
Suara hening di ruangan kantor itu berganti dengan deru nafas dua anak manusia yang baru saja mendapatkan pelepasan mereka.
Percintaan yang menggebu-gebu sebelumnya, usailah sudah. Tessa melemah dipelukan suaminya dengan posisi duduk di perut Keenan karena kali ini dia yang memimpin permainan.
"Sayang?" panggil Keenan seraya mengelus punggung telanjang Tessa yang lembab karena keringat.
"Eugh!" Tessa menjawab dengan lenguhan karena kantuk yang menderanya.
"Kau berubah menjadi nakal, aku menyukainya. Tidak sia-sia aku mengajarimu selama ini," ucap Keenan bangga.
Keenan lalu membaringkan istrinya di sofa dan dia membungkus tubuh Tessa dengan selimut. Sepertinya malam ini mereka akan menginap di kantor saja dari pada bolak-balik.
"Aku lanjutkan pekerjaan besok saja," ucap Keenan kelelahan. Dia ikut memejamkan mata bersama istrinya.
Dan keesokan paginya, Pedro yang pagi-pagi berangkat ke kantor mendapati salah satu cleaning service berdiri mematung di depan ruangan Keenan.
"Ada apa?" tanya Pedro.
Cleaning service itu tampak terkejut kemudian dia menunjuk pintu ruangan Keenan. "Lihat sendiri saja, Tuan!"
"Apa yang sebenarnya kau lihat?" Pedro membuka pintu dan mendapati Keenan yang masih tidur dengan berpelukan bersama istrinya.
Sebenarnya tidak masalah hanya saja mereka dalam keadaan tanpa busana, beruntung selimut yang mereka pakai tidak turun ke bawah.
"Bos... Bos..." panggil Pedro hati-hati.
Keenan membuka mata perlahan dan mendapati Pedro yang berdiri di belakang sofa.
"Beraninya kau mengganggu tidurku, Ped!" kesal Keenan.
"Anu Bos, ini sudah pagi," jawab Pedro.
"Hah!?" Keenan baru teringat jika mereka berada di kantor. "Kau keluarlah dulu, aku akan membersihkan diri!"
Keenan berusaha menutupi tubuh istrinya supaya tidak terlihat oleh Pedro. Saat nyawa Keenan sepenuhnya terkumpul barulah dia membawa Tessa ke kamar mandi.
"Kee, aku masih ingin tidur," protes Tessa yang merasa tubuhnya diturunkan dan didudukkan di closet kamar mandi.
"Jadi kita tidur di kantor, ya?" Tessa baru ingat dan dia langsung malu mengingat percintaan semalam. "Sebenarnya ada apa denganku?"
"Kau itu sudah tergila-gila padaku sayang, akui saja itu," goda Keenan.
Tessa memalingkan wajahnya, sepertinya dia harus pulang supaya tidak mengajak Keenan bercinta terus-menerus.
"Aku akan mandi dan pulang," ucap Tessa buru-buru membersihkan dirinya.
"Sarapan bersama dulu biar Pedro yang membelinya,"
"Tidak perlu, aku akan beli sendiri dalam perjalanan pulang,"
Tessa tidak mau sampai Grey tahu jika dia dan Keenan menginap di kantor apalagi bercinta seperti semalam, itu sangat tidak profesional.
Dan untuk hal ini bukan salah Keenan tapi salah Tessa karena menggoda suaminya.
Karena terlalu tergesa-gesa, Tessa memakai baju seadanya yang dia temukan. Tessa kesulitan menemukan pakaian dalamnya.
"Di mana?" gumamnya.
"Kenapa sayang?" tanya Keenan bingung.
"Pakaian dalamku hilang," jawab Tessa yang masih berusaha mencari di bawah sofa.
Tessa terus menunduk yang mana membuat perutnya tiba-tiba sakit. "Aduh!"
"Sakit..." keluh Tessa sambil memegangi perutnya.
"Ada apa?" Keenan menjadi panik. Dia berusaha membantu istrinya untuk bangun tapi bersamaan dengan itu darah segar keluar dari sela kaki Tessa sampai darahnya berceceran di lantai.
Mata Keenan terbelalak melihat itu. "Istriku kenapa?"
"Ped... Ped... Cepat hubungi ambulance!"