
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Hari ini adalah hari dimana mereka menyaksikan pertandingan sepakbola antara FC Barcelona melawan Real Madrid yang membuat Varel dan Varo sangat bersemangat.
"Wow, apa susah waktunya?" tanya Varo dengan wajah yang begitu senang.
Varel terkekeh pelan. "What makes you so happy?" tanya Varel seraya mengelus pucuk kepala Varo yang sedang memakaikan sepatunya.
"I will meet my idol. Oh my God, Ronaldo!" ucap Varo yang membuat Varel tertawa.
"Messi akan mengalahkannya" ucap Varel bangga.
Varo yang mendengarnya langsung mengerutkan kening. "Bagaimana jika kita taruhan, Dad?" usul Varo yang membuat sang Daddy terkejut.
"Hei, kau ingin taruhan apa?" tanya Varel mengerutkan keningnya heran.
"Menuruti keinginan yang menang selama satu minggu? Deal?"
"Oke, deal."
Mari kita lihat siapa yang akan memenangkan taruhan tersebut.
*****
Stadion Camp Nou
Baru saja mereka sampai di stadion, sudah ada begitu banyak penonton dari kedua tim yang masing-masing mendukung tim sepakbola kesayangan mereka.
Untung saja Vania memilih tempat VIP walaupun harus mengeluarkan uang hampir ratusan juta hanya untuk membeli tiket masuk menonton pertandingan sepakbola tersebut.
Karena takut Vania merasa sedikit kesusahan, akhirnya Varel menyewakan seorang baby sitter sehari agar menemani mereka di stadion. Tentu saja menjadi sebuah keajaiban ketika kedua bayinya benar-benar tenang dan tidak menangis ketika mereka masuk ke stadion.
Varel juga dengan tanggal memberikan earphone khusus untuk kedua bayinya agar tidak terganggu dengan suara-suara yang terdengar di sekitar. Bahkan keperluan lainnya sudah ia siapkan dalam tas yang tergantung di belakang kereta.
"Apa menyenangkan?" tanya Lista dengan heran ketika melihat Varel dan Varo yang selalu tersenyum senang saat memasuki stadion.
"Perasaan Daddy dan Koko sama seperti Cici ketika akan bertemu idola Cici" ucap Vania tersenyum.
Lista hanya menatap keduanya dengan malas. "Cici akan tenang seperti baby Al dan El" ucap Lista pelan.
Namun ternyata, Lista juga terlihat ikut heboh ketika menonton pertandingan terlebih saat melihat Varel dan Varo bahkan berdiri saking semangatnya.
"Wow, ternyata cukup seru" ucap Lista senang yang membuat Vania terkekeh.
Senyum manis Vania terlihat ketika ia melihat keluarganya benar-benar bahagia saat ini. Walaupun dirinya kurang menyukai sepakbola, namun ia benar-benar bahagia saat melihat orang-orang yang ia sayang juga bahagia.
Tak lama kemudian, ponsel Vania tiba-tiba berdering menandakan sebuah pesan masuk.
Bryan
[send a picture]
Apa Kak Vania tidak ingin menyapa adik kesayangan mu ini?-Bryan.
Vania benar-benar terkejut ketika melihat foto yang Bryan kirimkan. Itu adalah foto dimana ternyata Bryan juga sedang ada di stadion untuk menonton pertandingan tersebut.
Hei, dengan siapa kau disini?-Vania.
[send a picture]
Aku tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk bertemu Kak Varel.-Bryan.
"Astaga, ternyata dia hanya berduaan dengan Billy" gumam Vania pelan.
Kak Vania, ayo ke rumah.-Bryan.
Rumah? Ke Jerman?-Vania.
Yup, Kak Cherry sudah melahirkan. Barcelona-Jerman hanya kurang lebih tiga jam.-Bryan.
Akan Kak Vania beritahukan Varel. Kalian ada di kursi mana?-Vania.
Bagian tengah dekat lorong. Aku akan menelepon lagi.-Bryan.
Vania hanya menggeleng kepalanya pelan karena sungguh tidak menyangka jika Bryan dan Billy akan mengikuti mereka sampai ke sini.
"Astaga, aku sungguh tidak mengerti jalan pikiran mereka" gumam Vania pelan.
