Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Kekasih? #Clara


Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Clara pun pergi meninggalkan Vania dan berjalan mengikuti pria tersebut menuju sebuah mobil mewah yang terparkir lumayan jauh dari parkiran kampus


"Silahkan Nona Clara, Nyonya Septia menunggu di dalam mobil"


ucap pria tersebut sopan


"Baik lah"


jawab Clara menghela nafas berat lalu dengan hati-hati masuk ke dalam mobil menemui Nyonya Septia yang tak lain adalah Ibu dari Reza


"Kau yang namanya Clara nak?"


tanya Nyonya Septia saat Clara masuk ke dalam mobil nya


"I-iya Nyonya"


jawab Clara menunduk sopan


"Tidak perlu takut nak. Perkenalkan tante Mama nya Reza, kau mengenal nya bukan?"


"I-iya Nyonya, kak Reza kakak tingkat ku"


"Hanya sekedar kakak tingkat? Apa kau tidak memiliki hubungan spesial dengan Reza?"


tanya Nyonya Septia mengerutkan kening yang membuat Clara menatapnya bingung


"Nak kau tau keadaan Reza sekarang?"


"Aku mendengar kak Reza tabrakan saat mengikuti balap liar dan sampai sekarang belum sadarkan diri"


jawab Clara pelan


"Kau benar nak, selama tiga minggu Reza mengalami koma dan pagi ini mukjizat Tuhan terjadi nak, Reza sadar dari koma nya"


"Benarkah Nyonya?"


tanya Clara dengan wajah terkejut sekaligus senang


"Ya, Reza sudah sadar dari koma nya namun ia mengalami amnesia sehingga tak satu pun dari kami yang dikenal nya"


"Astaga, apa separah itu amnesia nya Nyonya?"


"Dokter menyarankan untuk tidak terlalu terburu-buru menjelaskan dan mengingatkan nya kembali karena dia baru sadarkan diri dari koma. Yang membuat tante kemari menemui mu, karena Reza hanya mengingat mu nak"


"A-apa?"


"Setelah dokter memeriksa keadaan nya pagi tadi Reza bertanya kepadanya tentangmu"


"A-apa yang di tanyakan kak Reza Nyonya?"


"Dokter, dimana kekasih ku Clara?"


"Maka dari itu tante kemari mendatangi mu, tante mengira bahwa kau dan Reza memiliki hubungan spesial"


"Tidak ada Nyonya, hanya sekedar kakak tingkat ku"


"Atau mungkin Reza menaruh perasaan kepadamu, sehingga ia hanya mengingat mu"


ucap Nyonya Septia yang membuat Clara terdiam lalu mengingat kejadian yang dulu dimana dirinya dan Reza melakukan hubungan terlarang


"Nak, bisakah kau mengunjungi Reza? Tante mohon berpura-pura lah menjadi kekasihnya sampai ia pulih dari amnesia"


"Nyonya, bukan kah kak Reza memiliki kekasih?"


"Ya tante tau, Reza memiliki seorang kekasih namun apa kau tau nak? Selama Reza di rumah sakit kekasih nya tidak pernah mengunjungi nya dan bahkan kekasih nya malah menjadi wanita penghibur di luar sana"


"Astaga"


ucap Clara lalu menutup mulut nya


"Tante tidak pernah merestui hubungan mereka, tante senang Reza bisa kehilangan ingatan nya agar terlepas dari wanita itu. Tante berharap punya menantu seperti mu nak"


ucap Nyonya Septia yang membuat Clara terdiam


"Nak, tante mohon temui Reza sampai ia pulih. Tante berharap kalian bisa saling cinta nantinya"


"Baik lah Nyonya aku bisa temui kak Reza hari ini, tapi boleh kah aku pergi menggunakan mobil ku sendiri? Aku akan mengikuti mobil Nyonya"


"Terima kasih nak, kau benar-benar wanita yang baik dan berhenti lah memanggil ku Nyonya, panggil aku tante mulai sekarang"


"I-iya baik lah tan"


ucap Clara gugup.


*****


Rumah Sakit VA&F


Clara pun mengikuti kemana arah langkah Nyonya Septia membawanya ke ruangan Reza


"Bukan kah ini rumah sakit Tuan Muda? Astaga aku jadi memikirkan Vania, apa adik laki-laki nya sudah menjemputnya?"


gumam Clara pelan


Tak berapa lama Nyonya Septia berhenti di depan ruangan yang semakin membuat Clara gugup dan ketakutan


"Nak masuklah"


"Mengapa tante tidak masuk dahulu? Aku mengikuti dari belakang"


ucap Clara pelan seraya menunduk membuat Nyonya Septia terkekeh pelan mendengarnya


Lalu Nyonya Septia pun masuk ke dalam ruangan tersebut


"Reza, Mama punya sesuatu untukmu"


"Aku tidak mau apapun selain kekasih ku Ma"


jawab Reza malas


"Bagaimana jika Mama membawa perempuan cantik?"


"Tidak"


jawab Reza dingin


"Kau begitu mencintai Clara?"


