tidak yakin.


"Ini bukan gaya kencan sembarangan jadi kau menurut saja, aku sudah merencanakan ini dengan matang," ucap Keenan lagi berusaha meyakinkan.


Keenan membuka tas yang ada di tenda untuk mengambil selimut. Kemudian dia menutupi tubuh Tessa dengan selimut itu.


"Kau pasti kedinginan, 'kan? Aku akan membuat api unggun!" Keenan membuka tenda dan menyusun kayu yang sebelumnya sudah disiapkan.


Keenan membuat api unggun di depan tenda, setelah api menyala, Keenan meminta Tessa untuk duduk di depan api unggun.


"Hangat, 'kan?" tanya Keenan sembari memeluk Tessa dari belakang.


Awalnya Tessa merasa ragu dan aneh tapi sepertinya gaya kencan primitif tidak buruk.


"Lumayan, Bos," komentar Tessa.


Keenan tersenyum smirk, ternyata idenya tidak sia-sia. Dia semakin mengeratkan pelukannya dengan Tessa.


"Aku ingin melakukan banyak hal denganmu Tessa jadi jangan pernah pergi lagi. I need you," ungkap Keenan.


Tessa memutar kepalanya ke belakang supaya bisa melihat wajah Keenan, dia tersenyum cantik sekali sambil berkata. "Aku janji tidak akan pergi lagi, selama empat tahun ini aku tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas. Dan sekarang aku tahu apa tujuanku..."


"Bersamamu!"


Keenan tak kuasa menahan diri lagi, dia mencium bibir Tessa dengan menggebu-gebu. Tessa juga tidak tinggal diam, gadis itu menyambut ciuman Keenan dan membalasnya.


"Kau sudah siap dengan hadiah utamanya?" tanya Keenan saat ciuman mereka terlepas.


"Hadiah utama?" tanya Tessa balik.


"Hadiah yang bisa membuatmu melayang-layang ke nirwana," jawab Keenan yang membuat wajah Tessa langsung merona.