My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 78 - Malu-Malu Kucing


Keenan berusaha menenangkan jiwanya tapi semakin dia mencoba, dia semakin merasa resah dan gelisah.


"Apa-apaan ini, Ped! Aku ingin diriku yang dulu!" Keenan melampiaskan semuanya pada Pedro. Dia mencengkram kerah baju lelaki itu dengan kuat.


"Tenang dulu, Bos," ucap Pedro sambil berusaha menjauhkan tangan Keenan.


Beruntung Pedro waras jadi dia tidak merasa sakit hati saat Keenan selalu melampiaskan kekesalan padanya.


"Bagaimana bisa tenang kalau begini," gerutu Keenan.


Pedro kemudian memberikan sebuah kotak paket kecil yang dia sembunyikan dari balik jasnya.


"Ini ada paket dari tuan Sebastian dan Luke, Bos," ucap Pedro.


Keenan menerima kotak paket itu dan langsung membukanya. Ada botol kaca kecil yang membuat Keenan bingung.


"Apa ini?" Keenan mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Sebastian dan Luke.


Mereka melakukan panggilan video.


"Ini apa? Jangan mempermainkan aku!" Keenan semakin kesal.


"Hei, kenapa nada bicaramu seperti itu? Seharusnya yang marah adalah kami karena kau yang tidak mengundangku dan Luke ke acara pernikahanmu," balas Sebastian.


"Benar itu, Bass. Sudah baik kami memberi kado pernikahan," timpal Luke.


"Kalian berdua adalah orang yang paling menginginkan ajalku datang, ini mencurigakan," ucap Keenan yang masih memegangi botol kaca pemberian kedua sahabatnya itu.


Sebastian dan Luke tertawa bersama jika mengingat tingkah konyol Keenan.


"Itu obat perangsang, kami membelinya secara khusus untukmu. Obatnya bukan sembarang obat,"


"Karena kami tidak yakin, kau bisa melewati malam pertamamu, jadi kami memberi kado itu,"


"Kau sangat membutuhkannya, Dude!"


"Kami akan menceritakan sejarah ini pada anak cucumu kelak,"


TUT!


Keenan langsung mematikan panggilan video itu secara sepihak.


"Teman-teman sialan," gerutu Keenan. Tapi, kalau dipikir-pikir ide Sebastian dan Luke ada benarnya juga jika dia meminum obat itu, tidak ada kendala lagi di malam pertamanya dengan Tessa.


Membayangkan saja, sudah membuat Keenan kesenangan.


"Ped, sekarang kau boleh pergi tapi tetap standby di ponsel karena sewaktu-waktu aku bisa menghubungimu," ucap Keenan pada Pedro.


Pedro mengangguk paham, akhirnya dia bisa istirahat sejenak.


Tapi, sebelum pergi, Pedro tetap mengantar Keenan menuju kamar pengantin bosnya.


"Ingat mantramu, Bos!" ucap Pedro memberi peringatan sebelum pergi.


Keenan membalasnya dengan memicingkan mata, lelaki itu kemudian mengetuk pintu dan meminta Pedro segera pergi.


"Kau kemana saja?" protes Tessa saat membuka pintu. Bisa-bisanya dia ditinggal sendirian.


"Aku hanya butuh udara segar," jawab Keenan memberi alasan.


Pada saat itu, Tessa baru selesai mandi dan hanya menggunakan bathrobe. Keenan berdehem dan mengalihkan pandangannya.


"Apa kau mau mandi? Aku akan menyiapkan air hangat di bath up," ucap Tessa yang ingin melakukan tugas pertamanya sebagai istri.


"Boleh," jawab Keenan seraya membuka jasnya.


Tessa masuk ke kamar mandi dan mengisi bath up dengan air hangat. Dia juga memberikan essence oil pemberian dari Grandma Kate.


Sebenarnya Tessa sangat berdebar tapi dia mencoba mengontrol debaran itu. Tessa bersikap sewajarnya saja padahal dia sangat malu.


"Kee, airnya sudah siap!" seru Tessa kemudian.


Keenan segera masuk ke kamar mandi, lelaki itu sudah bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek saja.


Sumpah demi apapun jika tubuh Keenan normal pasti saat ini dia sudah menerjang Tessa dari segala arah.


"Mandilah, aku akan keluar!" Tessa undur diri cepat-cepat.


Tessa berlari keluar dari kamar mandi, dia menatap dirinya di depan cermin. "Astaga, kenapa aku jadi begini!"


_


Bangkee kita gaes😍