
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Tak terasa, saat ini sudah tepat dua bulan setelah kejadian itu dan menghilangnya Vania juga Varo
Jangan ditanya bagaimana keadaan CEO Fernadez Group, keadaannya sangat kacau bahkan perusahaan nya di ambang kebangkrutan. Kenapa? Karena selama dua bulan terakhir, Varel tidak pernah mengurus perusahaannya dan yang dilakukannya hanya berdiam diri di kamar dan mengobrol bersama Lista juga Yeontan, anjing kesayangan Vania
Jangankan orang lain, Mama Melinda mengajaknya berbicara pun ia hanya akan mengangguk atau menggeleng saja seperti orang yang tidak bisa berbicara
Pagi ini menjadi kejutan yang sangat besar untuk semua orang terutama orang-orang yang berada di rumah keluarga Fernandez. Bagaimana tidak? Tuan Muda mereka tiba-tiba bangun pagi dan terlihat sangat rapi bahkan sudah duduk di meja makan untuk sarapan bersama bahkan terlihat sangat ramah dengan semua pekerja di rumah tersebut
Ada apa ini? Apa Tuan Muda kita mendapatkan hadiah 50M? Jawabannya, karena malam kemarin. Malam dimana Lista tiba-tiba mengajaknya berbicara serius
Flashback On
"Daddy, apa Lista boleh bercerita?"
tanya Lista saat mereka sedang berbaring di kamar utama dimana Lista selalu tidur bersama Daddy nya
"Bercerita apa, cantik? Sepertinya hal yang sangat seru"
ucap Varel terkekeh pelan
Ya, saat ini Varel hanya akan berbicara dengan Lista, Varel akan kembali menjadi Varel yang dulu hanya dengan Lista. Dengan orang lain? Ia seperti mayat hidup yang untuk bernafas pun sangat bersyukur
"Lista bermain bersama Kak Tian dan menonton sebuah video yang membuat Lista langsung memikirkan Daddy"
ucap Lista menatap Varel intens
"Oh ya? Video seperti apa?"
tanya Varel antusias seraya mengelus pucuk kepala gadis kecil nya
"Video tentang seseorang yang sangat tampan namun tidak terurus. Wajahnya menyedihkan, rambutnya panjang, kumisnya panjang, dan hampir seperti kakek-kakek"
ucap Lista bersemangat yang membuat Varel melongo
"Dia seperti Daddy, bukan? Lihatlah Daddy sekarang. Bahkan lebih tampan Papi Bas dari pada Daddy"
"Apa Daddy terlihat sangat menyedihkan?"
"Benar-benar menyedihkan. Jangan sampai Daddy dipanggil orang gila seperti orang yang di video itu"
"Hei, Daddy tidak gila"
"Tapi Daddy-"
"Baiklah, mulai sekarang Daddy akan merawat diri"
"Benarkah?"
tanya Lista dengan wajah berbinar
"Tentu, agar Daddy kembali terlihat tampan"
"Ayo kemari, Lista akan mencukur rambut Daddy"
"Apa?!"
"Percayalah pada Lista. Lista akan membuat Daddy terlihat sangat tampan sehingga semua orang memuji Daddy"
"Apa bisa dipercaya?"
gumam Varel pelan yang membuat Lista menatapnya kesal
"Yasudah Lista mau membuat benteng musuh"
ucap Lista yang hendak turun dari tempat tidur namun Varel langsung menangkapnya hingga gadis kecil tersebut terjatuh tepat di atasnya
"Gadis kecil Daddy ingin pergi kemana? Ayo sekarang bantu Daddy untuk berubah menjadi pria tampan"
ucap Varel yang membuat Lista tersenyum senang
Malam itulah Lista mulai mencukur rambut Daddy nya sedangkan yang dicukur hanya bisa pasrah dengan hasil akhir. Namun, siapa yang bisa menebak bahwa hasil cukur Lista begitu rapi membuat Varel berulang kali menatap dirinya di cermin karena tidak percaya
"Lista sudah bilang bahwa percaya saja pada Lista karena Lista pernah mempelajari nya"
"Apa anak Daddy les menjadi tukang cukur?"
tanya Varel terkejut
"Astaga tidak, Dad"
"Menonton tutorial di youtube"
*****
"Apa ada berita baik?"
