
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Astaga tidak terasa hampir kurang lebih dua jam aku menonton drama"
ucap Vania pelan saat baru saja selesai menonton drama kesayangannya
"Kaki ku pegal sekali rasanya. Apa dia tertidur?"
lagi-lagi Vania berbicara sendiri
Ternyata dia tertidur, lihatlah ponselnya saja masih tetap menyala.-Vania
"Sayang?". Tak ada jawaban
" Hei sayang bangun yuk, kita belum makan malam"
ucap Vania seraya mengelus wajah sang suami yang sedang tertidur dengan nyenyak
Seperti biasa, susah sekali membangunkannya.-Vania
"Tuan Muda Varel ayo bangun"
ucap Vania yang lagi-lagi berusaha membangunkan suaminya
Tidak ada jawaban dari Varel melainkan dia malah memeluk pinggang Vania dengan erat
"Sayang tidak baik tidur dengan perut kosong. Ayo kita keluar makan malam"
ujar Vania seraya mengelus pucuk kepala Varel
"Aku malas"
gumam Varel pelan
Ha? Makan kok malas?-Vania
"Sayang ayo makan sedikit saja setelah itu kita lanjut tidur lagi"
"Hem"
jawab Varel namun tidak berpindah dari posisinya
"Sayang apa kau tega membiarkanku mati kelaparan lalu kau akan menjadi duda muda begitu?"
rengek Vania dengan wajah memelasnya
"Astaga"
ucap Varel terkekeh pelan lalu bangkit dan duduk tepat disebelah sang istri
"Kau mengapa selalu mengatakan bahwa aku akan menjadi duda muda?"
tanya Varel mengerutkan kening
"Karena kau tidak becus memberikanku makan"
jawab Vania mengerucutkan bibirnya
Cup.
"Va-"
"Ayo keluar makan"
ucap Varel terkekeh karena memotong pembicaraan sang istri sebelum Vania memarahinya
"Dasar Tuan Muda aneh"
ketus Vania dengan wajah kesalnya membuat Varel tertawa kecil melihatnya
"Ayo sekarang bersiap-siap"
ucap Varel lalu berjalan menuju lemari pakaian diikuti sang istri
Beberapa menit kemudian
"Sayang bisa tidak kau memakai topi dan masker serta kacamata hitam saja saat keluar nanti?"
gerutu Vania saat melihat penampilan suaminya melewati cermin dimeja hiasnya
"Memangnya ada yang salah dengan penampilanku?"
tanya Varel mengerutkan kening seraya memperhatikan penampilannya yang memakai baju kaos polos berwarna hitam senada dengan sang istri serta celana chino selutut
"Kau selalu tampil keren dan tentu saja akan membuat semua wanita diluar sana kagum dan melongo melihatmu"
ketus Vania dengan wajah kesalnya membuat Varel terkekeh pelan seraya berjalan menuju sang istri dan memeluknya dari belakang
"Aku akan katakan kepada mereka bahwa aku sudah mempunyai seorang istri yang luar biasa"
ucap Varel tersenyum kecil
"Apa mereka percaya setelah melihat penampilanmu yang seperti anak muda? Aku bahkan sudah menduga jika mereka akan mengira kita saudara"
gumam Vania pelan yang membuat Varel terkekeh
"Apa sekarang Nona Muda Fernandez sedang cemburu?"
tanya Varel menggodanya
"Tidak, aku tidak cemburu, hanya saja rasanya tidak nyaman jika melihat suami sendiri didekati oleh banyak wanita"
kilah Vania tak mau kalah
"Apa aku harus membeli kumis palsu? Nanti mereka akan mengira aku om-om hidung belang yang jalan bersama simpanannya yang masih muda"
ucap Varel yang sukses membuat Vania tertawa
"Ayo berangkat"
ucap Vania tersenyum
"Sayang kau tidak menyuruhku membeli kumis palsu kan?"
tanya Varel ragu
"Lihat saja nanti"
ucap Vania tersenyum penuh arti yang membuat Varel tergidik ngeri
Syukurlah saat ini dia sudah mulai membuka diri terhadapku, dia sudah mulai mengutarakan perasaannya dan rasa tidak sukanya.-Varel
*****
"Astaga pemandangannya indah sekali"
ucap Vania tersenyum senang saat diajak sang suami ke restoran yang tak jauh dari pantai
"Kau suka?"
tanya Varel menatap sang istri intens
"Terima kasih sayang"
ucap Vania tersenyum
"Aku kira diperjalanan tadi kau akan menghentikan mobil dan menyuruh Dika membeli kumis palsu"
ucap Varel pelan
"Untuk apa? Mereka akan mengira aku wanita tidak benar yang mau saja berjalan bersama om-om tua bangka"
jawab Vania dengan santainya
"Sayang"
rengek Varel dengan wajah memelas yang membuat Vania tak bisa menahan tawanya
"Hahaha...Apa suami tampanku?"
ucap Vania disela-sela gelak tawanya
"Kau mengataiku tua padahal aku hanya tua dua tahun darimu"
"Tetap saja itu dinamakan tua sayang"
"Tentu saja tidak, kau lihat wajah tampanku ini"
ucap Varel tak mau kalah
"Terserah kau saja"
jawab Vania terkekeh pelan
"Sayang"
"Hahaha...Iya suami tampanku"
ucap Vania tersenyum kecil yang membuat Varel terkekeh.
