Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Honeymoon 10# (Saling Melengkapi)


Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Paraside Hotel Busan


Sesampainya di hotel, sama seperti saat masih berjalan bersama menyusuri pantai, Vania yang masih tetap diam dan menunduk membuat Varel mencoba mendekatinya dan berusaha menjelaskan kepadanya tentang kesalahpahaman yang terjadi di pantai


"Sayang?"


panggil Varel saat melihat Vania sedang duduk melamun di balkon kamar


Karena tidak mendengar sang istri menjawab panggilannya, akhirnya Varel mendekati Vania dan duduk tepat disebelahnya namun entah kenapa Vania tiba-tiba dengan refleksnya menggeser tubuhnya menjauh dari Varel membuat sang suami mengerutkan kening


"Mandilah"


ucap Vania pelan seraya menundukkan kepalanya


Seakan tau bahwa sang istri menolak keberadaannya yang membuat Varel menghela nafas berat seraya berjalan mendekati Vania dan mencium singkat pucuk kepalanya lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Vania yang menatap sendu kepergiannya.


*****


Didalam Kamar Mandi


Varel sedang menatap bayangan dirinya didepan cermin secara berpikir keras tentang perasaan apa yang sudah ia miliki saat bersama sang istri


Apa aku telah jatuh cinta kepadanya? Gadis pelunas hutang yang menjadi istriku? Seorang wanita yang dulunya selalu aku bentak, aku marahi, bahkan aku kasari?-Varel


"Jatuh cinta? Apa semudah itu?"


gumam Varel pelan.


*****


Sedangkan di Luar Kamar Mandi


Vania terus menerus menatap pintu kamar mandi berharap Varel segera keluar dan memeluknya erat. Entah apa yang membuatnya seperti itu, yang ia tau hanya ia benar-benar ingin merasakan pelukan hangat dan nyaman dari suaminya walaupun jauh didalam hati Vania masih menyimpan rasa kecewa terhadap kejadian di pantai


Tak berapa lama, ponsel Vania berdering menandakan sebuah panggilan masuk, dengan langkah gontai ia berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil ponselnya yang ada di atas meja


"Elin?"


gumamnya pelan lalu mengangkat telfon


"Halo?"


"Van, lo udah nonton belum?"


"Nonton? Nonton apa?"


"Lah? Lo gak tau? Drama yang kita tunggu-tunggu baru tayang episode satu dan dua"


ucap Angeline dengan sangat bersemangat


"Ha? Lo serius?"


"Iyalah gue lagi nonton nih sama Ale"


"Oke gue otw nonton"


"Eh lo kan lagi honeymoon emang masih diizinin kak Varel nonton drama?"


"Semoga aja"


ucap Vania terkekeh pelan


"Huh dasar, udah ah kita mau lanjut nonton lagi. Bye cantik, cepat dapat momongan ya"


Setelah pamit akhirnya Angeline memutuskan panggilan sebelum Vania menjawab ucapannya


Tidak membutuhkan waktu yang lama Vania segera menonton drama korea yang ia dan para sahabatnya tunggu-tunggu sejak dua bulan terakhir.


*****


Beberapa menit kemudian selesailah Varel membersihkan diri, saat ia hendak membuka pintu kamar mandi tiba-tiba ia mendengar suara gelak tawa sang istri yang membuat hatinya tenang


"Dia sedang apa? Tertawa lepas seperti itu"


ucap Varel seraya membuka pintu kamar mandi


Pantas saja ternyata dia sedang menonton drama kesukaannya.-Varel


"Sayang?"


panggil Varel yang membuat Vania menoleh sebentar lalu kembali fokus menonton


Sudah kuduga saat ini kembali lagi, saat dimana dia tidak menghiraukan ku.-Varel


"Hello My Wife, mandilah"


ucap Varel lalu duduk disebelah sang istri yang sedang berbaring menonton drama korea


"BIG NO!!!"


ketus Vania menatap Varel kesal


Lihatlah dia selalu memarahiku.-Varel


"Sayang mandilah setelah itu aku akan menjelaskan semuanya"


ucap Varel lembut seraya mengelus pelan pucuk kepala sang istri


"Jangan bahas itu lagi"


jawab Vania pelan


"Tidak, aku tidak mau kau nanti akan salah paham kepadaku"


ucap Varel menggeleng cepat


"Varel-"


"Berdosa jika menyebut suami hanya dengan nama"


tegur Varel penuh penekanan membuat Vania mendengus kesal


"Sayang aku tidak ingin kita membahas itu lagi jadi lupakan saja"


ucap Vania lalu duduk dan menatap suaminya


"Bagaimana jika kau masih salah paham dan mengabaikan ku?"


