
beberapa waktu berlalu....
Fatih memperhatikan Alexa yang tengah meringkuk sambil memainkan ponselnya, salju masih turun dan beberapa hari lagi akan memasuki pergantian tahun baru.
Sudah sepekan mereka di Canada tapi kedua nya hanya menghabiskan waktu di rumah saja, sebab badai salju yang tidak henti turun.
"sayang....."
Seru Fatih naik ke ranjang lalu masuk ke dalam selimut. Alexa hanya mengulas senyum membiarkan Fatih mendekap erat tubuh nya.
"kamu enggak bosen di rumah terus ?"
Tanya Fatih membuat Alexa mendongak ke arah nya.
"hum...mau bagaimana lagi bang, ada badai jadi kita enggak bisa pergi jalan jalan !"
Jawab Alexa lalu menelisik masuk ke dalam selimut.
"bang...?"
"hum....?"
"Apa sebelumnya kak Alisa ada sesuatu dengan kak William ?"
Tanya Alexa membuat Fatih tertegun sejenak.
"memang nya kenapa dek ?" tanya Fatih. Ia juga tidak mengetahui cerita di antara keduanya. Merina atau Alisa juga tidak pernah cerita apa apa pada Fatih.
Karena itu lah Merina kaget saat Fatih dan Alexa menikah, hal yang mereka hindari antara Fatih dan Alisa justru berujung pada Alexa dan Fatih.
"Enggak, kak William tanya soal perceraian kak Alisa dengan suaminya. hum... Alexa enggak pernah cerita, tapi dia tahu loh !" jawab Alexa.
Fatih hanya mengangguk saja, apa mungkin kak William masih berharap pada kak Alisa?
kedua nya tidak bisa bersama lantaran mereka saudara sepupu, layaknya ia dan juga Alexa. Namun hingga sampai saat ini keduanya bertahan.
"Sudah lah sayang, Kita tidur saja !" jawab Fatih membuat Alexa termangu. Entah kenapa Fatih enggan membahas masalah itu.
Beberapa waktu kemudian...
William benar benar mendatangi kediaman Merina, ia bahkan menentang Fernando.
Sudah beberapa tahun menunggu dan William tidak akan menyiakan kesempatan untuk bersama Alisa.
Alexa tertawa kecil melihat Fatih yang berlarian bersama kedua keponakan nya, siang ini mereka keluar meskipun salju tebal berada di depan rumah.
Namun mereka justru asyik bermain, Alexa terenyuh mengingat kembali keadaan nya. Kasihan Fatih jika mereka sampai tidak memiliki Keturunan.
Bug...
Alexa terkejut saat sebuah bola salju terlempar mengenai punggung nya, Alexa melihat bocah berusia tujuh tahun itu tertawa kecil.
"maaf Tante dokter yang cantik !" Ujar nya lalu kembali berlarian bersama kakak nya.
Alexa terkesiap saat tiba tiba seseorang memeluk nya dari belakang, ia bahkan langsung mencium pipi nya.
Alexa mengulas senyum saat hangat tubuh pria itu sedikit menghangatkan tubuhnya yang dingin.
"Ayolah sayang, kenapa tidak ikut bermain ?" Ucap Fatih semakin mengeratkan pelukannya.
malam ini akan pergantian tahun, dan mereka tidak memiliki rencana keluar berhubung badai salju yang tidak henti menerpa.
"Aku....hum, mungkin seperti itu jika kita memiliki anak. Maksudnya kita bisa bermain bersama !" jawab Alexa membuat Fatih tertegun.
"Jangan bicara seperti itu sayang, nanti akan tiba masa nya. Jika tidak pun aku sudah cukup bahagia berdua dengan mu !" Jawab Fatih lalu mengangkat tubuh Alexa lalu menyatukan kening mereka.
"Kalau pun ada anak, kelak yang akan bersama dengan ku adalah kamu. Jadi jangan bimbang lagi. Aku sangat mencintaimu Alexa..." Cakap Fatih membuat Alexa mengulas senyum.
Semangat dan dukungan tak pernah lelah Fatih berikan, ia sungguh sungguh menerima keadaan mereka saat ini. Fatih tidak memikirkan ada atau tidak nya anak, yang terpenting bagi nya adalah ia bisa terus memberikan semangat untuk istri nya dan meyakinkan bahwa ia bahagia dengan keadaan mereka saat ini.
Alexa terpaku melihat sosok yang ia kenal datang menghampiri mereka, sang kakak baru saja tiba di Canada dan langsung mendatangi rumah itu.
"kak Wiliam ?" tanya Alexa mengerut kan kedua alis nya.
"Hai, aku lelah sekali....!" jawab nya lalu tersenyum lebar.
"Ya sudah ayo kak, Kita ke rumah !" Ajak Fatih lalu menarik Alexa. Sementara kedua keponakan nya masih bermain.
Ujar William membuat Alisa tertegun sejenak melihat keberadaan nya di rumah itu.
"walaikumsalam... "
Jawab Alisa menundukkan wajahnya membuat William terpaku.
