
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Astaga, kau benar-benar Dean?"
tanya Vania saat Kwon Hyuk mengembalikan ponselnya
"Aku benar-benar minta maaf tidak mengenalmu"
"Tidak masalah. Oh iya aku mempunyai dua album limited, berikan satu untuk temanmu dan satu lagi untukmu sebagai hadiah pertemanan"
ucap Kwon Hyuk seraya menandatangani albumnya dan memberikan kepada Vania
"Terima kasih banyak"
"Diganti dengan nomor ponselmu"
ucap Kwon Hyuk mengedipkan matanya membuat Varel menatapnya tajam
"Tenanglah aku meminta nomormu dan istrimu karena aku ingin mempunyai teman dari Indonesia"
ucap Kwon Hyuk disela-sela gelak tawanya
"Untuk apa?"
tanya Varel dingin
"Jika aku ke Indonesia, aku mempunyai rumah tempat tinggal"
jawab Kwon Hyuk santai yang membuat Vania tersenyum
"Aku curiga jika kau bukan penyanyi"
ketus Varel dengan wajah kesalnya
"Bisakah kita berteman?"
tanya Kwon Hyuk terkekeh pelan
"Terserah"
jawab Varel malas.
*****
"Apa kau tidak ingin mengadakan konser di Indonesia?"
tanya Vania saat mereka baru saja menyelesaikan sarapannya
"Aku menduga hanya temanmu yang menonton konserku"
jawab Kwon Hyuk terkekeh pelan
"Huh kau ini. Bagaimana jika kita berfoto bersama?"
ajak Vania yang langsung disetujui oleh Kwon Hyuk
"Sayang mendekat lah"
ucap Vania yang membuat Varel menggeser kursinya dengan malas
"Senyum lah, jika tidak kau tidak akan mendapat jatah bulan ini"
ancam Vania gemas yang tentu saja membuat Varel langsung memperlihatkan senyum termanisnya.
*****
"Sampai bertemu kembali, kabari jika kau akan ke Indonesia"
"Tentu saja dan sampai jumpa. Berhati-hatilah"
ucap Kwon Hyuk lalu melambaikan tangan kearah Varel dan Vania
Di Dalam Mobil
"Aku tidak sabar kembali ke Indonesia"
ucap Vania bersemangat
"Mengapa kau sangat bersemangat sekali?"
"Aku ingin mencetak foto kita tadi dan memajangkan nya dikamar agar aku selalu mengingat bahwa aku pernah bertemu langsung dengan orang tua member BTS"
ucap Vania antusias
"Apa kau akan menangis seperti Alea saat melihat idola mu secara langsung?"
tanya Varel mengerutkan kening karena heran dengan sikap Alea saat melakukan panggilan video bersama idolanya
"Tidak"
jawab Vania singkat
"Lalu?"
"Aku akan memeluk mereka, mencium mereka, bahkan kemungkinan aku akan tinggal dan menetap bersama mereka"
ucap Vania terkekeh pelan
"Sayang"
rengek Varel dengan manjanya
"Apa yang salah? Aku hanya menjawab pertanyaan mu"
ucap Vania tertawa karena berhasil menjahili suaminya
"Baiklah aku tidak akan pernah mengijinkan mu bertemu mereka"
ancam Varel
"Silahkan saja jika kau kuat dimusuhi olehku dan putrimu"
ancam Vania balik yang membuat Varel tiba-tiba memeluknya
"Aku hanya bercanda"
ucap Varel terkekeh pelan
Sedangkan Dika dan Ziva harus bisa menahan tawa melihat tingkat majikannya yang menjadi seperti anak kecil saat bersama istrinya.
*****
"Sayang lihatlah apa ini tidak terlalu banyak menurutmu?"
tanya Vania seraya menunjuk empat buah paper bag yang ada ditangan Dika
"Kau meremehkan kekayaanmu?"
tanya Varel mengerutkan kening
"Bukan begitu maksudku sayang, tapi coba lihat ini terlalu banyak menurutku"
ucap Vania menatap Varel
"Belilah yang ingin kau beli dan jika kau ingin beli juga untuk anak-anak panti dan juga teman kuliahmu"
"Benarkah sayang? Benarkah aku bisa membeli untuk anak-anak panti? Dan untuk Daffa, Bimo, dan Clara?"
tanya Vania beruntun
"Iya belilah sesukamu, jika perlu beli tiket konser VVIP idol Korea dan lempar tepat di wajah Kasih"
ucap Varel kesal
"Sayang, darimana kau mengenal Kasih?"
