Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Persiapan Sebelum Berangkat


Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Kau harus bertanggung jawab"


ucap Varel pelan


"Bertanggung jawab apa?"


tanya Vania mengerutkan kening


"Kau membangunkan adikku sayang"


bisik Varel tepat ditelinga Vania seraya tangannya menuntun tangan Vania untuk memegang benda pusaka nya


"Astaga Varel kau mesum!!!"


teriak Vania lalu berlari menuju kamar mandi meninggalkan Varel yang tertawa kencang karenanya, bahkan gelak tawa Varel memenuhi kamar utama itu


Hahaha...Astaga perutku sakit karena terlalu banyak tertawa, begini kah rasanya mempunyai istri yang polos dan lucu? Benar-benar menggemaskan.-Varel


*****


Kamar Mandi


Apa dia sudah tidak waras? Astaga aku benar-benar tidak habis pikir dengannya mengapa dia tidak malu? Ini pertama kali aku memegangnya hihihi.. Astaga apa yang ada di pikiranku? Dasar bodoh.-Vania


Beberapa menit sudah berlalu namun Vania enggan beranjak dari depan cermin karena ia sangat malu berpapasan dengan sang suami, terlebih saat ia masih memikirkannya wajahnya akan memerah karena malu


"Kau gila benar-benar gila"


ucap Vania terhadap diri sendiri


Hingga tiba-tiba


Tok tok tok


"Kau sedang apa didalam?"


teriak Varel dari luar karena saking kesalnya menunggu Vania yang tidak keluar sejak tadi


Apa kau bisa keluar dari kandang singa setelah kau membangunkannya?-Varel


"Jika kau tidak keluar dalam hitungan ketiga, aku akan mendobrak pintu ini"


ancam Varel yang membuat Vania sedikit takut


Astaga dia benar-benar selalu bisa membuatku takut dan terancam.-Vania


"Satu-"


Klek


Pintu terbuka dan keluarlah Vania yang tersenyum manis kepada sang suami


"Huh kalau tidak diancam kau tidak akan keluar"


ketus Varel kesal


"Aku tidak ingin pintu ini didobrak"


jawab Vania cengengesan


Lalu Vania berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil ponselnya dengan Varel yang selalu mengikutinya dari belakang, hingga tiba-tiba Vania menghentikan langkahnya membuat dagu Varel terantuk kepala sang istri


"Aw mengapa kau berhenti?"


bentak Varel yang sedang mengusap dagunya


Siapa yang menyuruhmu untuk selalu mengikuti ku? Dasar Tuan Muda aneh.-Vania


"Sayang mengapa kau selalu mengikuti ku?"


tanya Vania mengerutkan kening


"Karena kau tidak bertanggung jawab setelah membangunkannya"


ketus Varel kesal membuat wajah Vania memerah karena malu


Sial, lagi-lagi aku malu karenanya.-Vania


"Mengapa wajahmu memerah? Apa kau malu?"


bisik Varel pelan seraya mencium daun telinga istrinya


Saat ciumannya hendak turun ke leher, tiba-tiba


"Mommy"


teriak Varo lalu membuka pintu dan berlari memeluk Vania


Astaga Varo, kau datang disaat yang tidak tepat.-Varel


"Anak Mommy kenapa? Kok datang langsung peluk-peluk nih?"


goda Vania seraya mengelus pucuk kepala anaknya


"Daddy tadi mau cium Mommy ya?"


"Sudah tau kenapa masih ditanya?"


gumam Varel kesal yang membuat Varo cengengesan


"Dad main sepak bola dengan Varo ya"


pinta Varo dengan puppy eyes nya


"Dede dan Echy kemana?"


tanya Vania


"Mom, Varo tidak punya teman, dede Lista, Echy, dan kak Nike tidak bisa bermain sepak bola"


ucap Varo mengadu


"Yasudah sekarang main dengan Daddy oke?"


ucap Varel seraya mendudukkan Varo keatas bahunya


"Hore, Mommy nanti foto kan Varo dan Daddy ya"


"Iya sayang"


Vania pun berjalan mengikuti Varel yang menggendong Varo hingga ke halaman belakang dimana Lista dan Echy sedang bermain boneka ditemani Nike dan Bi Ijah


"Mommy lihat abang tidak mau teman sama Lista"


rengek Lista lalu berlari dan memeluk Vania


"Sayang, abang Varo tidak bisa main boneka karena abang Varo kan cowok mainannya robot"


ucap Vania berusaha menjelaskan


"Kenapa begitu?"


"Boneka itu mainan Lista dan Echy. Jadi hari ini abang Varo main dengan Daddy"


"Mommy main sama Lista ya?"


