
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađ„°đ...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guysđ„°đ!!!!
*****
âKau gila? Anak sendiri dikatakan menyusahkanâ ketus Daniel dengan kesalnya
âLagian, siapa suruh mereka menyakiti Mommy nya? Ingat pesanku, kalian akan kumasukkan dalam catatan hitamâ
âHei, itu anakmuâ
âMereka saja menyakiti Mommy nyaâ
âAstaga, kau memang sudah gilaâ
*****
Sepanjang jalan, Vania berkali-kali tanpa sadar mencengkeram erat tangan Varel karena merasakan sakit yang luar biasa
âApa mereka memaksa keluar?â tanya Varel khawatir saat Vania lagi-lagi tiba-tiba mencengkeramnya
Vania hanya tersenyum tipis seraya menatap Varel namun ia tak menjawab apa-apa membuat Varel sungguh khawatir
âHei, kalian ini benar-benar tidak punya telinga ya. Kubilang kalau ingin keluar baik-baik, atau jika perlu izin dulu. Jangan membuat Mommy kalian merasakan sakitâ
âMereka tidak bisa berbicaraâ
âKau saja yang berbicara dengan merekaâ
âBagaimana caranya?â
âFeeling seorang ibuâ
âGilaâ
Tiba-tiba Daniel ikut menanggapi ucapan Varel. Ia sangat tau bahwa sahabatnya itu juga sangat khawatir namun tak ingin membuat Vania semakin takut, jadi ia akan terlihat tetap cool walaupun terlihat dari matanya, ia tak bisa berbohong
Tak lama, mobil Daniel pun sampai dihalaman gedung rumah sakit Varel, membuat Varel dengan sigap keluar seraya menggendong Vania
âCepat tangani Nona Mudaâ teriak Varel saat memasuki gedung rumah sakit
Para dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya yang melihat Varel keluar dari mobil menggendong Vania pun segera ambil alih untuk membawa Vania menuju ruangan persalinan. Terlebih dokter Hendra dan dokter Ryan yang saat itu sudah stand by karena sekretaris Dim yang selalu bisa diandalkan sudah mengabari pihak rumah sakit
Ruang Bersalin
Sesampainya di ruang bersalin, Varel mulai memperlihatkan wajah khawatirnya karena sejak tadi ia menatap Vania yang semakin lama semakin memucat sehingga membuatnya panik dan takut. Varel benar-benar panik karena baru kali ini ia melihat Vania yang berusaha menahan sakit dan masih tetap tersenyum untuk tidak membuat semua orang khawatir
Daniel tidak ingin masuk ke dalam ruangan karena ia terlalu panik sehingga ia hanya mengabari orang-orang dan mengatakan bahwa Vania akan segera melahirkan membuat semua orang heboh karena mereka tidak tau bahwa Vania sudah berada di Indonesia
âHEI, APA YANG KAU LAKUKAN DOKTER GILA?!â teriak Varel panik saat melihat dokter Ryan memasukkan tangannya ke dalam alat vital sang istri
âMaaf Tuan Muda, ini adalah prodesur persalinan karena kita harus mengecek bukaan Nona Mudaâ ucap dokter Ryan tanpa takut karena ia sudah diperingati oleh dokter Hendra
Flashback on
âDokter Ryan, jika nanti Tuan Muda memarahi mu, jangan takut. Kau harus melakukan apa yang seharusnya kau lakukan sebagai dokter. Apapun itu, beranikan saja dirimu memberikan penjelasan padanya. Jangan sampai kau terlihat seperti saat pertama memeriksa Nona Muda yang menahan pipisâ
âDokter, mengapa kau mengingatkanku pada kejadian memalukan itu?â
âItu akan menjadi sejarah hahahaâ
Flashback off
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah Mama Melinda dan Mama Kusuma mendekat
âVarel, jika kau tidak bisa tenang lebih baik kau keluar sajaâ gerutu Mama Melinda kesal
âBagaimana bisa aku tenang jika dokter sialan itu berani sekali memasukkan tangannya?â
âHei, itu proses persalinan secara normal. Kau ini jangan membuat semuanya panikâ