tanya Vania terkejut
"Kau kira aku tidak mengenal bocah tengik sepertinya yang berani melempar buku tepat mengenai wajah istriku?"
ucap Varel menahan amarah
ucap Vania lalu mengelus pelan wajah suaminya
"Mengingat hal itu membuatku ingin menghancurkan perusahaan ayahnya"
ketus Varel kesal
"Jika kau tidak bisa diam aku tidak akan memberikanmu jatah"
ancam Vania yang lagi-lagi membuat Varel menatapnya dengan wajah memelas
"Sayang mengapa kau sejak tadi mengancam ku?"
rengek Varel dengan manjanya
"Kau tidak bisa diam membuatku tidak berkonsentrasi memilih barang-barang"
ketus Vania dengan wajah kesalnya
"Baiklah aku diam"
ucap Varel mengunci mulutnya rapat-rapat.
*****
Di Dalam Mobil
"Astaga menyenangkan sekali. Dika, Ziva maaf ya aku membuat kalian kelelahan"
ucap Vania saat mereka berada didalam mobil
"Tidak masalah Nona Muda ini pekerjaan kami"
ucap Ziva sopan
"Sayang apa kau tidak lelah?"
tanya Varel seraya bermain dengan rambut sang istri
"Tidak, aku masih ingin berjalan-jalan"
ucap Vania tersenyum yang membuat raut wajah Varel tiba-tiba berubah
"Bagaimana dengan waktu istirahat mu?"
tanya Varel hati-hati
"Malam nanti aku bisa beristirahat"
jawab Vania santai yang membuat Varel menghela nafas berat dan tentu saja hal itu membuat Vania tertawa seketika
"Kenapa? Apa kau takut tidak mendapat jatah?"
tanya Vania dengan santainya yang sukses membuat Varel malu
Astaga mengapa sekarang dia yang selalu berbicara santai didepan orang lain dan aku menjadi malu karenanya?-Varel
*****
Kamar Hotel
"Apa kau bahagia?"
"Tentu saja terima kasih banyak sayang"
ucap Vania menatap Varel dengan senyum manisnya
"Aku senang melihatmu menghabiskan uangku"
"Apa aku terlalu banyak berbelanja?"
tanya Vania ragu
"Hei tentu saja tidak, aku bekerja untuk menafkahi mu dan anak-anak kita"
ucap Varel yang membuat Vania terkekeh pelan
"Ayo mandi bersama"
tiba-tiba Varel menarik tangan Vania dan berjalan menuju kamar mandi hingga Vania hanya pasrah dan tidak bisa menolak.
*****
Setelah selesai melakukan aktivitas di kamar mandi, baik Varel maupun Vania sedang memasang pakaian hingga tiba-tiba ponsel Vania berdering menandakan sebuah panggilan masuk
"Aku angkat ya"
ucap Varel yang sudah selesai memasang pakaiannya seraya menatap Vania
"Loh kok Daddy sih? Mommy mana?"
ucap Lista saat Varel baru saja mengangkat panggilan
"Mommy sedang memasang pakaiannya princess"
"Aku merindukan Mommy Dad"
"Dan kau tidak merindukan Daddy?"
"Tidak"
jawab Lista menggeleng cepat
"Dad apa Daddy tau Lista sepertinya sudah tidak waras"
tiba-tiba Varo menyelonong dan merebut ponsel di tangan Lista
"Hei kembalikan ponselku"
teriak Lista kepada Varo
"Silent please"
tiba-tiba Vania datang dan duduk disebelah Varel yang membuat Varo maupun Lista terdiam
"Ada apa ini?"
"Mom, lihat abang selalu ingin mengadu kepada Daddy"
ketus Lista kesal
"Mengadu apa bang?"
tanya Varel kepada Varo
"Lista sudah tidak waras Dad, dia mengatakan bahwa cintanya kepada om Dimas sangat besar"
ketus Varo dengan kesalnya
"Lalu mengapa kau kesal bang?"
tanya Vania mengerutkan kening
"Karena itu bohong Mommy"
jawab Varo malas
"Apanya yang bohong?"
tanya Lista menatap Varo
"Dan atas dasar apa kau mengatakan bahwa itu bohong jagoan?"
tanya Varel yang juga penasaran dengan ucapan sang anak
"Karena tidak ada yang lebih besar di dunia ini dari pada cinta Varo ke Mommy"
jawab Varo dengan santainya.
*
*
*