"Tentu saja, Mama juga melihat bukan? Bahkan disaat dokter mengatakan aku amnesia yang ku ingat hanya Clara"


"Kau akan berterima kasih kepada Mama setelah ini"


"Untuk apa?"


"Masuklah nak"


ucap Nyonya Septia menatap pintu


"Sayang kau kah itu?"


tanya Reza terkejut


Astaga, mengapa aku tidak bisa mengontrol diri saat mendengar kak Reza memanggil ku dengan panggilan sayang?-Clara


"Ba-bagaimana keadaan kak Reza?"


tanya Clara gugup tanpa berani mengangkat kepala nya


"Hei kemari lah duduk di samping ku"


Tanpa menjawab, Clara pun menatap Nyonya Septia seakan meminta pendapat. Setelah melihat Nyonya Septia mengangguk pelan seraya tersenyum kepada nya, akhirnya Clara pun memberanikan diri untuk mendekati Reza dan duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang rumah sakit


"Kau kemana saja? Aku merindukan mu"


"A-aku ada urusan kak. Maaf baru bisa mengunjungi kak Reza"


"Ma, apa Mama tidak sibuk? Bisa kah pergi dari sini?"


"Memang nya kenapa? Kau bahkan tidak berterima kasih kepada Mama"


"Ma, pahami lah situasi saat ini, anak Mama sedang ingin menghabiskan waktu berdua dengan kekasihnya"


"Astaga, setelah kau koma mengapa jadi berubah seperti ini?"


"Berubah? Maksud Mama?"


"Huh tidak apa-apa. Mama akan ke kantor Papa mu saja dari pada menjadi nyamuk untuk kalian"


"Kantor? Papa punya perusahaan Ma? Mengapa aku tidak mengetahui nya?"


"Bagaimana bisa Mama menjelaskan semua padamu jika kau saja melarang siapa pun untuk menjenguk mu. Setelah selesai rapat Papa akan kemari"


"Baiklah Ma. Oh iya terima kasih ya Mama ku sayang"


"Kau manis saat ada mau nya saja"


ketus Nyonya Septia lalu pamit pergi


Sepeninggalnya Nyonya Septia, Clara hanya diam dan menunduk kan kepala tanpa berani menatap atau pun membuka suara


"Sayang, ada apa dengan mu?"


"Ti-tidak ada apa-apa kak"


jawab Clara gugup


"Apa kau tidak merindukan kekasih mu yang tampan ini? Mendekat lah aku ingin memeluk mu"


ucap Reza lalu menarik tubuh Clara dan memeluknya erat


Maafkan aku yang hanya bisa melakukan ini untuk dekat dengan mu, dengan berpura-pura hilang ingatan. Tolong berikan kesempatan kedua untuk ku bisa menjadikan mu milikku sepenuhnya. Kau membuat ku gila selama satu tahun terakhir ini sayang.-Reza


*


Astaga ini benar-benar gila. Semoga kak Reza tidak mendengar detak jantung ku.-Clara


"Rasanya lega setelah memeluk mu"


ucap Reza terkekeh pelan lalu melepaskan pelukan nya


"Apa kau Reza sudah makan siang?"


tanya Clara mengalihkan pembicaraan saat melihat nampan makanan yang sepertinya tidak tersentuh di atas meja


"Kau lihat bukan bahkan aku tidak menyentuh nya"


"Astaga apa kak Reza belum makan sejak sudah sadar tadi?"


"Sayang, bisa kah kau tidak memanggil ku kak Reza? Kita sepasang kekasih bukan?"


"Ehm i-itu panggilan sayang ku untuk kak Reza"


Manis sekali.-Reza


*


Bodoh, kau kenapa bicara seperti itu Clara?-Clara


"Tapi aku tidak mau, itu seperti kau memanggil kakak tingkat saja"


rengek Reza dengan manja nya


Astaga, dia benar-benar mirip Raja saat merengek.-Clara


"Baiklah, kak Reza ingin di panggil apa?"


"Baby"


"Tapi kak Reza bukan bayi"


jawab Clara dengan santai nya


"Sayang"


Lagi-lagi Reza merengek membuat Clara tanpa sadar tertawa melihat nya


"Aku ingin menikah sekarang"


Ucapan Reza yang sukses membuat Clara menghentikan tawanya lalu menatap Reza dengan tajam


"Sayang, ayo kita menikah sekarang agar aku bisa melihat tawa mu setiap hari"


"Kak berhenti lah menggoda ku"


"Panggil aku baby"


"Baiklah bayi besar"


ucap Clara terkekeh pelan lalu berdiri


"Kau mau kemana?"


"Tunggu lah sebentar, aku akan mengambil makanan baru untuk mu"


"Aaaaa jangan jauh-jauh di sini saja"


ucap Reza dengan manja nya lalu menekan tombol yang ada di dekat ranjang rumah sakit


"Jangan mencari alasan untuk kabur dari ku"


ketus Reza kesal membuat Clara terkekeh pelan melihatnya.


*


*


*