
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"A-aku mencintaimu"
Varel tersenyum saat mendengar pengakuan cinta dari sang istrinya sedangkan Vania hanya menunduk karena merasa sangat malu
"Hei, apa kau memang istriku?"
Pertanyaan Varel yang membuat Vania dengan refleksnya mengangkat wajah
Memangnya kenapa sih?-Vania
"I-iya, memangnya kenapa?"
Vania pun memberanikan diri untuk bertanya
"Mengapa kau sangat berantakan sekali? Mata bengkak, kantung mata menghitam, kukira tadi kamu adalah panda tapi panda tidak ada yang kurus sepertimu" ucap Varel santai
Sial apa aku separah itu di pandangannya?-Vania
"Apa kau tidak bisa tidur kemarin dan selalu menangis semalaman karena sangat mengkhawatirkan suami tercintamu ini?" goda Varel yang membuat Vania menunduk malu
"Mengapa kau malu?"
Karena aku masih punya urat malu Tuan Muda!!!!-Vania
"A-apa kau baik-baik saja?"
Vania berusaha mengalihkan pembicaraan yang membuat Varel terkekeh
"Aku baik-baik saja, hanya luka kecil ini yang belum kering" ucap Varel santai
"Maafkan aku" lirih Vania menunduk menangis terisak
"Hei, mengapa kau malah meminta maaf?" tanya Varel mengerutkan kening
"Karena ini salahku Sayang, aku yang membuatmu jadi terluka" lirih Vania disela-sela isak tangisnya
"Jangan—aw" ringis Varel saat ia mencoba untuk duduk
"Sial mengapa ini sakit sekali?"
"Hei kemari mendekat lah, aku tidak bisa duduk" ucap Varel yang menahan perih di perutnya
Lalu Vania pun duduk dan mendekati sang suami
"Ini bukan salahmu jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, Dimas akan menyelesaikan ini dan aku pastikan aku akan melihat pria brengsek itu menderita" ucap Varel menahan amarahnya
"Sayang, apa kau mengenal orang yang melakukan ini terhadapmu?" tanya Vania hati-hati
"Entahlah aku tidak tau karena waktu itu aku dibawah pengaruh alkohol sampai-sampai aku tidak bisa melawan bahkan mengenali orangnya, aku hanya ingat bahwa aku mendengar suara pria dan yang kulihat dia hanya sendirian" ucap Varel menjelaskan
"Sayang, bolehkah aku bertanya?" tanya Vania ragu
"Memangnya kamu dari tadi sedang apa? Bukannya kamu sudah bertanya sejak tadi?" tanya Varel menatap Vania tajam sedangkan Vania hanya terkekeh
"Apa kamu mempunyai musuh?" tanya Vania hati-hati
"Musuh? Aku tidak pernah menganggap orang-orang sebagai musuhku namun banyak orang yang mencoba untuk melukaiku termasuk melukai keluargaku. Kejadian ini pertama kali untukku, sejak dulu orang-orang yang mencoba untuk melukaiku tidak akan pernah berani menyentuhku, namun kali ini sepertinya orang itu tidak punya rasa takut berhadapan denganku"
"Sayang, tenanglah" ucap Vania mengelus lengan Varel berusaha untuk menenangkannya
"Huh memikirkannya saja membuatku emosi" ketus Varel kesal.
*****
"Sial mengapa tidak ada berita yang beredar tentang terbunuhnya Varel? Capek-capek aku menusuknya dengan tanganku sendiri namun ia tidak juga terbunuh" ucap seorang pria menahan amarahnya.
*****
"Mama Ya, Mommy dan Daddy kemana?"
"Varo Lista, Mommy dan Daddy sedang ada urusan jadi Varo dan Lista ke sekolah sama Bi Ijah dan Pak Adi ya"
"Iya deh" jawab Varo lalu mereka pun berangkat menuju TK Mentari.
*****
TK Mentari
"Tuan Kecil dan Nona Kecil harus pintar-pintar ya" ucap Bi Ijah saat mengantar Varo dan Lista ke depan pintu kelas
"Baik, Nek" jawab Varo dan Lista bersamaan.