"Mommy nanti duduk saja ya perhatikan Lista dan abang nanti Mommy foto kan juga"


"Oke deh Mommy"


Lista pun berlari kembali duduk bersama Echy diikuti Vania yang duduk didekat Nike dan Bi Ijah sedangkan Varo mulai bermain sepak bola bersama Varel


Ya Tuhan aku sangat bersyukur bisa bersama keluarga kecilku.-Vania


"Yang menang nanti Mommy cium ya"


teriak Vania yang membuat Varel dan Varo tambah bersemangat hingga akhirnya Varel yang menang membuat Varo cemberut


"Daddy mainnya curang"


rengek Varo manja


"Memangnya Daddy melakukan apa sayang?"


tanya Vania mengelus pucuk kepala Varo yang berbaring di pangkuannya


"Daddy tadi bilang ada pesawat ditabrak awan, waktu abang lihat ke langit tiba-tiba Daddy menendang bola jadinya kan gol Varo kalah"


ucap Varo menjelaskan


tanya Varel terkekeh pelan


"Abang kan penasaran Dad, jadinya abang lihat ke langit tapi ternyata dibohongi Daddy"


rengek Varo memanyunkan bibirnya


"Yasudah sini Mommy cium deh"


Cup.


Vania mencium Varo yang masih memanyunkan bibirnya


"Huh aku yang menang tidak dicium"


sindir Varel kesal


Tiba-tiba


Cup.


Cup.


Cup.


"Sudah kan Dad?"


ucap Lista yang tiba-tiba datang dan duduk dipangkuan Varel seraya mencium sang Daddy


"Daddy maunya Mommy"


ucap Varel pelan


"Daddy harus berterima kasih dong Lista kan udah cium Daddy"


rengek Lista manja


"Hahaha yasudah terima kasih ya princess manja"


ucap Varel disela-sela gelak tawanya


"Daddy, Lista itu tidak manja"


gerutu Lista kesal


"Iya-iya anak Daddy yang cantik"


ucap Varel lalu mengelus pelan pucuk kepala putrinya


"Sayang dua hari lagi Daddy dan Mommy akan pergi ke luar negeri, abang Varo dan dede Lista tinggal dengan oma ya"


"Daddy dan Mommy mau kemana?"


"Kenapa Lista tidak boleh ikut?"


"Sayang, abang dan dede kan sekolah jadi tidak bisa ikut"


ucap Vania berusaha menjelaskan


"Tapi Lista mau ikut Mom, Lista tidak mau ditinggal"


"Lista ingin punya dede bayi bukan?"


tiba-tiba Varel bertanya dengan santainya yang membuat Vania menatapnya tajam


"Mau, Lista mau punya dede kecil"


ucap Lista bersemangat


"Varo juga mau Dad, Varo mau dede cowok"


Varo pun tak kalah semangatnya membicarakan tentang sang adik


"Kalau Varo dan Lista mau punya dede, ijinkan Daddy dan Mommy pergi dua hari lagi ya? Daddy dan Mommy tidak akan lama kok, nanti Daddy juga beli oleh-oleh buat kalian"


"Daddy nanti beli dede ya di sana?"


tanya Lista dengan polosnya


Astaga, aku harus menjelaskan bagaimana lagi?-Varel


"Lista sayang dengerin Mommy ya, dede itu tidak bisa dibeli sayang, nanti Tuhan yang akan kasih dede di perut Mommy, nanti dede akan tumbuh diperut Mommy"


ucap Vania menjelaskan


"Bagaimana caranya Tuhan kasih dede di perut Mommy?"


"Kalau Lista mau punya dede, berdoa ya minta sama Tuhan"


"Ya Tuhan Lista mau punya dede kecil yang lucu, nanti Lista janji deh bakal temenin Daddy dan Mommy jagain dede kecil, Lista juga janji tidak akan bikin dede kecil jadi badut seperti abang Varo"


ucap Lista melipat kedua tangannya berdoa


Astaga anak ini sangat menggemaskan. Daddy janji akan memberikan kalian adik, jika perlu sebelas orang hahaha.-Varel


*


Aku semakin merasa bersalah pernah menunda kehamilanku tanpa sadar bahwa kedua anakku sangat menginginkan sang adik. Tenanglah anak-anak Mommy, Tuhan pasti mendengarkan doa kita dan Tuhan akan menitipkan bayi mungil di perut Mommy jika waktunya tepat.-Vania


*****


Kamar Utama


"Apa aku boleh mencium mu?"


tanya Varel tiba-tiba


Ada apa dengannya? Mengapa tiba-tiba bertanya sebelum melakukan?-Vania


"Sa-"


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


"Sayang hentikan"


ucap Vania disela-sela gelak tawanya seraya tangannya menahan bibir Varel


"Mengapa?"


"Itu geli"


jawab Vania yang membuat Varel terkekeh


"Kau pernah mengatakan jika ingin mencium mu harus bertanya dulu jadi aku tadi sudah bertanya"


"Tapi kan aku belum menjawabnya sayang"


ucap Vania cemberut


Cup.


"Aku tidak butuh jawabanmu"


jawab Varel santai setelah mencium bibir sang istri


Lalu tiba-tiba Varel menindih Vania


"A-apa yang akan kau lakukan?"


tanya Vania terkejut


"Persiapan sebelum berangkat honeymoon"


jawab Varel santai


Tak berapa lama ia mulai melakukan aksinya dimulai dari mencium bibir sang istri yang membuat Vania hanya pasrah dan tidak bisa menolak


Bagaimana Vania bisa menolak ataupun membantah? Untuk bernafas pun bahkan Varel seperti tak memberikannya kesempatan


Astaga dia mulai berubah menjadi singa liar.-Vania


*


*


*