*****
Pertandingan pun selesai dengan Real Madrid yang memenangkan pertandingan tersebut dengan skor yang cukup tipis yaitu 2-1.
Varo benar-benar bahagia ketika tim kebanggaan nya menang bahkan ia juga memenangkan taruhan antara dirinya dan Varel. Ah tidak, sebenarnya Varo juga bertaruh dengan Daniel dan Sebastian.
Flashback on
Daniel yang sedang sibuk memeriksa berkas tiba-tiba dikejutkan dengan panggilan masuk dari sang anak.
"Ada apa, Son?" tanya Daniel mengerutkan keningnya.
"Pa, ayo bertaruh untuk pertandingan Real Madrid."
"Bagaimana dengan buku peninggalan sejarah kerajaan yang hanya ada satu di dunia?"
Daniel ingin heran namun lawan bicaranya adalah Varo, seorang anak yang lebih suka belajar dari pada bermain.
"Diganti dengan miniature one piece yang baru saja kau beli?" usul Daniel yang membuat Varo tersenyum.
"Deal."
Setelah selesai bertaruh dengan Daniel, ia pun segera menelepon Sebastian yang saat itu sedang menemani Tika berbelanja bulanan.
"Papi, ingin bertaruh?"
"Hei, baru saja menelepon bukannya bertanya kabar malah mengajak taruhan" ucap Sebastian di ujung sana.
Varo tertawa. "Ah, Varo tidak suka basa-basi. Bertaruh pertandingan Real Madrid, bagaimana?"
"Apa taruhannya?"
"Varo dengar-dengar, Papi baru saja membeli miniature terbaru. Bagaimana dengan itu?"
"Maksud mu miniature hokage ketiga?!"
"Yup, diganti dengan apa yang Papi mau."
"Miniature one piece?"
"Deal."
Flashback off.
Entah belajar dari mana ia sehingga bisa mengerti tentang pertaruhan. Varo adalah anak yang paling bahagia saat ini karena tidak kekurangan apapun namun mendapat triple kill kemenangan atas taruhannya.
"Daddy tidak lupa dengan taruhannya, kan?" tanya Varo dengan wajah berseri-seri.
Varel hanya menggeleng pelan. "Astaga anak ini. Oke akan Daddy turuti, kapan dimulai?"
"Koko harus memikirkannya dulu" ucap Varo tersenyum.
Tangan Varo kembali sibuk menari di atas layar ponsel yang masih menyala karena ia ingin memberitahukan kemenangannya pada Daniel dan Sebastian.
Papa
Real Madrid menang 2-1. Jangan lupa taruhannya.-Varo.
Astaga, harusnya menyapa terlebih dahulu sebelum mengatakan itu.-Daniel.
Ah, baiklah. Selamat sore, Pa. Jangan lupa taruhannya.-Varo.
Anak ini benar-benar. Akan Papa kirim secepatnya.-Daniel.
Yes! Terima kasih, Pa.-Varo.
Tangan Varo kembali sibuk menari mencari nama kontak Sebastian.
Papi
Varo menang, jangan lupa taruhannya.-Varo.
Hei, tidak sopan sekali.-Sebastian.
Apanya? Varo hanya mengingatkan Papi.-Varo.
Skor nya berapa?-Sebastian.
2-1. Ah, Varo mendapatkan hadiah triple kill.-Varo.
Kau bertaruh dengan siapa lagi?-Sebastian.
Daddy dan Papa. Jangan lupa kirim hokage ketiga, terima kasih, Pi.-Varo.
Astaga, baiklah.-Sebastian.
*****
Saat ini semuanya sedang berada di salah satu restoran yang ada di dekat stadion. Karena semuanya sedang lapar, akhirnya Varel meminta mereka untuk berhenti makan dan tentu saja bersama baby sitter yang ia bawa.
"Apa yang membuat Koko tersenyum terus?" tanya Lista mengerutkan keningnya.
"Kau akan lihat benda terbaik ada di kamar ku" ucap Varo tersenyum penuh arti.
"Hei, apa kalian bertaruh?" tanya Vania heran.
Varel dan Varo hanya bisa terkekeh pelan tanpa ingin menanggapi.
Saat sedang menikmati makanannya, tiba-tiba ada yang menepuk bahu Varel membuatnya segera berbalik.
"Astaga, ada setan!" teriak Varel terkejut.
*
*
*