"Masuklah Tuan Kecil dan Nona Kecil, Ibu Guru akan segera datang" ucap Bi Ijah lalu berpamitan kepada Varo dan Lista
*****
Rumah Keluarga Fernandez
"Ma, apa kami boleh ikut ke rumah sakit melihat keadaan Kak Varel?" tanya Alea kepada Mama Melinda
"Tentu saja Sayang, nanti Mama akan menyuruh Pak Adi dan Bi Ijah untuk mengantarkan Varo dan Lista ke rumah sakit karena sepertinya kita semuanya akan berada di sana, ayo bersiaplah, kita ke rumah sakit" ucap Mama Melinda tersenyum
Tak berapa lama Alea dan Angeline sudah bersiap bersama Mama Melinda yang membawa bekal makanan untuk Varel karena ia sangat hafal putra pertamanya sangat tidak menyukai makanan rumah sakit. Mereka pun pergi menuju rumah sakit VA&F bersama seorang supir pribadi Mama Melinda.
*****
"Sayang, bangun" ucap Casandra yang berusaha membangunkan kekasihnya
"Vandi". Diam
"Sayang". Diam
"Kak Varel sudah sadar" teriak Casandra kesal yang membuat Vandi terkejut
"Sayang, kau mengejutkan ku" rengek Vandi dengan manja nya
"Aku sudah membangunkan mu dengan cara halus tapi kau tetap saja tidak bangun jadi terpaksa aku membangunkan mu dengan cara kasar" jawab Casandra terkekeh
"Mandilah setelah itu kita ke ruangan Kak Varel"
"Apa Kak Varel sudah sadar?" tanya Vandi terkejut
"Sepertinya pendengaran mu tidak bermasalah, Van" ketus Casandra kesal
"Aku hanya ingin memastikan" jawab Vandi mengedipkan matanya lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Casandra yang menggeleng kepala menatapnya.
*****
Ruang VVIP No. 1
"Varel, apa perutmu masih sakit?" tanya Mama Melinda saat dirinya, Alea, dan juga Angeline telah sampai di ruangan khusus Tuan Muda itu
"Hanya belum kering, Ma" jawab Varel santai
"Makanlah, Mama bawakan bubur" ucap Mama Melinda
"Ma, Mama tau kan Varel tidak suka bubur" ucap Varel memelas
"Vania Sayang, Mama minta tolong suapi Varel ya soalnya Mama, Alea, dan Elin ingin bertemu Dimas" pinta Mama Melinda menatap Vania yang sedang duduk di sofa
"Baiklah, Ma" ucap Vania tersenyum lalu mendekat dan duduk tepat di samping Varel
Tak berapa lama, Mama Melinda, Alea, dan Angeline keluar dari ruangan tersebut karena mereka tidak ingin mengganggu sepasang suami istri yang baru saja berbaikan.
*****
"Sayang, makanlah" ucap Vania yang berusaha membujuk Varel memakan bubur sedangkan Varel hanya menutup rapat mulutnya
"Ayolah ini hanya bubur bukan racun" ucap Vania terkekeh membuat Varel menatapnya tajam
Huh susah sekali membujuknya, mengapa dia sangat membenci bubur ayam? Padahal itu sangat enak.-Vania
"Sayang, makanlah lalu aku akan menuruti keinginanmu" ucap Vania yang sudah kehilangan cara
"Kau biasanya juga menuruti keinginanku" ketus Varel kesal
"Ayolah, hari ini aku akan menuruti semua keinginanmu" ucap Vania dengan puppy eyes nya
"Baiklah" jawab Varel tersenyum penuh arti.
*****
"Katanya tidak suka tapi habis juga" ejek Vania terkekeh
"Itu terpaksa" kilah Varel kesal
"Iya deh" jawab Vania mengalah
"Malam ini tidur bersamaku"
Hah? Kau gila Tuan Muda? Ini rumah sakit.-Vania
"Tapi—"
"Tempat tidurnya luas dan jangan membantah" ucap Varel dingin yang membuat Vania bungkam seketika
Hahaha begitu saja kau sudah diam.-Varel
Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah seorang pria bertubuh tinggi berwajah putih tampan
"Varel, kau kenapa? Aku mendengar dari Dimas bahwa kau berada di rumah sakit" tanyanya dengan raut wajah khawatir
"Tidak apa-apa" jawab Varel singkat sedangkan Vania mematung saat menatap pria tersebut
"Ini ist—Vania?!" ucap pria tersebut terkejut saat matanya terkunci menatap iris mata abu-abu milik Vania bahkan Varel pun ikut terkejut dan mengerutkan keningnya
"Kak El?!" ucap Vania pelan.
*
*
*
Siapakah Kak El? Dan apa hubungannya dengan Varel?
*
*
Jangan lupa di like dan vote ya teman-teman😘..
*
*