"Tidak, aku tidak akan salah paham dan mengabaikan mu lagi aku janji. Aku juga meminta maaf sudah salah paham dan tidak menghiraukan mu"


ucap Vania pelan seraya menunduk


Tumben sekali dia seperti ini tanpa mendengar penjelasan ku?-Varel


"Tapi-"


ucap Vania menggantung


"Tapi apa?"


tanya Varel mengerutkan kening


"Izinkan aku menghabiskan malam ini hanya untuk menonton drama korea ya?"


pinta Vania dengan menampilkan puppy eyes nya membuat Varel tertawa seketika


"Aku sudah menduganya"


ucap Varel disela-sela gelak tawanya


"Jadi bagaimana apa kau mengizinkannya?"


"Anything for you princess"


ucap Varel tersenyum yang membuat Vania sangat senang


ucap Vania bersemangat seraya memeluk Varel dengan erat


"Tapi-"


"Loh kenapa kok bisa ada tapi nya juga?"


ucap Vania yang memotong pembicaraan sang suaminya membuat Varel terkekeh pelan


"Aku jelaskan dulu ya apa yang terjadi tadi di pantai"


pinta Varel lembut


"Tapi sayang aku tidak membutuhkan penjelasan mu lagi"


ucap Vania menolak dengan halus


"Aku tidak ingin ada yang tidak jelas sayang"


ucap Varel mengelus pucuk kepala Vania


"Sepuluh menit saja ya"


"Loh memangnya kenapa?"


"Waktuku menonton drama semakin berkurang"


rengek Vania dengan manjanya yang membuat Varel tak bisa menahan tawa


"Kau harus mandi dulu sayang"


ucap Varel disela-sela gelak tawanya


"Kau juga kenapa dari tadi tidak memasang pakaianmu?"


tanya Vania tak mau kalah


"Aku akan memasang pakaianku jika kau mandi sekarang atau kau ingin aku mandi dua kali?"


goda Varel mengedipkan sebelah matanya


"Aku mandi sekarang"


ucap Vania yang hendak berdiri namun Varel menarik lengannya hingga Vania terduduk tepat dipangkuan Varel


"Sayang"


"Bantu aku memasang pakaian ya nanti"


"Kau sudah besar"


"Tapi aku masih tetap menjadi bayi besar mu"


ucap Varel dengan wajah polosnya yang membuat Vania mendengus kesal


"Baiklah aku akan membantumu memasang pakaian asal kau tidak ikut aku mandi"


"Sayang-"


"Jika tidak aku tidak akan berbicara denganmu sepanjang malam"


ancam Vania yang membuat Varel bergidik ngeri


"Mandilah sayang, aku akan memasang pakaianku sendiri"


ucap Varel pelan lalu berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian dengan wajah sendunya


Lucu sekali.-Vania


*****


Beberapa menit kemudian Vania keluar dari kamar mandi mendapati sang suami yang sedang duduk di sofa dan fokus menatap layar ponsel


"Apa kau sedang sibuk?"


tanya Vania seraya berjalan menuju lemari pakaian


"Tidak"


"Lalu kau sedang apa?"


"Tidak ada"


ucap Varel yang tidak menoleh dan tetap fokus menatap layar ponsel


"Main game online"


gumam Vania seraya tersenyum kecil.


*****


"Sayang aku berbaring ya"


"Tumben bertanya dahulu"


"Aku takut jika kau akan menjambak rambutku saat aku tiba-tiba berbaring"


ucap Varel terkekeh pelan lalu berbaring dipangkuan sang istri yang sudah fokus menonton drama kesukaannya


Lalu keduanya pun larut dalam hobby masing-masing dengan Varel yang sudah fokus menatap layar ponselnya bermain game online dan Vania yang juga sudah fokus menonton drama korea hingga tiba-tiba


"Dasar brengsek"


ucap Vania dengan kesalnya tanpa sadar menjambak keras rambut sang suami yang berbaring di pangkuannya


"Aw"


ringis Varel


"Astaga sayang maafkan aku"


ucap Vania pelan lalu mengelus pucuk kepala Varel


"Kau kenapa menjambak rambutku?"


ketus Varel dengan wajah kesalnya


"Terbawa suasana"


gumam Vania pelan


"Terbawa suasana?"


"Dramanya sangat mengguncang emosi, saat istrinya sedang hamil besar dan hendak melahirkan sang suami malah berselingkuh dengan perempuan yang seumuran dengan anak tertuanya"


ucap Vania menjelaskan


"Lalu?"


"Dan aku kesal dengan suaminya yang tidak punya hati hingga tanpa sadar menjambak rambutmu"


ucap Vania yang merasa bersalah


"Dan kau juga membuat aku kalah"


"Sayang maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja"


"Hem baiklah"


Lalu mereka pun kembali fokus dengan ponselnya masing-masing.


*


*


*


Di hubungan ini kita saling melengkapi ya, aku dengan drama korea kesukaanku dan kamu dengan game online mu~Donna Octaria Ayin