
Beberapa waktu berlalu..
Alexa mengikuti saran dokter Regina untuk sabar dan terus meminum obat yang regina berikan. tiga bulan berlalu dan hasil nya masih tetap sama.
Alexa bahkan tidak fokus bekerja karena terus memikirkan hal itu, Ia juga tidak bercerita pada Fatih tentang keadaannya sekarang. Alexa takut jika Fatih kecewa dan berpaling dari nya, jika ia tidak bisa hamil apa itu artinya ia mandul karena sindrom tersebut.
Alexa menghela nafas panjang mencoba untuk menyemangati diri nya sendiri, seperti yang ia lakukan terhadap pasien nya. Siapa sangka jika ia sendiri bermasalah.
Fatih memperhatikan Alexa yang selalu diam, beberapa kali Fatih bertanya namun Ia terus menjawab bahwa ia baik baik saja. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.
Siang itu Alexa menemui Michel di restoran, terlihat wanita berparas cantik itu tengah berbincang dengan dokter Yusuf.
"sayang, Alexa..." seru Micel melambaikan tangan saat melihat Alexa berjalan masuk ke dalam restoran.
"Bu..." jawab Alexa menyunggingkan senyum pada kedua nya.
"Sayang, hari ini kamu tidak bertugas !?" tanya Michel mengajak putrinya untuk duduk.
"Sudah, Hari ini hanya ada beberapa pasien. Alexa ingin bicara empat mata dengan ibu !" Ujar Alexa dan di anggukan oleh Micel. Sang ibu langsung pamit pada Yusuf lalu mengajak Alexa masuk ke ruangan nya.
"Ayo duduk sayang, ada apa ?"
"Ibu ada apa dengan dokter Yusuf ?" tanya Alexa membuat alis Micel bertaut tak mengerti.
"hum, ibu tidak ada apa apa. Kita hanya berbincang mengenai kakak mu, ibu dan dokter Yusuf berencana ingin menjodohkan kakak mu dengan dokter cantik bernama Luna, kamu kenal kan sayang ?"
Alexa tertegun mengingat nama itu, tapi setahu Alexa, perempuan itu sedikit angkuh. Apa kak Wiliam mau dengan dokter ahli jantung itu ?
"Ada yang ingin Alexa bicarakan Bu...hum, ini mengenai Alexa....!"
"Ada apa sayang ?" tanya Micel duduk di hadapan putri nya itu.
"Alexa....."
Alexa langsung menceritakan apa yang terjadi dengan nya, semua ia bicarakan pada Micel dan meminta nya untuk merahasiakan hal itu dari ayahnya juga Fatih.
Michel menghela nafas panjang, tak percaya dengan apa yang menimpa putri nya itu. kenapa hal itu sampai terjadi pada putri nya.
"Seharusnya kamu bicarakan hal ini dengan Fatih, kamu bisa sembuh kok. Ibu yakini itu hanya sindrom dan akan berlalu seiring berjalannya waktu."
"kalau tidak bagaimana Bu, Alexa sudah minum obat seperti arahan dokter regina !" Jawab Alexa menunduk kan wajah nya.
"Alexa takut bang Fatih kecewa, atau berpaling Bu. Bagaimana jika selama ini ia mendambakan buah hati sedangkan Alexa sulit mendapatkan anak !"
"Ya, ibu paham. tapi semua bisa di usaha kan Alexa, sekarang jaman sudah canggih dan banyak cara untuk memiliki anak. kenapa anak ibu pesimis seperti ini ?"
"Enggak Bu, bukan pesimis. Alexa berusaha untuk semangat, dan mengikuti saran dokter. Alexa tahu semua bisa di usahakan !"
"Ya, ibu yakin kamu paham karena kamu seorang dokter, sedikit banyak kamu tahu lah soal Itu, kamu terus konsultasi dengan dokter regina dan bicarakan semua ini dengan Fatih. Jangan hadapi sendiri karena kalian berdua yang menjalani rumah tangga ini !"
Nasihat Micel yang ingin Alexa berkata terus terang pada Fatih.
Michel memeluk putrinya sayang, mencoba memberikan semangat dan kekuatan.
...****************...
Alexa mengamati Fatih yang tengah berbicara dengan seorang wanita berhijab warna hitam, entah siapa ? Rekan bisnis atau siapa, kenapa mereka hanya berdua saja ?
Alexa membeku melihat Fatih yang tertawa bersama perempuan itu, entah apa yang lucu ?
Alexa cemburu melihat kedekatan mereka, ingin menghampiri namun Alexa berpikir ulang, apa lagi benaknya di penuhi oleh keadaan nya saat ini.
Alexa menghela nafas panjang lalu membalikkan tubuhnya dan pergi menjauh dari tempat itu, mungkin lebih baik pulang ke apartemen.
Lima belas menit berlalu, Alexa sampai di apartemen setelah menggunakan taksi. Beberapa kali Fatih menghubungi nya, namun keadaan nya tengah kacau hingga Alexa berpikir untuk tidak menjawab nya.
Lekas Alexa masuk ke dalam kamar dan melihat salju mulai turun, entah musim salju keberapa yang sudah ia lewati tanpa perubahan. tidak seperti itu Alexa ? Kau sudah mencapai beberapa prestasi, lantas kenapa harus tumbang karena masalah itu ?
Alexa menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan, lekas Alexa naik ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya.
Alexa merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut hingga yang tersisa hanya kepala saja.
Alexa meringkuk memeluk guling, namun rasa dingin itu tak juga berkurang. Benak nya kembali mengingat percakapan nya dengan sang ibu, benar kah ia harus berkata jujur dan memberi tahu Fatih tentang keadaan nya?
Tiga bulan berlalu penuh harap, tapi tidak ada perubahan sama sekali ? Lantas apakah usahanya hanya sia sia ?
Cek lek...
Terdengar seseorang membuka pintu dan terdengar suara sepatu masuk ke dalam kamar.
Fatih mengerut kan kening nya melihat Alexa yang sudah meringkuk memunggungi pintu, apa istri nya itu sudah tidur ?
"Alexa....!" seru Fatih berjalan menghampiri perempuan yang tengah memeluk guling.
"sayang, kamu sudah tidur ?" Tanya Fatih naik ke ranjang kemudian menyentuh pundak Alexa.
"Sayang....!" Fatih tertegun mendapati istrinya yang sudah terlelap, mungkin Alexa lelah.
Lekas Fatih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Alexa sengaja memejamkan mata nya karena belum siap bertemu dengan Fatih, Alexa merasa bahwa ia rapuh dan belum cukup memiliki kekuatan untuk menyampaikan semua itu pada Fatih.
"Ya tuhan, kuatlah aku !" batin Alexa masih memejamkan mata nya, namun bulir bening itu berhasil lolos meskipun mata berusaha menjaganya agar tidak tumpah.
Fatih tertegun melihat air mata yang keluar dari mata Alexa, Fatih yakin sesuatu pasti terjadi.
Fatih langsung kembali ke ranjang mendekati Alexa, menatap wajah nya basah.
"Sayang, apa yang terjadi ? Kenapa kamu menangis ?" tanya Fatih berusaha membangun kan Alexa.
Alexa membuka mata nya yang basah, netra nya menangkap pupil yang tengah menatap nya lekat.
"Kamu kenapa sayang ? Katakan jika ada masalah ? Jangan pendam sendiri!" Ujar Fatih membuat tangis Alexa pecah, lekas Fatih membawa Alexa dalam dekapan nya.
bersambung....
Happy reading😍