Vania hanya tersenyum tipis mendengar Mama Melinda yang memahari Varel. Bagaimana tidak? Suara Varel sangat amat keras yang akan membuat orang-orang diluar ruangan panik mendengarnya
âSakit ya? Maaf..maaf karena aku meminta anak darimuâ ucap Varel mendekati Vania seraya mengelus pelan wajah sang istri
Vania hanya tersenyum tipis tanpa menjawab apa-apa karena ia sedang menikmati sakit karena kontraksi
âMasih bukaan 1, Tuan Mudaâ ucap dokter Ryan
âMemangnya harus menunggu bukaan berapa?â
âKAU GILA?! BAGAIMANA ISTRIKU MELEWATI ITU SEMUA?!â teriak Varel dengan keras
Plakkk
Dengan keras Mama Melinda memukul punggung Varel
âJika kau tidak bisa diam, keluar sajaâ
*****
Sedangkan, diluar ruangan sudah ada banyak orang termasuk Sebastian dan Tika yang memaksa untuk segera menyelesaikan pesta pernikahan mereka agar menyusul ke rumah sakit
Semuanya sedang berbincang-bincang dan saling mendoakan persalinan Vania agar berjalan dengan lancer terlebih saat mereka berkali-kali mendengar Varel yang berteriak kepada dokter. Bisa dipastikan semuanya sedang panik juga
âApa kak Varel yang melahirkan?â tanya Vandi kesal
âKau akan merasakan saat menikah nantiâ
âApa suami memang harus seperti itu?â
âTidak, kakakmu saja yang terlalu berlebihanâ
âAku takut jika Varel akan pingsanâ
âKenapa?â
âMelihat banyak darahâ
Semuanya tertawa mendengar jawaban Sebastian
âBukannya kau yang akan pingsan saat Tika melahirkan nanti? Kau kan takut dengan darahâ
âAstaga, Mami. Kenapa mengumbar aibku?â gerutu Sebastian seraya menatap Mami nya dengan kesal
*****
Kembali ke dalam ruangan dimana Varel yang tak ingin jauh dari sang istri terlebih saat perawat memasang jarum infus membuat Varel semakin panik namun tetap memberikan dukungan dan semangat untuk Vania
âKau kuat bertemu jagoan kitaâ ucap Varel tersenyum tipis seraya memijat kaki dan punggung Vania secara bergantian agar mengurangi rasa sakit kontraksi
Mama Kusuma diam-diam mengucap syukur karena Vania memiliki suami seperti Varel yang siap sedia menemani sang istri.
Jam dinding menunjukkan pukul 22.30 WIB dan dokter Ryan baru saja mengatakan bahwa Vania masih bukaan 7. Vania pun dianjurkan untuk berjalan-jalan untuk mengurangi rasa sakit sekaligus menaikkan bukaan. Dengan sigap Varel menggenggam sang istri untuk mengajaknya jalan-jalan keluar ruangan
âApa dede bayi nya nakal?â tanya Varo saat melihat perut Vania yang masih terlihat buncit
âIya, dia menyusahkan Mommyâ jawab Varel singkat
âKak, duduklah bersama yang lainnya. Aku akan menemani Vania sebentarâ
Akhirnya Varel duduk beristirahat bersama yang lainnya namun tetap matanya tak lepas dari Vania yang sedang berjalan bersama Sandra
âKau tau,Van? Ternyata sahabatku ini sebentar lagi sudah menjadi ibu yang benar-benar melahirkan anak dari rahimnya. Kau sangat cantik hari ini, aku yakin mereka tidak sabar bertemu dengan Mommy nya. Kuat selalu ya, seperti kak Varel yang menyemangati muâ ucap Sandra tersenyum tipis
Saat melihat Vania yang tersenyum, ada rasa lega dalam hati Varel hingga membuatnya menunduk memikirkan begitu hebat perjuangan sang ibu melahirkan keturunan
âBesok ulang tahun kak Varelâ gumam Vandi pelan
âAkan jadi hadiah terindah untuknyaâ
âMom, apa aku boleh mendekati kakak ipar?â tanya Bryan meminta izin
âApa yang akan kau lakukan pada istriku?â
âRahasiaâ
Bryan berjalan mendekati Vania bersama dengan Billy, keponakannya
âKak, jika sakit kakak ipar bisa menjambak rambut kak Varelâ
âBagaimana dengan memukul wajahnya yang angkuh itu?â
âAh, ide bagusâ
Vania hanya tertawa mendengar usulan dari adik dan keponakan Varel itu.
*
*
*