*****
"Sayang aku harus ke toilet sebentar, apa kau ingin ikut?"
tanya Varel saat mereka baru saja menghabiskan makan malamnya seraya memberikan kartu atmnya
"Astaga sayang, untuk apa aku ikut denganmu ke toilet?"
tanya Vania menggeleng tak percaya
"Ya siapa tau kau akan diculik saat aku tidak ada"
gumam Varel pelan yang terdengar jelas oleh Vania
"Ziva dan Dika kan ada bagaimana mungkin aku bisa diculik?"
"Huh baiklah aku akan ke toilet sebentar. Awas saja jika kau berani berbicara dengan pria lain saat aku tidak ada terlebih melirik dan tersenyum kepada pria lain itu benar-benar hal yang harus kau jauhi"
ancam Varel yang membuat Vania mendengus kesal
"Iya suamiku, sudah pergi sana"
"Ini suruh Dika atau Ziva bayar makanan"
ucap Varel seraya memberikan kartu atmnya kepada Vania
"Baiklah"
Varel pun pergi ke toilet meninggalkan Vania yang menunggunya bersama Ziva dan Dika dimeja lain
"Dika, Ziva kemari lah"
ucap Vania yang membuat Dika dan Ziva berjalan mendekatinya dan berdiri tepat dihadapannya
"Apa yang anda inginkan Nona Muda?"
tanya Dika dengan sopan
"Duduklah disini temani aku sembari kita menunggu Varel dari toilet"
ucap Vania
"Itu sangat tidak sopan Nona"
ucap Ziva menolak
"Ini perintah"
ucap Vania penuh penekanan yang membuat Dika dan Ziva mau tak mau harus menurutinya
"Oh ya bagaimana kelanjutan hubungan kalian?"
tanya Vania antusias membuat Dika dan Ziva saling tatap
"Mengapa tidak menikah saja? Kalian sangat cocok"
Lagi-lagi Dika dan Ziva hanya saling menatap tanpa berani menjawab ucapan istri Tuan Muda mereka
"Astaga apa aku berbicara dengan patung?"
sindir Vania yang membuat Dika dan Ziva menunduk seketika
"Maafkan kami Nona Muda"
ucap mereka bersamaan
"Sekarang ceritakan lah bagaimana kelanjutan hubungan kalian"
ucap Vania yang lagi-lagi antusias tentang hubungan kedua pengawalnya
"Kami belum mendiskusikannya Nona Muda"
jawab Dika sopan
"Dika mintalah kedua orangtuamu untuk melamar Ziva dengan segera, jika kau terlambat sedikit saja Ziva akan menjadi milik orang lain untuk selamanya"
ucap Vania yang menggoda Dika dan sukses membuat raut wajah Dika berubah sedangkan Ziva sedang menahan tawa melihat raut wajah sang kekasih
"Hahaha...Santai saja Dika jangan takut, jika kau memang serius terhadapnya buktikan karena jika kau main-main sepertinya aku harus ikut campur"
ucap Vania terkekeh pelan yang membuat Ziva dan Dika tersenyum kecil
"Mengapa Varel lama sekali? Dik, susul lah Varel biarkan aku dan Ziva menunggu di mobil"
"Tapi Nona Muda-"
"Cari Tuan Muda mu sekarang siapa tau dia diculik"
Tentu saja ucapan Vania sukses membuat Dika bergegas pergi menuju toilet meninggalkan kedua wanita dimeja itu terkekeh melihat tingkahnya
"Astaga apa se khawatir itu dia jika Varel diculik?"
ucap Vania disela-sela gelak tawanya
"Tuan Muda sangat istimewa bagi kami Nona Muda"
jawab Ziva tersenyum kecil
"Baiklah ayo kita tunggu di mobil"
ucap Vania lalu mereka pun berjalan menuju mobil setelah Vania membayar makan malam mereka
Entah karena apa tiba-tiba Vania bertabrakan dengan seorang pria bertubuh tinggi yang juga tidak fokus melihat jalan
"Maafkan saya Tuan"
ucap Vania sopan
"Apa kau tidak punya mata? Kau menabrak Nona Muda kami"
ucap Ziva yang mendekati pria tersebut namun Vania menahan lengannya
"Tidak masalah, saya juga minta maaf kepada anda"
ucap pria tersebut tersenyum kecil
"Sekali lagi saya minta maaf Tuan"
ucap Vania lalu pamit dan berbalik pergi namun langkahnya terhenti saat pria tersebut berbicara kepadanya
"Oh ya ngomong-ngomong saya masih jomblo"
ucap pria tersebut yang membuat Vania berbalik menatapnya
"Suami saya penyemburu"
jawab Vania lalu berbalik pergi bersamaan dengan Ziva yang tersenyum kecil mendengarnya.
*****
Di Luar Toilet
"Astaga"
ucap Varel terkejut saat tiba-tiba melihat seorang wanita berambut panjang memakai dress putih berdiri dihadapannya
"Maaf mengagetkan mu"
ucap wanita tersebut tersenyum tipis
"Tidak masalah"
ucap Varel lalu berbalik pergi namun wanita itu tiba-tiba memegang lengannya
"Kau tau? Aku masih muda dan masih perawan"
ucap wanita tersebut tersenyum nakal seraya menatap Varel
"Dan kau tau? Istri saya galak"
ucap Varel dingin lalu pergi meninggalkan wanita itu yang menatapnya intens.
*
*
*
Jangan lupa di like, vote, rate 5, dan koment ya😘..
*
*