*****
Merina dan alfat tertegun saat mendengar Maksud kedatangan William di rumah nya, Alisa bahkan tidak menyangka jika sampai saat ini William masih menunggu nya.
"Cukup Fatih dan Alexa, aku rasa Kalian tidak." jawab alfat membuat mereka terdiam semua.
"Aku yakin Fernando tidak akan setuju dengan keinginan mu William, Lebih baik kamu pulang." tambah alfat.
"Tidak Om, biarkan aku dengan Alisa. Aku sungguh menginginkan nya. Aku tidak perduli soal kita, aku cinta...." jawab nya lantang membuat Alisa tertegun.
"katakan bahwa selama ini kau juga tidak bahagia bersama orang lain, katakan bahwa ada cinta untuk ku ?" ucap William membuat Alisa membeku.
"Aku datang kemari untuk meminta mu, aku sungguh tidak menginginkan yang lain."
Alisa semakin membeku.
"Tapi......!"
elak Alisa mengingat bagaimana kejam nya Fernando, ia tidak ingin semua berimbas pada keluarga nya apalagi anak anak nya.
"Kita aku akan bicarakan jika Kamu bersedia menjadi istri ku!"
"Tidak William....!" Seru seseorang dari luar.
Fernando sengaja menyusul William dan ingin mencegah hal Itu, namun tidak dengan Micel. Ia memilih menyerah dan membiarkan William bersama pilihan nya.
"Kita bicarakan baik baik saja !" Jawab Fatih menatap ayah mertuanya itu.
"kalau Kamu ingin bersama dengan Alisa, maka Alexa dan Fatih harus berpisah !" jawab Fernando membuat mereka menganga tidak percaya dengan pilihan yang di berikan Fernando.
"ayah, kenapa ayah bicara seperti itu ?" tanya Alexa menggeleng kan kepalanya.
"Karena kalian ini saudara, apa Kamu tidak sadar jika apa yang terjadi dengan mu adalah karena semesta tidak merestui hubungan kalian hingga kalian susah untuk memiliki anak !" jawab Fernando membuat Alexa tertegun.
Diam diam Fernando mencari tahu apa yang terjadi pada Alexa dari dokter regina.
"Sebenarnya apa yang ingin anda capai? Selama ini saya sudah berusaha untuk sabar, bahkan Saya membiarkan kasus yang seharusnya terkuak dan mungkin hal itu akan membuat Anda mendekam di penjara. Tapi karena Saya begitu mencintai Alexa, maka saya biarkan anda bebas. Tapi kenapa anda terus menghimpit kami ?" ujar Fatih membuat Fernando terdiam mengingat ulah nya tempo dulu.
Alexa menganga tidak percaya saat Fatih bercerita kalau kecelakaan itu adalah rencana nya untuk memisahkan mereka.
"Sebagai orang tua Anda seharusnya mendukung apa yang menjadi kebahagiaan anak nya, yang menjalani bukan Anda kan ? tapi kenapa anda bersikap seolah olah paling tahu apa yang terbaik untuk kami, kita saling mencintai, apa salah jika kita ingin bersama ? Yang terpenting adalah kita bukan saudara kandung kan, tidak menjadi masalah bukan karena kita tidak sesussuan ?"
Fernando masih diam.
"Jikalau pun aku dan Alexa kelak tidak bisa memiliki anak itu karena memang sudah menjadi takdir dari tuhan, seperti hal yang aku yakini bahwa pernikahan ku dengan Alexa juga takdir dari Tuhan. Aku hanya menjalankan apa yang menjadi peran ku, aku sendiri sadar siapa aku, namun semua yang hidup di dunia ini tidak ada yang suci termasuk aku yang Anda bilang anak haram."
Fatih tahu kalau Fernando semakin membenci nya saat tahu kalau ia juga seorang anak haram yang tidak layak bersanding dengan Alexa, tapi kali ini Fatih tidak akan tinggal diam. Apalagi Fernando lagi lagi meminta mereka untuk berpisah.
"Ayah, Alexa mohon. Terima kami yang saling mencintai, jangan lagi ada pikiran untuk memisahkan kami. Karena pria lain belum tentu bisa menerima Alexa yang mungkin mandul !"
Ucap Alexa sambil terisak.
Lekas Fatih memeluk istrinya itu, sementara Fernando diam mematung tidak bisa menjawab perkataan dari Fatih dan Alexa.
Ia langsung pergi tanpa mengatakan apapun, Merina dan alfat pun terdiam melihat Fernando yang pergi begitu saja.
"maafkan Abang dek, Abang terpaksa berbicara seperti itu. Demi tuhan Abang tidak ingin berpisah dengan mu !"
Alexa mengangguk lalu memeluk erat Fatih.
***
Beberapa waktu berlalu...
Akhirnya William meminang Alisa, sementara Fatih tetap bersama Alexa. Dan Micel mengatakan bahwa Fernando pergi berlibur sendiri ke New Zealand.
Tamat.
Terimakasih yang masih setia.