My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 112 - Tidak Menyerah


Keenan terus menatap pengaman yang ada di tangannya, sudah lama sekali dia tidak memakai benda itu. Tapi, dia harus memakainya lagi malam ini karena Tessa tidak boleh hamil selama masa pengobatan.


"Kee..." panggil Tessa yang berada di kamar mandi.


Setelah acara pesta selesai, Keenan dan Tessa menginap di hotel. Mereka akan menghabiskan waktu untuk malam keseribu mereka.


Saat Keenan masuk, dia sudah mendapati Tessa berendam di bath up.


"Ayo mandi bersama!" ajak Tessa.


Tanpa mau membuang waktu lagi, Keenan langsung membuka semua bajunya. Pedang panjang yang sudah lama tidak diasah kini dalam keadaan tegak menantang.


Tessa yang melihat itu, memalingkan wajahnya karena malu padahal dia sudah sering melihatnya tapi entah kenapa malam ini Tessa jadi salah tingkah.


"Kenapa sayang? Kau tidak merindukannya?" tanya Keenan yang sudah mendekat.


"Bu--bukan begitu." Tessa jadi bingung sendiri.


"Mulai malam ini dia akan memakai pembungkus jadi akan terasa jauh lebih besar," jelas Keenan yang takut Tessa akan kaget saat merasakan benda berurat itu.


"Tidak memakai pembungkus saja sudah besar apalagi saat memakainya," komentar Tessa bergidik ngeri.


Tak lama dia merasa jika Keenan sudah masuk ke dalam bath up. Keenan langsung duduk di belakang Tessa supaya istrinya menyender pada tubuhnya.


"Eugh!" Tessa merasa tidak nyaman tapi Keenan menahan dengan mengacak dua buah dadanya.


Tessa menoleh ke belakang karena ingin protes tapi bibirnya langsung dibungkam oleh suaminya. Keenan mencium dengan begitu lembut walau gairahnya sudah membara.


Selang setengah jam berlalu, Keenan menggendong istrinya keluar dari kamar mandi setelah mereka selesai membersihkan diri.


Mereka kembali berciuman di atas ranjang, rasanya belum cukup percintaan mereka sebelumnya tapi Keenan mencoba menahan diri karena dia tidak boleh membuat Tessa sakit.


"Sleep tight, my wife. Kau pasti lelah," ucap Keenan seraya menaikkan selimut sampai ke dada istrinya.


"Sedikit, aku masih teringat kejadian di pesta tadi, daddy dan mommy tidak memberi komentar apapun," sahut Tessa.


"Aku akan bicara sendiri pada daddy nanti, setelah ini aku harus mengurus kekacauan yang ada, aku juga harus melakukan kerja sama dengan para tender besar yang gagal sebelumnya, aku akan sangat sibuk jadi...." Keenan sebenarnya ingin selalu ada di sisi Tessa dan menemani istrinya saat melakukan terapi.


"Tidak apa-apa, masih ada mommy dan grandma yang bisa menemaniku. Kak Flo dan Raphael juga, aku tidak akan kesepian apalagi mereka selalu memperhatikan makanan yang masuk tubuhku sekarang," jelas Tessa.


"Syukurlah, aku jadi tenang karena aku akan jarang pulang," balas Keenan seraya memeluk istrinya, dia mengecup puncak kepala Tessa beberapa kali. "Jangan terlalu memaksakan diri, okay!"


"Aku menikahimu karena ingin kau menjadi teman hidupku jadi anak itu adalah bonus. Tanpa anak pun, aku sudah bahagia!"


Tessa membalas pelukan suaminya, kalimat itu membuat Tessa jadi terharu.


"Tapi, kita juga harus berusaha, bukan?" Tessa tidak mau menyerah. "Aku pasti bisa hamil lagi!"


"Dan aku sudah membuat desain untuk rumah masa depan kita nanti," tambahnya.


"Aku percayakan urusan pembangunan padamu sayang," balas Keenan yang tahu jika Tessa akan bisa mengatur semuanya.