My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 47 - Pertama-tama


"Aku yang meminta Tessa pergi supaya dia bebas melakukan apa yang dia mau tanpa harus tunduk dengan perintahmu lagi," jelas Grey.


"Apa? Jadi Daddy dalang dibalik semua ini?" Keenan jadi merasa kesal. Pantas saja Tessa selalu menutup-nutupi apa yang gadis itu bicarakan dengan sang daddy.


"Tessa juga berhak menjalani hidup seperti apa yang dia mau, kalau terus jadi sekretarismu, kau akan tergantung padanya," ucap Grey lambat-lambat.


"Kau tentu tahu sangat mudah menemukan Tessa dengan bantuan Veronica, kau tinggal menghubungi Red, tapi setelah itu apa yang akan kau lakukan?"


[Veronica itu teknologi kecerdasan buatan gitu ya gaes, bisa ngelacak apapun diberbagai belahan dunia. Red itu sepupunya Keenan yang jenius, pemilik Veronica]


Keenan sepertinya harus memberitahu pada Grey mengenai perasaannya pada Tessa.


"Sebenarnya aku jatuh cinta pada Tessa, Dad!" ucap Keenan berusaha jujur.


Grey agak kaget tapi dia mencoba tenang, pantas saja Keenan menggila di luar dugaannya.


"Lantas kenapa kalau jatuh cinta? Tessa itu terlalu baik untuk begundal sepertimu," ketus Grey.


"Tapi Dad, aku pasti bisa membuktikan ketulusanku seperti kak Axe. Aku akan berusaha jadi laki-laki idaman dan yang paling penting, aku akan memberimu cucu kembar," ucap Keenan dengan menggebu-gebu.


Grey menggelengkan kepala tidak percaya. "Sikapmu seperti ini yang harus kau rubah, jatuh cinta bukan perkara memiliki kemudian membuat anak, ada tanggung jawab besar yang kau harus pikul!"


"Tidak usah jauh-jauh, daddy sendiri saja tidak bisa mendidikmu dengan baik apalagi kau yang hanya memikirkan dirimu sendiri,"


"Kau juga harus berpikir, memangnya Tessa mau menjadikanmu pendamping hidup,"


Mendengar semua itu, Keenan seperti terkena tamparan keras sekali. Yang Grey katakan benar adanya, Keenan selalu memikirkan dirinya sendiri tanpa mau tahu apa yang Tessa alami.


"Tapi, bagaimana kalau Tessa pergi dan mencari laki-laki lain? Aku belum menandainya kalau dia itu milikku!" ucap Keenan yang takut kehilangan Tessa.


"Memangnya Tessa barang yang harus diberi tanda? Dari kecil Tessa sudah menderita, Son. Jadi, kalau cintamu hanya bisa membuatnya sakit lebih baik lupakan dia, biarkan Tessa bahagia," ucap Grey melemah. Dia sudah kehabisan kata-kata.


"Renungi dosa-dosamu di sini, setelah sadar, kembalilah ke kamarmu!" tambah Grey yang ingin mengakhiri obrolan dengan putranya.


Grey keluar dari ruangan dan meninggalkan Keenan duduk di kursi dosa seorang diri.


"Aku bahkan belum mengungkapkan perasaanku," gumam Keenan.


Lelaki itu terus merenung dan mengingat-ngingat momen yang dia lewati bersama Tessa belakangan ini. Bagaimana dia yang meminta Tessa membantunya menemukan cinta sejati, bagaimana dia berkencan dengan Bella di depan Tessa.


Kalau Tessa menaruh hati padanya, bukankah Keenan telah menyakiti hati Tessa?


"Apa benar aku harus melupakanmu? Benar kata daddy, kau terlalu baik untukku," ucap Keenan sambil berdiri.


Keenan kembali ke kamarnya kemudian membersihkan diri supaya pikirannya kembali jernih. Dia menatap cermin wastafel dan meninju kacanya sampai pecah.


"Lihatlah, aku pasti bisa menjadi laki-laki yang keren! Aku harus bertemu dengan Tessa jika keadaanku sudah seperti itu, aku harus membuktikan pada Tessa bahwa aku bisa melakukan semuanya sendiri!" Keenan memancarkan aura penuh kepercayaan diri.


"Pertama-tama, aku harus belajar membeli pakaian dalam!"