tanya Vandi saat melihat Varel yang kembali menjadi dirinya yang dulu
"Lista memberikan guna-guna agar Daddy menuruti keinginan Lista"
ucap Lista yang membuat semua orang tertawa
"Duduklah, Dim. Kita sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor"
Tentu saja ucapan Varel membuat sekretaris Dim bahkan Mama Melinda terkejut
"Kau sudah ingin pergi ke kantor?"
tanya Mama Melinda antusias
"Varel tidak mungkin membuat perusahaan yang dibangun berpuluh-puluh tahun oleh Papa hancur begitu saja akibat ulah Varel, Ma"
"Nak, jika kau belum baik-baik saja, jangan memaksakan diri"
"Varel tidak ingin membuat sekretaris Dim menjadi perjaka tua"
ucap Varel terkekeh pelan
"Jodohkan saja dengan Nike"
celetuk Vandi tiba-tiba
"Lalu? Bagaimana aku harus memanggil Dimas? Menantu ku?"
terdengar tawa keras memenuhi rumah keluarga Fernandez hingga membuat semua isi rumah bersyukur karena mereka kembali merasakan hangatnya kebersamaan walaupun masih kurang Vania dan Varo.
*****
Rumah Keluarga Airlangga, Amerika Serikat
Sekitar pukul 08:40 waktu Amerika Serikat, Vania duduk di balkon kamarnya menikmati pemandangan yang ada. Entah sedang memikirkan apa namun tangannya tidak berhenti mengelus perut yang terlihat begitu besar dengan dua janin berumur hampir 8 bulan didalamnya
Terdengar berkali-kali helaan nafas berat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, hanya Vania dan Tuhan yang tau apa yang ia rasakan dan pikirkan saat ini
Tiba-tiba Vania teringat ponselnya, ponsel yang dimintai sang kakak untuk mematikannya dan jika dihitung kurang lebih hampir 2 bulan Vania mematikan ponselnya
Bergerak menuju tempat tidur dan mengambil ponsel di dalam laci, setelah berpikir panjang akhirnya Vania memberanikan diri untuk mengaktifkan lagi ponselnya
Setelah cukup lama, akhirnya ponsel Vania kembali aktif dengan begitu banyak notifikasi pesan atau pun panggilan tak terjawab dari orang terdekatnya kecuali
Varel.
Vania menatap layar ponselnya dengan senyum tipis. Bagaimana tidak? Saat ponselnya aktif pun terlihat di wallpaper foto keluarga kecilnya membuat Vania memikirkan bagaimana kabar mereka disana
"Aku tidak tertarik membaca semua pesan ini"
gumam Vania pelan lalu tiba-tiba ponselnya berdering menandakan bahwa sebuah pesan masuk saat itu juga
Ragu-ragu Vania membuka pesan itu hingga akhienya ia melihat bahwa pesan itu dari Tika yang mengatakan bahwa dirinya dan Sebastian akan menikah sebulan lagi. Bahkan Tika meminta Vania untuk hadir di acara penting nya karena Vania salah satu orang terpenting di hidup Tika
Tika
Mbak, hari ini maaf Tika kembali merepotkan, Tika hanya ingin mengabari bahwa satu bulan lagi Tika dan Mas Bas akan menikah. Apa mbak bisa hadir di pernikahan Tika? Atau kita tidak pernah bisa bertemu lagi? Mbak..Tika rindu pemilik toko roti dan restoran VA..-Tika
Bohong jika Vania tidak menangis setelah membaca pesan singkat itu, karena kenyataannya gadis tersebut sudah menangis dalam diam seraya menatap miris layar ponselnya
Tik, aku merindukan toko roti dan kalian.-Vania
Seakan tau bahwa pesan-pesan nya sudah dibaca, Tika kembali mengirimkan pesan kepada Vania
Loh mbak?! Pesan Tika sudah dibaca? Puji Tuhan.. Mbak, maafkan Tika. Maaf karena Tika semuanya menjadi berantakan.-Tika
Vania hanya diam menatap pesan yang baru saja dikirimkan Tika terhadapnya tanpa berani untuk membalasnya
Lagi, Tika mengirimkan pesan singkat
Walaupun belum bisa dibalas, Tika senang melihat pesan yang sudah dibaca mbak karena Tika yakin bahwa mbak baik-baik saja disana. Maafkan Tika, mbak. Tika sayang mbak Vania.-Tika
*
*
*