My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 46 - Kursi Dosa


Karena merasa Keenan akan bertindak nekat, terpaksa Sebastian menghubungi Grey dan menjelaskan keadaannya.


Pada saat itu, Keenan sudah bersiap akan menabrakkan diri ke jalanan.


"Setidaknya kalau kau mau mencelakakan diri, jangan memakai mobil orang!" seru Luke yang tidak terima mobil mahalnya akan berakhir hancur.


"Aku akan menggantinya!" balas Keenan santai.


"Mau kau ganti berapapun, aku tidak akan bisa membelinya lagi karena mobilnya limited edition!" Luke terus mengulang kata-kata yang sama.


Akhirnya Luke naik ke kap mobil supaya Keenan tidak melakukan percobaan bunuh diri memakai mobilnya.


"Minggir Luke!" teriak Keenan dari dalam mobil.


"Tidak! Kau sewa saja mobil murah untuk mati!" sahut Luke yang juga keras kepala.


"Ini supaya terlihat keren saat di headline berita nanti,"


"Tidak ada keren-kerennya, ini justru terlihat bodoh!?"


Kevin dan Sebastian menepuk jidat mereka bersamaan melihat drama di depannya.


"Kapan tuan Grey datang? anak labilnya itu tidak terkendali," ucap Kevin kemudian.


"Sebentar lagi, kita tunggu saja. Sebelum itu kita harus menahannya," balas Sebastian.


Keduanya lalu membantu Luke untuk menghentikan aksi Keenan sampai Grey datang.


Rupanya Grey tidak datang sendirian, dia datang bersama beberapa bodyguard yang berbadan besar.


"Aku dengar ada yang ingin sekarat!" ucap Grey saat sampai.


Grey menatap anak laki-lakinya yang saat ini badannya diikat oleh teman-temannya sendiri.


"Dad, bantu aku!" pinta Keenan.


"Membantu apa? membuka ikatan di badanmu atau membuatmu mengalami kecelakaan?" tanya Grey.


"Dua-duanya," jawab Keenan mantap.


"Kita kembali ke mansion!" perintah Grey kemudian.


Di dalam perjalanan, Keenan terus memberontak supaya terlepas dari ikatan tapi tidak ada yang peduli padanya.


"Dad, apa aku sebenarnya anak tiri?" tanya Keenan.


Saat sampai di mansion, Grey meminta Keenan dibawa ke salah satu ruangan kecil. Di dalam ruangan itu tidak ada apa-apa kecuali satu kursi kosong.


"Duduk di sana!" perintah Grey.


"Dad..." Keenan ingin protes tapi para bodyguard memaksanya duduk di kursi itu.


Grey kemudian meminta para bodyguard untuk keluar karena dia ingin berbicara empat mata dengan Keenan.


"Ini namanya kursi dosa, kau yang pertama kali duduk di sini, sebenarnya kandidat utama adalah Axe tapi karena menantu gila itu sudah membuktikan ketulusannya pada Flo jadi dia lolos dari kursi dosa," jelas Grey.


"Kursi dosa? aku seperti seorang pendosa di sini!" protes Keenan.


"Memang kau pendosa, 'kan?" tegas Grey.


"Aku sudah bersusah payah meyakinkan dewan direksi supaya mempercayaimu walaupun kau berulang kali gagal dan membuat kerugian besar, kalau kau membuat masalah terus, apa kata mereka?"


"Perusahaan itu bukan hanya milik kita tapi milik para pemegang saham. Apa kau tidak memikirkan ratusan karyawan yang bekerja? Bagaimana kalau perusahaan bangkrut dan terjadi PHK besar-besaran!"


"Kau yang paling berdosa jika itu terjadi!"


Grey kemudian menghela nafasnya, dia selama ini merasa gagal mendidik Keenan dengan baik.


"Aku tidak selamanya hidup, kalau aku pergi, kau mau jadi apa?"


Keenan menatap Grey di sana, dia bisa melihat kekecewaan yang mendalam pada sang daddy.


"Aku hanya ingin Tessa kembali, Dad," lirihnya.


"Kembali? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" ucap Grey kemudian.